Dody Muhammad Pasha Meninggal Saat Mengikuti ITB Ultra Marathon 2026
Kabarlintas.com – Suasana ITB Ultra Marathon 2026 berubah menjadi duka setelah Dody Muhammad Pasha, mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, meninggal dunia ketika mengikuti perlombaan lari tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/10) di sekitar kawasan Pesantren Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat.
Dody saat itu menjadi peserta kategori Relay 16 dan berlari membawa bendera komunitas Tambang Berlari. Ajang ITB Ultra Marathon 2026 sendiri diikuti 5.216 pelari. Ketika mengalami keluhan kesehatan di lintasan, peserta tersebut segera mendapatkan respons dari petugas medis yang berada di area perlombaan.
Penanganan Darurat di Lintasan
Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026 Aleks Suhanto serta Race Director Ahmad Shalahuddin Zulfa membenarkan insiden tersebut di Bandung pada Minggu. Tim medis lapangan, termasuk dokter yang bertugas, langsung melakukan pertolongan pertama sebelum Dody dibawa ke Rumah Sakit Dr Hafiz Cianjur untuk memperoleh perawatan lanjutan.
“Saat kejadian, tim medis yang bertugas di lapangan, termasuk dokter, telah memberikan tindakan pertolongan pertama kepada peserta tersebut. Selanjutnya, peserta dirujuk ke Rumah Sakit Dr Hafiz Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Berbagai tindakan medis telah dilakukan oleh tim rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia,” kata Aleks Suhanto.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kegiatan olahraga jarak jauh membutuhkan perhatian penuh terhadap kondisi tubuh. Dalam perlombaan lari, terutama format ultra marathon dan estafet dengan rute panjang, peserta perlu segera menyampaikan keluhan fisik kepada petugas atau marshal. Keputusan untuk berhenti, beristirahat, atau meminta pemeriksaan medis merupakan bagian penting dari keselamatan peserta.
Komunitas Tambang Berlari turut mengajak para pelari untuk tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan selama berada di lintasan. Komunitas tersebut juga mendorong kesiapsiagaan marshal internal ketika ada pelari yang merasakan keluhan fisik. Pesan ini menempatkan keselamatan sebagai perhatian bersama, baik bagi peserta, pendamping, panitia, maupun rekan satu komunitas.
Pendampingan untuk Keluarga
Setelah rumah sakit menyatakan Dody meninggal dunia, pimpinan ITB, panitia kegiatan, dan perwakilan alumni datang mendampingi keluarga di rumah sakit. Dari pihak kampus, pendampingan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof Edwan Kardena serta Direktur Kemahasiswaan ITB Prof Muhammad Insanu.
Pengurus Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB juga terlibat dalam pendampingan tersebut. Sementara itu, Tambang Berlari, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, dan panitia acara berkoordinasi untuk mengawal proses pemulangan jenazah ke Jambi, tempat keluarga almarhum berada.
Jenazah Dody diberangkatkan dari Jawa Barat pada Minggu dan dijadwalkan tiba di Jambi pada malam hari. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung pada Senin (19/10). ITB menugaskan Kasubdit Humas ITB Imam Santoso bersama perwakilan FTTM ITB untuk mendampingi keluarga hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai.
Doa Bersama di Kampus Ganesha
Duka juga disampaikan dalam doa bersama yang dipimpin Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara di garis finis ITB Kampus Ganesha, Bandung, pada Minggu. Momen tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika, peserta lomba, alumni, dan masyarakat yang hadir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum.
“Atas nama seluruh panitia ITB Ultra Marathon 2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Dody Muhammad Pasha. Kami memohon doa dari seluruh keluarga besar ITB, alumni, peserta, dan masyarakat agar almarhum diterima seluruh amal ibadahnya serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Aleks.
Kepergian Dody Muhammad Pasha meninggalkan kesedihan bagi keluarga, rekan-rekan mahasiswa, komunitas Tambang Berlari, serta keluarga besar ITB. Di tengah semangat kebersamaan yang biasanya mewarnai ajang lari, peristiwa ini memperlihatkan pentingnya dukungan antarpeserta dan kesiapan sistem pertolongan di setiap kegiatan olahraga.
Panitia telah menyampaikan bahwa tindakan medis darurat dilakukan segera setelah keluhan kesehatan muncul. Pendampingan berikutnya juga melibatkan unsur kampus, alumni, organisasi mahasiswa, komunitas lari, dan keluarga. Rangkaian perhatian tersebut diarahkan untuk memastikan keluarga almarhum memperoleh dukungan selama proses pemulangan hingga pemakaman.
Bagi para pelari, pengalaman di lintasan tidak hanya berkaitan dengan target waktu atau garis finis. Mengenali kemampuan diri, memperhatikan perubahan kondisi tubuh, menjaga komunikasi dengan petugas, dan tidak memaksakan diri ketika muncul keluhan adalah bagian dari tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan lari. Dalam suasana duka ini, doa dan simpati mengalir bagi keluarga serta seluruh pihak yang kehilangan Dody Muhammad Pasha.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mahasiswa ITB meninggal dunia saat ikuti?
Mahasiswa ITB meninggal dunia saat ikuti is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mahasiswa ITB meninggal dunia saat ikuti matter?
Mahasiswa ITB meninggal dunia saat ikuti matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

