Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Hiburan

Film “Descendants of The Sun” akan ditayangkan tahun 2027

Karen Johnson - kabarlintas.com 4 mins read

Industri perfilman Indonesia kembali mengambil langkah besar dalam kolaborasi lintas negara. Sutradara Hanung Bramantyo secara resmi mengumumkan bahwa film

Film “Descendants of The Sun” akan ditayangkan tahun 2027

Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Dipasangkan dalam Adaptasi Film Korea “Descendants of The Sun” yang Akan Tayang 2027

Kabarlintas.com – Industri perfilman Indonesia kembali mengambil langkah besar dalam kolaborasi lintas negara. Sutradara Hanung Bramantyo secara resmi mengumumkan bahwa film layar lebar “Descendants of The Sun”, sebuah adaptasi dari serial drama Korea Selatan yang fenomenal pada 2016, akan menyapa penonton di bioskop-bioskop Tanah Air pada tahun 2027. Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran pers rumah produksi yang dirilis di Jakarta pada hari Selasa, sekaligus menegaskan komitmen Hanung untuk menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan sensibilitas penonton domestik.

Adaptasi yang Dikontekstualisasikan untuk Pasar Lokal

Serial drama asal Korea Selatan yang menjadi bahan adaptasi ini pertama kali tayang pada 2016 dan langsung mencuri perhatian jutaan pemirsa di Asia. Di versi aslinya, kisah romansa berlatar dunia medis dibawakan oleh Song Joong-ki, Song Hye-kyo, Jin Goo, dan Kim Ji-won. Namun Hanung tidak sekadar menerjemahkan naskah secara harfiah. Ia memilih untuk mengadaptasi narasi tersebut agar lebih relevan dengan konteks sosial dan budaya penonton Indonesia, sebuah pendekatan yang sejalan dengan rekam jejaknya sebagai sinefil yang memahami dinamika pasar lokal.

Hanung sendiri bukan nama baru dalam dunia perfilman nasional. Ia telah dua kali menyabet penghargaan Sutradara Terbaik di ajang Festival Film Indonesia, sebuah pencapaian yang menegaskan posisinya di antara sinear paling berpengaruh di negeri ini. Pengalaman panjang tersebut menjadi fondasi bagi keputusannya untuk menangani proyek adaptasi berskala internasional ini dengan pendekatan yang tetap berpijak pada identitas sinema Indonesia.

Dueto Romantis Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo

Untuk menghidupkan kembali dinamika romantis yang menjadi inti cerita, Hanung memilih dua nama besar di industri hiburan nasional: aktor Reza Rahadian dan aktris Dian Sastrowardoyo. Keduanya akan memerankan pasangan dengan latar profesi berbeda, di mana benang merah idealisme menjadi pendorong utama hubungan mereka. Bagi Dian, proyek ini menandai kali pertama ia dan Reza benar-benar dipasangkan dalam satu cerita asmara di layar lebar.

“Saya dan Reza tentu saja sudah lama berkarier di perfilman, dan sudah sejak lama kami saling mengenal. Tapi ternyata baru di proyek inilah kami benar-benar dipersatukan dalam sebuah project, sebagai co-actor, dan akan terlibat love interest, sangat excited,” ujar Dian.

Reza, di sisi lain, menyambut kolaborasi ini dengan nuansa personal yang kuat. Ia dan Hanung telah bekerja sama sejak penggarapan film “Perempuan Berkalung Sorban” pada 2009, bahkan sebelum itu melalui sejumlah video klip. Bagi Reza, hubungan kerja dengan sang sutradara telah melampaui batas profesional biasa.

“Mas Hanung bagi saya sudah seperti Kakak. Kami bekerja bersama sejak lama, sejak film ‘Perempuan Berkalung Sorban’. Bahkan dari video klip, kami sudah bekerja sama,” kenang Reza.

“Jadi ini bukan sekadar reuni, karena hampir setiap tahun mungkin pasti kami ada produksi bersama. Saya tidak bisa menolak untuk Mas Hanung,” tambahnya.

Eva Celia Menambah Kekuatan Ensemble

Selain duet utama, film ini juga akan menampilkan aktris Eva Celia dalam peran yang ia sebut sebagai tantangan tersendiri. Eva mengungkapkan bahwa awalnya ia merasa cemas menghadapi kompleksitas karakter yang ditugaskan kepadanya, namun pendekatan penyutradaraan Hanung berhasil menciptakan ruang kreatif yang nyaman.

“Deg-degan sekali awalnya, apalagi di film ini saya mendapat tantangan tersendiri. Namun Mas Hanung berhasil memberikan ruang yang nyaman dalam direction-nya, sehingga saya juga merasa menemukan playground dalam mengembangkan karakter yang saya perankan,” jelas Eva.

Kolaborasi Produksi Tiga Negara

Yang membuat proyek ini istimewa bukan hanya dari sisi kreatif, tetapi juga dari arsitektur produksinya. Penggarapan film adaptasi “Descendants of The Sun” melibatkan perusahaan dari tiga negara: Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia. Dari sisi Indonesia, entitas yang terlibat mencakup Dapur Film, RFA, NEWKO Global Entertainment, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), serta Piring Langit. Dari Korea Selatan, Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C turut serta. Sementara itu, D BAY FILM FACTORY SDN. BHD yang berbasis di Malaysia menjadi mitra produksi dari kawasan Asia Tenggara.

Distribusi dan penjualan internasional akan ditangani oleh Barunson E&A, sedangkan di pasar Korea Selatan sendiri, distribusi akan dioperasikan oleh Contents Panda, anak perusahaan dari NEW. Struktur ini menunjukkan bahwa film tidak hanya ditujukan untuk penonton domestik, tetapi juga diproyeksikan ke pasar regional dan global sejak tahap pra-produksi.

Implikasi bagi Lanskap Sinema Nasional

Kehadiran proyek semacam ini membawa implikasi yang melampaui satu judul film. Ia menandai semakin matangnya kemampuan rumah produksi Indonesia untuk menjadi tuan rumah adaptasi konten Korea Selatan dengan standar kualitas yang setara dengan produksi aslinya. Bagi penonton, tahun 2027 akan menjadi momen di mana mereka dapat menyaksikan reinterpretasi lokal dari salah satu drama Korea paling ikonik dekade 2010-an, dibawakan oleh talenta terbaik negeri sendiri dan disutradarai oleh sinear yang telah membuktikan kapasitasnya di panggung nasional maupun internasional. Dengan demikian, “Descendants of The Sun” bukan sekadar film adaptasi, melainkan pernyataan bahwa sinema Indonesia siap berdialog dengan budaya populer Asia dalam kapasitas yang setara.

Frequently Asked Questions

What is Film Descendants of The Sun akan?

Film Descendants of The Sun akan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Film Descendants of The Sun akan matter?

Film Descendants of The Sun akan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi