Polisi Kalsel Kembangkan Cairan Khusus Padamkan Bara Api di Dalam Tanah Gambut
Kabarlintas.com – Permasalahan kebakaran lahan gambut di Kalimantan Selatan selama bertahun-tahun meninggalkan satu titik lemah yang sulit diatasi: bara api yang mengendap jauh di bawah permukaan tanah. Air biasa yang disemprotkan dari atas tidak mampu menjangkau dan memadamkan sisa pembakaran tersebut, sehingga api dapat kembali menyala sewaktu-waktu. Untuk menjawab persoalan itu, Bidang Laboratorium dan Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Selatan meracik cairan inovasi berbasis surfaktan nabati yang diklaim mampu mendinginkan suhu tanah secara cepat dan memadamkan bara api hingga ke lapisan dalam gambut.
Inspektur Jenderal Rosyanto Yudha Hermawan, Kapolda Kalimantan Selatan, secara langsung menguji efektivitas cairan tersebut di dua lokasi kebakaran aktif di Banjarbaru pada Kamis. Titik uji pertama berada di kawasan Jalan Sempati Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, sementara titik kedua berada di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Kedua lokasi tersebut merupakan area permukiman yang kerap terdampak asap dan kebakaran lahan di musim kemarau.
Mekanisme Kerja dan Metode Aplikasi
Cairan hasil racikan Bidlabfor tidak digunakan secara langsung dalam bentuk pekat. Dalam praktiknya, cairan tersebut dicampurkan ke air biasa yang ditampung di kolam bioflok. Campuran kemudian dialirkan ke dalam tanah melalui metode suntik gambut. Kapolda sendiri telah merancang pipa sepanjang dua meter yang ditancapkan ke dalam lapisan gambut sebagai saluran distribusi cairan ke kedalaman tanah. Pendekatan ini memungkinkan cairan mencapai zona bara api yang selama ini menjadi penyebab utama kebakaran berulang.
Untuk memverifikasi keberhasilan pemadaman, Polda Kalsel memanfaatkan drone thermal. Perangkat tersebut merekam suhu permukaan tanah sebelum dan sesudah cairan disemprotkan, sehingga penurunan suhu dapat diukur secara objektif dan terdokumentasi.
“Hasilnya suhu tanah signifikan turun jadi dingin dalam waktu cepat dan bara api dalam gambut benar-benar padam,” jelas kapolda.
Penjelasan tersebut mengonfirmasi bahwa cairan berbasis surfaktan nabati tersebut berhasil mengatasi keterbatasan air biasa. Bara api yang mengendap di dalam tanah gambut—yang selama ini menjadi sumber kebakaran sekunder dan sulit dipadamkan—ternyata dapat dijinakkan sepenuhnya setelah disiram cairan khusus itu.
Skala Produksi dan Peran TNI AL serta TNI AU
Yudha menegaskan bahwa apabila cairan inovasi ini diproduksi dalam skala besar, logistik pengiriman bahan baku dari Pulau Jawa ke Kalimantan Selatan memerlukan dukungan armada udara dan laut. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk menggandeng TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut dalam proses distribusi tersebut.
“Jika nanti diproduksi dalam jumlah yang besar, tentu kita perlu bantuan TNI AU dan TNI AL untuk pengiriman bahan baku dari pulau Jawa ke Kalsel,” kata Yudha di Banjarbaru, Kamis.
Keterlibatan dua matra TNI ini bukan sekadar soal kapasitas angkut. Kalimantan Selatan, dengan luas wilayah gambut yang sangat besar dan akses jalan darat yang terbatas di banyak titik, memang membutuhkan jalur logistik udara dan laut untuk menjangkau area kebakaran yang terpencil. Kolaborasi lintas lembaga ini juga sejalan dengan semangat penanganan bencana yang mengedepankan sinergi seluruh komponen negara.
Konteks dan Implikasi bagi Penanganan Karhutla di Kalimantan
Kalimantan Selatan memiliki salah satu bentang alam gambut terluas di Indonesia. Setiap musim kemarau, ribuan hektare lahan gambut di provinsi ini rentan terbakar, baik akibat aktivitas manusia maupun kondisi cuaca ekstrem. Asap kebakaran lahan tidak hanya mengganggu kesehatan warga dan aktivitas penerbangan, tetapi juga memicu kerugian ekonomi yang besar bagi sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata.
Keberhasilan cairan inovasi Bidlabfor dalam memadamkan bara api di lapisan dalam tanah membuka kemungkinan baru bagi strategi pemadaman yang lebih tuntas. Selama ini, upaya pemadaman karhutla kerap berfokus pada api permukaan, sementara bara di bawah tanah dibiarkan menyala perlahan dan menjadi pemicu kebakaran ulang. Dengan metode suntik gambut dan pipa distribusi dua meter yang telah didesain, pendekatan baru ini berpotensi memutus siklus kebakaran berulang yang selama ini menghantui wilayah gambut Kalimantan Selatan.
Uji lapangan yang telah dilakukan di dua titik di Banjarbaru menjadi langkah awal. Apabila hasil evaluasi lanjutan menunjukkan konsistensi efektivitas, cairan inovasi ini dapat diintegrasikan ke dalam protokol penanganan karhutla di tingkat provinsi maupun nasional, dengan dukungan logistik dari TNI AL dan TNI AU untuk distribusi bahan baku dalam skala besar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU?
Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU matter?
Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

