Perpisahan Lionel Messi dengan Argentina Diproyeksikan Penuh Haru di Buenos Aires
Kabarlintas.com – Estadio Monumental di Buenos Aires diperkirakan menjadi pusat emosi publik Argentina ketika Lionel Messi memainkan pertandingan terakhirnya bersama tim nasional. Kapten La Albiceleste dijadwalkan menghadapi Benin dalam laga persahabatan pada Rabu (7/10), yang akan menjadi penampilannya yang ke-208 untuk Argentina.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni melihat pertandingan tersebut sebagai sebuah kesempatan istimewa bagi suporter, rekan setim, dan seluruh pihak yang mengikuti perjalanan Messi di level internasional. Ia meyakini suasana di stadion akan sulit dilupakan karena besarnya ikatan antara sang pemain dan para penggemar Argentina.
“Itu akan menjadi hari yang tak terlupakan,” kata Scaloni.
Bagi Argentina, laga melawan Benin bukan hanya sekadar agenda persahabatan. Pertandingan itu akan menandai penutupan satu bab penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Messi telah menjadi wajah utama La Albiceleste selama bertahun-tahun, melewati berbagai fase mulai dari kegagalan di turnamen besar hingga puncak kejayaan di Piala Dunia 2022 Qatar.
Keputusan pensiun dari tim nasional datang setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Dengan demikian, pertandingan di Buenos Aires akan menjadi momen terakhir publik menyaksikan Messi mengenakan seragam Argentina sebagai pemain aktif.
Antusiasme untuk penghormatan terakhir
Scaloni menggambarkan tingginya keinginan masyarakat Argentina untuk hadir dan memberi penghormatan kepada Messi. Dampak kehadiran pemain berusia 39 tahun itu, dalam pandangan sang pelatih, selalu terasa luas: di ruang ganti, di hadapan lawan, serta di tribun stadion.
“Saya membayangkan bila ada lima Stadion Monumental, semuanya akan penuh,” ujar Scaloni.
Ucapan tersebut menggambarkan besarnya tempat Messi di hati publik Argentina. Selama kariernya, ia tidak hanya membawa kemampuan teknis dan gol, tetapi juga menjadi figur yang menghubungkan beberapa generasi penggemar. Banyak pendukung tumbuh dengan menyaksikan perjalanannya sejak masa awal bersama tim nasional hingga akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.
Estadio Monumental sendiri memiliki arti besar dalam sepak bola Argentina. Stadion tersebut kerap menjadi panggung pertandingan kandang yang sarat tekanan, harapan, dan perayaan. Ketika Messi memasuki lapangan untuk laga terakhirnya nanti, perhatian kemungkinan akan tertuju pada setiap detail: sambutan dari tribune, ekspresi rekan-rekan setimnya, hingga momen akhir ketika ia meninggalkan lapangan.
Rekor yang membentuk warisan Messi
Messi akan menutup perjalanan internasionalnya sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina, yaitu 208 pertandingan. Catatan itu memperlihatkan daya tahan dan konsistensinya selama berada di level tertinggi sepak bola dunia.
Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Albiceleste dengan 125 gol. Angka tersebut memperkuat perannya sebagai tumpuan Argentina dalam banyak pertandingan penting, baik pada laga kualifikasi, persahabatan, Copa America, maupun Piala Dunia.
Warisan Messi juga tercatat kuat di ajang Piala Dunia. Ia merupakan satu-satunya pemain yang pernah menjadi starter dalam tiga final Piala Dunia. Selain itu, ia mengoleksi kontribusi gol terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut, dengan total 33 kontribusi yang terdiri dari 21 gol dan 12 assist.
Rangkaian pencapaian itu menjelaskan mengapa perpisahan ini dipandang melampaui satu pertandingan. Bagi penggemar Argentina, laga kontra Benin akan menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang seorang pemain yang menghadapi tuntutan luar biasa sejak awal karier internasionalnya.
Puncak perjalanan di Qatar
Karier Messi bersama Argentina mencapai titik paling berkesan ketika ia membawa tim itu menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar. Gelar tersebut memberi penutup sempurna bagi penantian panjang Argentina dan menjadi pencapaian yang selama bertahun-tahun sangat diharapkan oleh Messi serta para pendukungnya.
Keberhasilan di Qatar juga mengubah cara banyak orang memandang perjalanan Messi di tim nasional. Sebelum meraih trofi tersebut, ia telah melewati periode penuh tekanan dan ekspektasi. Setelah menjadi juara dunia, statusnya sebagai salah satu figur terpenting dalam sejarah sepak bola Argentina semakin sulit dibantah.
Meski pertandingan terakhirnya akan membawa suasana sentimental, Argentina tetap harus memikirkan masa depan. Tim ini mulai bergerak menuju periode setelah Messi, dengan sejumlah pemain muda memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam pertandingan terakhir.
Nico Paz dan Franco Mastantuono termasuk nama yang mulai memperlihatkan penampilan menjanjikan. Kehadiran mereka memberi gambaran bahwa regenerasi telah berjalan, meskipun menggantikan pengaruh Messi tentu bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh satu pemain atau dalam waktu singkat.
Peran Scaloni pada era berikutnya
Scaloni diperkirakan akan tetap memimpin Argentina setidaknya sampai Copa America 2028, dengan peluang melanjutkan tugas hingga Piala Dunia 2030. Keberlanjutan kepemimpinannya dinilai penting untuk menjaga fondasi tim saat Argentina memasuki fase baru.
Gelandang Enzo Fernandez menekankan nilai besar dari kehadiran Scaloni bagi skuad juara dunia tersebut. Ia melihat sang pelatih sebagai sosok yang membentuk tim dan membantu Argentina tetap kompetitif di panggung tertinggi.
“Dia yang membangun tim ini. Kami harus terus bersaing di level tertinggi,” kata Fernandez.
Laga melawan Benin akan mengandung dua makna sekaligus: perpisahan bagi pemain paling berpengaruh dalam generasinya dan awal dari tantangan baru bagi Argentina. Ketika Messi mengakhiri 208 penampilannya bersama La Albiceleste, tim nasional itu akan melanjutkan langkah dengan warisan besar yang ditinggalkannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Scaloni pastikan perpisahan Messi sangat emisional?
Scaloni pastikan perpisahan Messi sangat emisional is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Scaloni pastikan perpisahan Messi sangat emisional matter?
Scaloni pastikan perpisahan Messi sangat emisional matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

