Jembatan Bailey di Pinangsori Buka Kembali Akses Warga Tapanuli Tengah Pasca-Bencana
Kabarlintas.com – Desa Parjalihotan di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali terhubung setelah Jembatan Armco kombinasi Bailey yang dibangun sebagai respons darurat bencana diresmikan pada Kamis. Struktur jembatan ini menjadi penghubung antara Dusun 6 dan Dusun 7, dua permukiman yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut pada akhir November 2025.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hadir langsung di lokasi peresmian. Dalam keterangannya di hadapan warga, ia menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur penghubung semacam ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi bagi kelangsungan aktivitas harian masyarakat, terutama jalur anak-anak menuju sekolah.
“Kehadiran jembatan ini diharapkan semakin memperlancar akses masyarakat dan mendukung aktivitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah.”
Bagian dari 13 Jembatan Tanggap Bencana
Jembatan Bailey Parjalihotan bukan satu-satunya struktur yang dibangun dalam program pemulihan. Menurut Bobby, proyek ini merupakan salah satu dari total 13 jembatan yang dikerjakan oleh personel TNI bekerja sama dengan masyarakat setempat. Seluruh pembangunan dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan bencana yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara pada akhir November 2025.
Kecamatan Pinangsori sendiri terletak di pesisir barat Tapanuli Tengah, kawasan yang secara geografis rentan terhadap dampak bencana alam berupa banjir bandang, longsor, dan kerusakan jaringan jalan. Pemutusan akses di wilayah seperti ini kerap mengisolasi permukiman selama berminggu-minggu, menghambat distribusi logistik, layanan kesehatan, dan kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat.
Bobby menekankan bahwa penanganan bencana di Tapanuli Tengah dan wilayah terdampak lainnya tidak akan berhenti pada tahap awal. Ia menyatakan bahwa program pemulihan infrastruktur akan terus berjalan hingga tahun 2028.
“Penanganan bencana akan dilakukan sampai dengan 2028, misalnya ada jalan yang rusak nanti kita bangun.”
Komitmen Pemeliharaan Berkala
Menyadari bahwa jembatan darurat seperti struktur Bailey memiliki masa pakai terbatas dan memerlukan pemantauan rutin, Bobby menginstruksikan agar kondisi jembatan diperiksa secara berkala. Ia meminta agar setiap dua hingga tiga bulan dilakukan pengecekan, dan apabila ditemukan kelemahan struktural, penguatan segera dilakukan.
“Saya minta setiap dua bulan atau tiga bulan kita cek jembatannya, kalau masih ada kekurangan boleh kita bantu penguatannya.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah berkolaborasi dengan warga setempat dalam proses pembangunan. Bagi Bobby, mobilitas masyarakat merupakan prasyarat bagi pemulihan ekonomi dan sosial di tingkat desa, sehingga setiap hambatan akses harus diatasi secepat mungkin.
“Mudah-mudahan dapat membantu akses bapak ibu semua untuk anak-anak sekolah.”
Rencana Modal Usaha untuk Warga
Di sela kegiatan peresmian, Bobby juga berdialog langsung dengan warga Parjalihotan. Dalam percakapan tersebut, ia mengungkapkan rencana pemberian modal usaha bagi masyarakat melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bank Sumut. Program ini ditujukan terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin memulai atau mengembangkan usaha kecil.
“Minggu depan, Pemprov Sumut dan Bank Sumut bisa memberikan modal usaha untuk ibu-ibu. Nanti kita kasih modalnya untuk 50 orang pertama, dan selanjutnya kalau usahanya bagus kita kasih lagi tambahan modalnya.”
Inisiatif ini menempatkan pemulihan ekonomi rumah tangga sebagai bagian integral dari fase pasca-bencana, bukan sekadar perbaikan infrastruktur fisik. Dengan membuka kembali akses jalan dan menyediakan permodalan mikro, pemerintah provinsi berupaya mempercepat pemulihan mata pencaharian warga yang terdampak.
Suara dari Warga
Idasari, salah satu warga Desa Parjalihotan, menyambut positif kehadiran jembatan dan perhatian pemerintah provinsi. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas upaya pemulihan yang dilakukan.
“Terima kasih pak Gubernur atas perhatiannya, semoga kami terus diberikan perhatian seperti ini.”
Bagi masyarakat Pinangsori, jembatan ini bukan hanya struktur baja dan beton, melainkan simbol bahwa isolasi pascabencana tidak akan dibiarkan berlarut. Selama program pemulihan berjalan hingga 2028, konektivitas, akses pendidikan, dan peluang ekonomi di desa-desa terpencil Tapanuli Tengah menjadi fokus utama kebijakan daerah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gubernur Sumut resmikan Jembatan Bailey dampak?
Gubernur Sumut resmikan Jembatan Bailey dampak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gubernur Sumut resmikan Jembatan Bailey dampak matter?
Gubernur Sumut resmikan Jembatan Bailey dampak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

