Lintas Kota

KPKP Jaktim dorong warga tanam singkong pendamping beras

InShot_20261005_134132078

Warga Jakarta Timur Didorong Menanam Pangan Pendamping Beras

Kabarlintas.com – KPKP Jaktim dorong warga tanam singkong sebagai salah satu langkah memperluas pilihan pangan keluarga di wilayah perkotaan. Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan permukiman, warga diajak membudidayakan tanaman pangan pendamping beras untuk mendukung ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Upaya tersebut berjalan seiring dengan Instruksi Sekretaris Daerah Khusus Ibu Kota Provinsi Jakarta Nomor 40 Tahun 2026 tentang Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras untuk Ketahanan Pangan Keluarga DKI Jakarta. Gerakan ini menempatkan lahan produktif di sekitar warga sebagai ruang yang dapat dirawat dan dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan.

Penanaman pangan pendamping beras tidak hanya berkaitan dengan penghijauan lingkungan. Hasil tanaman dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sekaligus membuka peluang nilai ekonomi apabila pengelolaannya dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Panen Singkong dan Petai di Cipinang Melayu

Penerapan gerakan tersebut terlihat di Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar. Warga RW 09 di kawasan itu menggelar panen singkong dan petai pada Jumat, 2 Oktober.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin ikut memanen bersama warga. Dari kegiatan tersebut, warga memperoleh sekitar 15 kilogram singkong dan 40 papan petai. Hasil itu menunjukkan bahwa lahan di wilayah perkotaan tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan sehari-hari ketika dikelola secara konsisten.

“Cukup baik dan bagus ya, panen ini maksimal tadi kita cabut singkong besar-besar dan petainya cukup segar, ini mewujudkan upaya ketahanan pangan optimal,” kata Munjirin.

Menurut Munjirin, kegiatan pemanfaatan lahan seperti ini perlu terus dijaga dan dikembangkan. Selain menjadi sumber bahan pangan di lingkungan sendiri, hasil kebun warga dapat memberi manfaat tambahan bagi masyarakat apabila kegiatan tanam dan perawatannya berkelanjutan.

Ragam Komoditas untuk Lahan Warga

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Timur Taufik Yulianto menyampaikan bahwa tanaman pangan selain beras dapat membantu masyarakat menjaga ketersediaan bahan makanan. Karena itu, KPKP Jaktim dorong warga tanam singkong sekaligus mengenalkan pilihan komoditas lain yang sesuai dengan kondisi lahan.

“Ya memang pemanfaatan lahan untuk tanaman pendamping beras bisa menjadi salah satu langkah masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan,” kata Taufik Yulianto.

Gerakan tersebut mencakup singkong, ubi, jagung, sukun, talas, pisang, dan labu madu. Keberagaman tanaman memberi keleluasaan bagi warga untuk memilih komoditas yang paling memungkinkan dibudidayakan di lingkungan masing-masing, baik pada kebun bersama maupun ruang tanam yang tersedia.

Singkong dapat diolah menjadi berbagai makanan, sedangkan ubi dan talas dapat menambah variasi bahan pangan keluarga. Jagung, sukun, pisang, serta labu madu juga menjadi pilihan yang dapat memperkaya hasil kebun warga. Dengan pilihan yang beragam, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan.

Ketahanan Pangan Berawal dari Lingkungan Terdekat

Tujuan utama penanaman pangan pendamping beras adalah memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pada tahap awal, hasil dari lahan yang dikelola warga diarahkan untuk konsumsi masyarakat. Pendekatan ini menjadikan kegiatan berkebun sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan, bukan sekadar aktivitas memperindah lingkungan.

KPKP Jaktim dorong warga tanam singkong melalui keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan. Perawatan tanaman, pengelolaan lahan, hingga pemanfaatan hasil panen dapat dilakukan bersama-sama. Pola tersebut juga memperkuat partisipasi warga dalam menjaga lahan agar tetap produktif.

Panen di Cipinang Melayu memperlihatkan bahwa keterbatasan ruang di kota tidak selalu menjadi hambatan untuk menghasilkan pangan. Dengan penataan dan perawatan yang rutin, lahan yang tersedia dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi warga sekitar.

Dalam jangka panjang, kebiasaan menanam beragam pangan pendamping beras diharapkan memperluas pilihan konsumsi keluarga. Kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari langkah sederhana, mulai dari pemanfaatan ruang tanam di lingkungan tempat tinggal.

FAQ Penanaman Pangan Pendamping Beras di Jakarta Timur

Apa tanaman yang dapat ditanam selain singkong?

Warga dapat memilih ubi, jagung, sukun, talas, pisang, atau labu madu. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan perawatan di lingkungan masing-masing.

Untuk apa hasil panen dari gerakan ini digunakan?

Pada tahap awal, hasil tanaman pangan pendamping beras difokuskan untuk konsumsi masyarakat. Hasil kebun dapat membantu menyediakan pilihan bahan pangan bagi keluarga di lingkungan warga.

Mengapa pemanfaatan lahan penting bagi ketahanan pangan keluarga?

Pemanfaatan lahan memungkinkan warga menghasilkan sebagian bahan pangan dari lingkungan terdekat. Selain mendukung ketersediaan makanan, kegiatan tersebut mendorong kebersamaan warga dalam merawat ruang produktif di wilayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *