Pengobatan Hipertensi dan Diabetes Lewat CKG Mulai Diperluas
Kabarlintas.com – Menkes – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai diarahkan bukan hanya untuk menemukan masalah kesehatan, tetapi juga memastikan peserta yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa 907 ribu kasus hipertensi dan diabetes yang terdeteksi melalui program tersebut telah memasuki tahap pengobatan.
Langkah ini menjadi bagian dari perluasan pelaksanaan CKG pada 2026. Setelah fokus besar pada pemeriksaan awal pada tahun sebelumnya, pemerintah kini menaruh perhatian pada tata laksana, termasuk pemberian obat dan pemantauan hasil terapi bagi warga yang teridentifikasi memiliki risiko penyakit tidak menular.
Hingga saat ini, CKG telah menjangkau 109 juta orang. Jumlah pendaftar telah mencapai 116 juta peserta, sementara sasaran program pada 2026 ditetapkan sebanyak 130 juta orang. Pemeriksaan difokuskan pada tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta obesitas karena keempatnya berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.
Jarak Capaian Pengobatan Masih Lebar
Pada 2025, sebanyak 73 juta orang mengikuti skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 7 juta orang diketahui mengalami hipertensi. Namun, warga yang sudah menerima pengobatan hipertensi baru mencapai 755 ribu orang.
“Hipertensi ini kemudian dikasih obat yang dia harus minum setiap hari. Yang diobati adalah 755 ribu, masih kecil. Itu yang tadinya targetnya kita 80 persen, jadi harusnya 80 persen dari yang 7 juta itu diobati. Jadi harusnya angkanya itu 5,6 juta, sekarang kita baru 755 ribu. Itu PR-nya kita,” kata Budi.
Angka tersebut setara sekitar 11 persen dari keseluruhan peserta yang ditemukan memiliki hipertensi. Target pemerintah adalah agar 80 persen pasien yang membutuhkan pengobatan dapat memperoleh obat secara teratur. Dengan jumlah temuan hipertensi sekitar 7 juta kasus, sasaran pengobatan idealnya berada di kisaran 5,6 juta orang.
Penanganan hipertensi membutuhkan keberlanjutan karena obat harus dikonsumsi setiap hari sesuai arahan tenaga kesehatan. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup dinilai dari banyaknya orang yang menjalani pemeriksaan. Ketersediaan pengobatan, kepatuhan pasien, dan pemantauan kondisi kesehatan menjadi bagian penting setelah seseorang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi.
Menilai Hasil Pengobatan
Budi menuturkan pemerintah juga membidik hasil yang lebih jauh, yakni pemulihan kondisi kesehatan peserta yang telah memperoleh terapi. Sasaran berikutnya adalah 80 persen dari penerima pengobatan dapat kembali berada dalam kondisi sehat atau terkendali.
“Itu sekarang datanya kita belum ada, kita lagi tarik. Tapi memang secara bertahap kalau tahun lalu kita fokus ke skriningnya, tahun ini kita skrining dan tata laksananya, dikasih obatnya, nah kalau bisa di akhir tahun ini sampai tahun depan kita sudah benar-benar bisa mengukur, dia sehat kembali apa enggak,” ujarnya.
Pengukuran tersebut penting untuk membedakan antara peserta yang telah didiagnosis, peserta yang mulai menerima obat, dan peserta yang kondisinya benar-benar membaik. Penyaringan kesehatan dapat memberi gambaran awal mengenai besarnya masalah, tetapi pengendalian penyakit memerlukan tindak lanjut yang konsisten.
Pemerintah mengambil perhatian khusus pada penyakit kardiovaskular karena gangguan pembuluh darah dan jantung menjadi penyebab kematian yang besar. Tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak terkontrol, kolesterol, dan obesitas dapat saling berkaitan dalam meningkatkan risiko kondisi tersebut.
Target Triple 80
Kementerian Kesehatan menggunakan gambaran target “triple 80” dalam penguatan program. Konsep itu mencakup 80 persen penduduk menjalani skrining, 80 persen orang yang diketahui sakit mendapatkan obat, serta 80 persen pasien yang telah diobati mencapai kondisi sehat atau terkendali.
“Karena kalau kita bisa mengendalikan keempat faktor risiko tadi, terbukti secara riset bisa menurunkan kematian yang tinggi. Terutama kematian di bidang cardiovascular disease. CVD itu cardiovascular disease. Kematiannya disebabkan karena masalah pembuluh darah dan jantung. Ini contohnya di Korea. Jadi Korea bisa mencapai triple 80 misalnya,” kata Budi.
Target itu menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan pintu awal, bukan akhir dari proses pelayanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar, peserta dengan tekanan darah tinggi atau gangguan gula darah perlu mendapat akses lanjutan agar risiko komplikasi dapat ditekan.
Program kesehatan gratis juga dikaitkan dengan sasaran pembangunan kesehatan nasional. Budi menyebut target RPJMN Kementerian Kesehatan adalah meningkatkan rata-rata usia hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Upaya mendeteksi faktor risiko lebih dini dipandang penting untuk mendukung tujuan tersebut.
Temuan Kesehatan Peserta CKG
Hasil pelaksanaan CKG menunjukkan sejumlah persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian. Dislipidemia menjadi temuan dengan proporsi tertinggi, mencapai 72,7 persen. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan kadar lemak dalam darah dan perlu menjadi perhatian karena berhubungan dengan risiko penyakit pembuluh darah serta jantung.
Selain itu, karies gigi ditemukan pada 32,5 persen peserta. Obesitas tercatat pada 18,2 persen peserta, sementara prehipertensi mencapai 9,9 persen dan hipertensi 9,7 persen. Temuan lain meliputi prediabetes sebesar 4,5 persen serta diabetes sebesar 2,2 persen.
Ragam temuan tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesehatan secara menyeluruh, dari kesehatan gigi hingga pengendalian faktor risiko metabolik. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kondisi berat badan dapat membantu seseorang mengenali perubahan kesehatan yang sering kali tidak langsung menimbulkan keluhan.
Dengan cakupan peserta yang terus meningkat, tantangan utama CKG pada tahap berikutnya adalah memastikan hasil pemeriksaan tersambung dengan layanan pengobatan dan pemantauan. Perluasan tata laksana pada 2026 diharapkan dapat memperkecil jarak antara jumlah warga yang terdeteksi mengalami hipertensi atau diabetes dan jumlah yang benar-benar menerima penanganan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menkes?
Menkes is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menkes matter?
Menkes matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

