Wali Kota Bandung ajak warga doakan jurnalis hilang di Selat Sunda
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak warga untuk memanjatkan doa bagi lima jurnalis foto dan tiga awak kapal yang belum diketahui keberadaannya di
Doa untuk Delapan Orang yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Kabarlintas.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak warga untuk memanjatkan doa bagi lima jurnalis foto dan tiga awak kapal yang belum diketahui keberadaannya di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rombongan itu hilang kontak ketika menjalankan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Seruan tersebut disampaikan Farhan di Bandung pada Jumat, saat operasi pencarian memasuki hari keempat. Ia menyatakan rasa prihatin dan duka atas situasi yang dihadapi para jurnalis, awak kapal, serta keluarga yang masih menanti kabar.
“Ada beberapa sahabat kita, ada lima orang jurnalis dan tiga orang kru dalam peliputan Anak Krakatau itu masih dalam posisi hilang dan hari ini memasuki hari keempat. Tentu kami sangat berduka,” ujar Farhan di Bandung, Jumat.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian dapat segera menemukan delapan orang tersebut dalam keadaan selamat. Farhan juga meminta masyarakat memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tengah menghadapi masa penuh ketidakpastian.
“Mari kita berdoa agar tiga orang kru dan lima orang jurnalis ini bisa segera ditemukan, insyaallah dalam keadaan selamat. Kita berdoa bersama agar keluarga yang ditinggalkan betul-betul teguh, kuat dan takwa,” katanya.
Pencarian Diperluas dengan 13 Kapal
Upaya pencarian di Selat Sunda terus dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas bersama unsur SAR gabungan. Pada hari keempat operasi, sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk menyisir area yang telah dibagi ke dalam empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa pembagian wilayah pencarian dilakukan agar penyisiran dapat menjangkau kawasan yang lebih luas. Kondisi perairan Selat Sunda menuntut koordinasi antarlembaga karena wilayah tersebut menjadi jalur laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra serta berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,” katanya di Pandeglang, Jumat.
Armada yang diterjunkan dalam operasi itu meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
Farhan mengapresiasi kerja sama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat. Keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tim pendukung lain memperlihatkan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu. Kehadiran berbagai jenis kapal juga memungkinkan operasi menyesuaikan kebutuhan penyisiran pada sektor-sektor yang telah ditentukan.
Lima Pewarta Foto dalam Rombongan Peliputan
Lima jurnalis yang hilang kontak merupakan pewarta foto yang menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk mendokumentasikan erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka adalah Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA; Arie Basuki dari merdeka.com; Donal Husni yang bekerja sebagai fotografer lepas; Yudhistira dari iNews; serta Daus dari Anadolu.
Kontak dengan kelima pewarta foto dan tiga kru kapal terputus sejak Senin (7/9). Mereka saat itu sedang dalam perjalanan menuju area peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga hari keempat pencarian, keberadaan rombongan tersebut masih belum diketahui.
Peristiwa ini kembali menegaskan besarnya risiko pekerjaan jurnalistik di lapangan, terutama dalam peliputan bencana dan aktivitas alam. Pewarta foto sering bertugas mendekati lokasi penting agar masyarakat dapat memperoleh gambaran visual dari sebuah peristiwa, sementara keselamatan tetap menjadi kebutuhan utama dalam setiap peliputan.
Di sisi lain, operasi pencarian menjadi perhatian luas karena menyangkut delapan orang sekaligus. Keluarga, rekan kerja, komunitas pers, serta masyarakat menunggu perkembangan dari penyisiran yang dilakukan di perairan Selat Sunda.
Dukungan untuk Keluarga dan Tim Penyelamat
Ajakan berdoa dari Wali Kota Bandung tidak hanya ditujukan bagi keselamatan para korban, tetapi juga bagi keluarga yang sedang menanti kepastian. Dalam situasi seperti ini, dukungan publik dapat menjadi penguat bagi keluarga maupun petugas yang bekerja di lapangan.
Gunung Anak Krakatau merupakan kawasan vulkanik aktif, sehingga aktivitas peliputan di sekitarnya memerlukan perhatian terhadap perkembangan kondisi alam dan keselamatan perjalanan laut. Pencarian yang sedang berlangsung berfokus pada penemuan rombongan yang hilang kontak, dengan dukungan armada laut serta personel dari sejumlah institusi.
Harapan utama tetap tertuju pada ditemukannya lima jurnalis foto dan tiga awak kapal dalam keadaan selamat. Seiring operasi terus berjalan, doa dan perhatian masyarakat menjadi bentuk solidaritas bagi mereka yang masih dicari serta keluarga yang menunggu kepulangan mereka.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wali Kota Bandung ajak warga doakan?
Wali Kota Bandung ajak warga doakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wali Kota Bandung ajak warga doakan matter?
Wali Kota Bandung ajak warga doakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
