KPK Tahan Sejumlah Pihak dalam OTT Terkait Pengurusan HGB Summarecon di Bogor
Kabarlintas.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menahan sejumlah orang setelah operasi tangkap tangan yang berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan atau HGB Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Operasi tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026, dan menjadi OTT ke-20 yang dikonfirmasi KPK sepanjang tahun ini.
Di antara pihak yang ditahan terdapat Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz, yang dikenal sebagai Fahd Arafiq, serta Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi. Keduanya terlihat mengenakan rompi tahanan KPK saat dibawa menuju kendaraan tahanan dari Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Selasa.
Fahd Arafiq memakai rompi tahanan bernomor 172, sedangkan Adrianto Pitojo Adhi mengenakan rompi bernomor 201. Penahanan itu menunjukkan perkara telah memasuki tahap penyidikan terhadap para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pejabat Pertanahan dan Mantan Kepala Daerah Turut Menjadi Tersangka
Kasus ini juga menyeret Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan terlihat memimpin rombongan menuju mobil tahanan KPK dengan rompi bernomor 232.
Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto turut berada dalam daftar tersangka. Arif mengenakan rompi oranye bernomor 218. Selain itu, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Lampri, juga ditahan dengan rompi bernomor 163.
KPK menyebut terdapat tiga tersangka lain dalam perkara tersebut. Namun, identitas ketiganya belum diumumkan kepada publik. Dengan demikian, jumlah orang yang berstatus tersangka dalam penanganan kasus ini mencakup sedikitnya delapan pihak.
Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan 17 orang. Sejumlah nama yang diamankan mencakup Lampri, Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Tardi, Fahd Arafiq, Arif Sugiyanto, dan Adrianto Pitojo Adhi.
Dugaan Korupsi Pengurusan Hak Guna Bangunan
Perkara ini berkaitan dengan proses pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor. HGB merupakan salah satu bentuk hak atas tanah yang memungkinkan pemegangnya mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliknya dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan hukum pertanahan.
Dalam praktik administrasi pertanahan, pengurusan HGB melibatkan proses pemeriksaan data, penetapan hak, serta penerbitan dokumen oleh instansi berwenang. Karena menyangkut nilai ekonomi tanah dan kegiatan pembangunan, proses tersebut menuntut kepatuhan pada prosedur serta pengawasan yang ketat.
Penetapan tersangka dan penahanan dalam perkara ini merupakan bagian dari proses penegakan hukum KPK. Perkara tersebut masih berjalan, sementara konstruksi lengkap dugaan perbuatan, peran masing-masing tersangka, dan identitas tiga pihak lainnya masih menunggu penjelasan resmi lebih lanjut dari lembaga antirasuah.
Uang Tunai Diperkirakan Bernilai Ratusan Miliar Rupiah
Selain mengamankan para pihak, KPK menyita uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing. Nilai keseluruhan barang bukti uang itu diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Uang tersebut dikemas dalam sekitar 20 boks, kardus, dan koper. Penyitaan barang bukti menjadi salah satu unsur penting dalam proses penyidikan untuk menelusuri asal, aliran, serta kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang didalami.
Besarnya nilai uang yang disita membuat perkara ini mendapat perhatian luas, terutama karena melibatkan unsur perusahaan, pejabat di bidang pertanahan, mantan kepala daerah, dan tokoh politik. Penanganan perkara diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai dugaan penyimpangan dalam proses pengurusan hak atas tanah.
KPK masih melanjutkan penyidikan atas OTT tersebut. Publik menanti pengungkapan lebih rinci mengenai rangkaian peristiwa, peran para tersangka, serta perkembangan penanganan barang bukti yang telah diamankan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KPK tahan Fahd Arafiq hingga Presdir?
KPK tahan Fahd Arafiq hingga Presdir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KPK tahan Fahd Arafiq hingga Presdir matter?
KPK tahan Fahd Arafiq hingga Presdir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

