Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

AFA berikan penghormatan khusus untuk Messi di Liga Argentina

Karen Johnson - kabarlintas.com 4 mins read

Pada akhir pekan ini, setiap stadion yang menjadi venue kompetisi Liga Argentina akan mengalami momen yang belum pernah terjadi sebelumnya: peluit wasit akan

AFA berikan penghormatan khusus untuk Messi di Liga Argentina

Wasit Akan Hentikan Seluruh Laga Liga Argentina di Menit ke-10 sebagai Peringatan untuk Messi

Kabarlintas.com – Pada akhir pekan ini, setiap stadion yang menjadi venue kompetisi Liga Argentina akan mengalami momen yang belum pernah terjadi sebelumnya: peluit wasit akan membunyikan jeda di menit ke-10 setiap pertandingan. Bukan karena insiden cedera, bukan karena gangguan teknis, melainkan sebagai bentuk penghormatan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) kepada Lionel Messi. Keputusan ini diambil setelah megabintang bernomor punggung 10 tersebut secara resmi menutup babaknya di sepak bola internasional.

Mekanisme Penghormatan di Lapangan

AFA mengumumkan bahwa seluruh laga yang dijadwalkan pada akhir pekan ini akan mengalami penghentian sementara tepat pada menit ke-10. Para pemain, ofisial, dan suporter di tribun akan diminta berdiri sebagai tanda penghargaan atas kontribusi Messi selama lebih dari dua dekade membela La Albiceleste. Pernyataan resmi asosiasi tersebut menegaskan:

“Asosiasi Sepak Bola Argentina memutuskan bahwa sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas karier Lionel Messi bersama tim nasional Argentina, wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-10 dalam seluruh laga.”

Pesan penutup dari AFA juga mengajak publik untuk hadir secara langsung:

“Kami menantikan kehadiran Anda di lapangan. Bergabunglah bersama kami dalam penghormatan ini.”

Langkah ini menandai salah satu penghormatan paling luas dalam sejarah sepak bola Argentina, mengingat seluruh pertandingan di berbagai kota akan secara serentak menghentikan jalannya permainan untuk satu momen yang sama.

Keputusan Pensiun yang Mengguncang Dunia Sepak Bola

Messi mengumumkan pengunduran diri dari tim nasional pada Senin (31/8), mengakhiri perjalanan internasional yang dimulai lebih dari dua dekade silam. Laga pamungkasnya bersama Argentina adalah final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan La Albiceleste dengan Spanyol pada Juli lalu. Dengan keputusan itu, satu era dalam sepak bola global resmi berakhir.

Angka-angka yang menyertai karier internasional Messi sulit diabaikan. Ia mencatatkan 207 penampilan untuk Argentina, menjadikannya pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah timnas negara tersebut. Di sisi lain, koleksi 125 gol internasionalnya memastikan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak La Albiceleste, sebuah rekor yang kemungkinan besar akan bertahan sangat lama.

Bayang-Bayang 2016 dan Kebangkitan Kembali

Keputusan pensiun kali ini bukanlah yang pertama bagi pemain berusia 39 tahun tersebut. Pada 2016, setelah Argentina tumbang di final Copa America melawan Chile melalui drama adu penalti, Messi mengumumkan mundur dari tim nasional. Momen kegagalan mengeksekusi tendangan penaltinya menjadi simbol kekecewaan yang mendalam, sekaligus menutup final keempat yang gagal dimenangkan Argentina dalam rentang sembilan tahun.

Namun, Messi kemudian menarik kembali keputusannya. Keputusan itu mengubah arah sejarah sepak bola Argentina secara dramatis. Dalam beberapa tahun berikutnya, ia memimpin negaranya menjuarai Copa America dua kali dan mencapai puncak tertinggi dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Transformasi dari kekecewaan 2016 ke euforia 2022 menjadi salah satu narasi paling emosional dalam olahraga modern.

Dari Debut 2005 hingga Puncak Sejarah

Perjalanan Messi di level internasional bermula pada 2005, ketika ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-63 dalam laga persahabatan yang dimenangkan Argentina 2-1 atas Hungaria. Dari momen sederhana itu, ia berkembang menjadi figur paling berpengaruh dalam sejarah timnas Argentina, sebuah transformasi yang tidak memiliki preseden dalam sepak bola negara tersebut.

Di panggung Piala Dunia, Messi menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan 21 gol, hanya terpaut satu gol dari Kylian Mbappe yang mengoleksi 22 gol. Sementara dalam daftar pencetak gol internasional sepanjang masa, ia berada di peringkat kedua di bawah Cristiano Ronaldo yang telah mencetak 146 gol. Kedua angka tersebut menegaskan bahwa Messi beroperasi di level yang terpisah dari hampir semua pemain lain dalam sejarah olahraga.

Paradoks Klub: Bintang Argentina yang Tak Pernah Bermain di Argentina

Ada satu ironi yang kerap luput dari narasi umum: meski lahir dan tumbuh di Argentina, Messi tidak pernah sekalipun tampil di level senior untuk klub di negara asalnya. Pada usia 13 tahun, ia meninggalkan tanah kelahirannya untuk bergabung dengan akademi La Masia milik Barcelona. Sejak saat itu, hampir seluruh karier klubnya berlangsung di Eropa, menjadikan hubungannya dengan sepak bola Argentina sepenuhnya terikat pada tim nasional.

Pengaruh Kehilangan Sang Ayah

Masa depan Messi di sepak bola sempat menjadi tanda tanya besar setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah berjuang lama melawan penyakit. Pada Agustus lalu, Messi secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan masa depan di lapangan. Setelah mengumumkan pensiun dari tim nasional, ia mengungkapkan bahwa kepergian sang ayah membuatnya “semakin yakin dari sebelumnya” bahwa keputusan tersebut merupakan langkah yang tepat. Kehilangan figur sentral dalam hidupnya jelas menjadi faktor yang mempercepat dan memperkokoh keputusan yang sudah lama dipertimbangkan.

Menatap Musim 2028 bersama Inter Miami

Terlepas dari penutup karier internasionalnya, Messi masih terikat kontrak dengan Inter Miami di Major League Soccer (MLS) hingga akhir musim 2028. Artinya, penggemar sepak bola global masih akan menyaksikan aksi pemain tersebut di level klub selama beberapa musim ke depan. Penghormatan di menit ke-10 akhir pekan ini, dengan demikian, bukan sekadar penutup, melainkan jembatan antara dua fase: perpisahan dari jersey tim nasional dan kelanjutan perjalanan di level klub. Bagi Argentina, momen itu akan menjadi pengingat kolektif bahwa satu nama telah menulis ulang batas-batas yang mungkin dalam sepak bola negara tersebut.

Frequently Asked Questions

What is AFA berikan penghormatan khusus untuk Messi?

AFA berikan penghormatan khusus untuk Messi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does AFA berikan penghormatan khusus untuk Messi matter?

AFA berikan penghormatan khusus untuk Messi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi