Data Keluarga Dibutuhkan untuk Memastikan Identitas Korban KM Virgo Transport 8
Kabarlintas.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengimbau keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang masih hilang agar segera menyerahkan data keluarga. Kelengkapan informasi tersebut diperlukan untuk mempercepat dan memperlancar proses pencocokan identitas korban dalam operasi penanganan kecelakaan kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Posko pengumpulan data antemortem tersedia di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, serta Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Keluarga yang belum menyampaikan informasi terkait anggota keluarga yang hilang, termasuk apabila terdapat temuan korban baru, diminta mendatangi posko tersebut dengan membawa data yang diperlukan.
Lebih dari 100 Data Antemortem Terkumpul
Dokter Supriadi, anggota Tim DVI Polda Kalsel, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam, data antemortem dari lebih dari 100 keluarga telah diterima. Data itu dihimpun baik melalui posko di Pelabuhan Trisakti maupun sejumlah rumah sakit yang turut menerima laporan keluarga korban.
Data antemortem merupakan informasi yang dikumpulkan dari keluarga sebelum identitas korban dipastikan. Informasi ini dapat mencakup ciri fisik, riwayat kesehatan, data gigi, pakaian yang dikenakan, barang pribadi, serta keterangan lain yang dapat membantu tim membandingkannya dengan temuan korban. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan identitas dilakukan secara tepat dan tidak semata-mata mengandalkan pengenalan visual.
“Keluarga korban yang belum memberikan informasi terkait keluarga atau korban yang hilang, termasuk jika ada korban temuan baru, bisa segera menyampaikan data-data di Posko Ante Mortem kami di Pelabuhan Trisakti dan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin,” kata Supriadi.
Kelengkapan data dari keluarga memiliki arti besar, terutama saat pencarian masih berlangsung dan jumlah orang yang belum ditemukan masih cukup banyak. Informasi yang disampaikan keluarga juga membantu petugas menyusun pencocokan yang lebih akurat apabila tim SAR gabungan menemukan korban tambahan.
Sembilan Korban Meninggal Telah Teridentifikasi
Pada Sabtu, 19 September 2026, Tim DVI Polda Kalsel kembali mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia. Sebelumnya, enam korban telah lebih dahulu dikenali. Dengan tambahan tersebut, seluruh sembilan korban meninggal yang ditemukan oleh tim SAR gabungan telah berhasil diidentifikasi.
Identifikasi seluruh korban meninggal yang telah ditemukan memberi kepastian bagi keluarga masing-masing korban. Namun, tahapan pencarian dan pengumpulan informasi belum berakhir karena masih terdapat penumpang yang belum ditemukan hingga hari ketujuh operasi SAR.
Hingga pukul 21.00 Wita pada Sabtu malam, Basarnas mengonfirmasi 117 orang telah ditemukan. Dari jumlah itu, 108 orang ditemukan selamat dan sembilan lainnya meninggal dunia. Masih ada 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal.
Angka tersebut menunjukkan bahwa proses pencarian tetap menjadi fokus utama di samping identifikasi. Bagi keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabatnya, penyerahan data di posko antemortem dapat membantu memastikan informasi yang tersedia pada petugas selalu mutakhir.
Kecelakaan Terjadi dalam Pelayaran Surabaya–Banjarmasin
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal berangkat pada 12 September 2026 dan kemudian menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.
Pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, kapal tersebut kehilangan kontak. Pada hari yang sama, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Peristiwa itu kemudian memicu operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan tim SAR gabungan.
Perairan Masalembo berada di jalur laut yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa dan Kalimantan. Dalam situasi kecelakaan laut, koordinasi antara pencarian korban, layanan kesehatan, identifikasi forensik, serta pendataan keluarga menjadi rangkaian yang saling berkaitan. Setiap informasi yang diberikan keluarga dapat menjadi bagian penting dalam membantu petugas memberikan kepastian atas nasib penumpang.
Keluarga penumpang yang belum menyerahkan data diminta tidak menunda penyampaian informasi. Selain data terkait orang yang hilang, keterangan tentang ciri khusus dan dokumen pendukung dapat membantu proses DVI apabila diperlukan pencocokan lanjutan. Posko di Pelabuhan Trisakti dan Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menjadi titik pelayanan bagi keluarga yang ingin menyampaikan data tersebut.
Di tengah berlangsungnya operasi SAR, kebutuhan akan informasi yang akurat tetap menjadi perhatian. Data keluarga yang lengkap tidak hanya mendukung identifikasi korban meninggal, tetapi juga membantu pencatatan penumpang yang masih dicari agar penanganan bagi setiap keluarga dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is DVI minta keluarga korban KM Virgo?
DVI minta keluarga korban KM Virgo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does DVI minta keluarga korban KM Virgo matter?
DVI minta keluarga korban KM Virgo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

