Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Humaniora

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra meninggal dunia ‎

Elizabeth Brown - kabarlintas.com 4 mins read

Seorang tokoh sentral dalam struktur adat masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, telah berpulang. Saidi Putra, yang memegang jabatan Jaro

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra meninggal dunia ‎

Jaro Saidi Putra, Penghubung Adat Badui, Wafat di Usia 75 Tahun

Kabarlintas.com – Seorang tokoh sentral dalam struktur adat masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, telah berpulang. Saidi Putra, yang memegang jabatan Jaro Tanggungan 12 dan berusia 75 tahun, dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 4 September, sekitar pukul 09.00 WIB di ruang perawatan RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung. Wafatnya figur ini meninggalkan kekosongan besar dalam mekanisme komunikasi antara komunitas adat Badui dan dunia luar.

Peran Strategis Jaro Tanggungan 12 dalam Ekosistem Adat Badui

Masyarakat Badui, yang bermukim di kawasan pegunungan di bagian utara Kabupaten Lebak, telah mempertahankan sistem sosial dan spiritual yang relatif terisolasi selama berabad-abad. Dalam struktur pemerintahan adat mereka, terdapat beberapa jabatan kunci yang mengatur tata kelola kehidupan komunal. Salah satu jabatan paling vital adalah Jaro Tanggungan 12, yang secara fungsional bertindak sebagai perantara resmi antara komunitas adat dan entitas di luar wilayah mereka.

Peran ini bukan sekadar jabatan seremonial. Setiap kali pemerintah daerah—baik tingkat kabupaten maupun provinsi—mengadakan interaksi formal dengan masyarakat Badui, termasuk pelaksanaan ritual Seba, Jaro Tanggungan 12-lah yang memimpin jalannya prosesi. Tradisi Seba sendiri merupakan upacara tahunan di mana kepala daerah datang ke wilayah Badui untuk meminta izin dan restu, sebuah ritual yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol penghormatan terhadap otonomi adat setempat.

Dengan demikian, wafatnya Saidi Putra berarti hilangnya satu-satunya figur yang secara adat berwenang memimpin interaksi ritual tersebut. Proses suksesi jabatan ini akan mengikuti mekanisme internal masyarakat Badui yang tidak selalu sejalan dengan prosedur birokrasi modern.

Konfirmasi Pemakaman dan Reaksi Pimpinan Desa

Jaro Oom, Kepala Desa Kanekes yang sekaligus merupakan tokoh masyarakat Badui, mengonfirmasi bahwa prosesi pemakaman telah dilaksanakan pada sore hari yang sama dengan kabar wafatnya. Ia menyampaikan pernyataan tersebut ketika dihubungi dari Rangkasbitung pada Jumat.

“Kami sudah memakamkan almarhum Jaro Saidi Putra sore tadi,” ujar Jaro Oom.

Jenazah dimakamkan di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Lokasi pemakaman ini berada di dalam wilayah adat Badui, sesuai dengan ketentuan adat yang mengatur bahwa tokoh masyarakat Badui harus dikebumikan di tanah leluhur mereka.

Jaro Oom juga mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian figur yang selama puluhan tahun menjadi wajah resmi komunitasnya di hadapan dunia luar.

“Kami kehilangan figur tokoh masyarakat Badui Saidi Putra sebagai Jaro Tanggungan 12,” kata Jaro Oom.

Belasungkawa Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Lebak turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Saidi Putra. Anik Sakinah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak, mewakili pemerintah daerah menyampaikan ungkapan belasungkawa resmi.

“Semoga amal ibadah beliau dan kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Anik Sakinah.

Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat Badui tidak semata-mata bersifat administratif, melainkan juga mencakup dimensi penghormatan terhadap figur-figur adat yang telah lama menjadi jembatan dialog antara kedua belah pihak.

Peringatan dari Komunitas Adat dan Publik

Berita wafatnya Saidi Putra segera menyebar luas di kalangan warga Lebak, kalangan media lokal, serta komunitas masyarakat adat. Sejumlah pihak menyampaikan ucapan duka cita melalui berbagai kanal komunikasi. Ketua Adat Sabaki Sukanta, yang merupakan tokoh adat dari komunitas Badui lainnya, memberikan penilaian personal tentang karakter almarhum.

“Beliau tokoh masyarakat Badui yang mencintai persatuan, kedamaian, kerukunan dan keharmonisan,” kata Sukanta.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa dalam pandangan komunitas adat, Saidi Putra tidak hanya berfungsi sebagai pejabat struktural, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kohesi sosial yang menjadi fondasi kehidupan komunal Badui.

Implikasi dan Langkah Selanjutnya

Kepergian Saidi Putra membuka pertanyaan praktis mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Jaro Tanggungan 12 dalam waktu dekat. Mengingat jabatan ini menjadi satu-satunya kanal resmi bagi interaksi ritual dan administratif antara masyarakat Badui dan pemerintah daerah, proses pengisian pengganti akan menjadi perhatian penting bagi kedua belah pihak. Masyarakat Badui secara tradisional memiliki mekanisme internal untuk menentukan penerus jabatan adat, namun dalam konteks hubungan dengan pemerintah daerah, koordinasi administratif juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Bagi masyarakat luas di Kabupaten Lebak dan Banten, wafatnya Saidi Putra menjadi pengingat akan peran tak tergantikan yang dimainkan oleh figur-figur adat dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian warisan budaya. Selama puluhan tahun, ia menjadi wajah yang dikenal publik setiap kali ritual Seba dilaksanakan, sebuah momen yang kini akan memasuki babak baru tanpa kehadirannya.

Frequently Asked Questions

What is Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra?

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra matter?

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi