Ekonomi

Penumpang Whoosh asal Malaysia capai 1.150 per hari

CjkinzN000002_20260915_CBMFN0A001

Wisatawan Malaysia Kian Menjadikan Whoosh Bagian dari Agenda Liburan

Kabarlintas.com – Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh semakin menempati posisi penting dalam perjalanan wisatawan asal Malaysia yang berkunjung ke Indonesia. Hingga Agustus 2026, layanan ini telah mencatat 403.600 perjalanan oleh warga negara Malaysia. Angka tersebut setara dengan 42,8 persen dari total 944.100 perjalanan penumpang asing yang menggunakan Whoosh.

Posisi Malaysia sebagai pasar internasional terbesar bagi Whoosh juga terlihat pada periode Januari hingga Agustus 2026. Dalam delapan bulan itu, warga Malaysia melakukan 105.100 perjalanan, atau sekitar 40 persen dari seluruh perjalanan penumpang berkewarganegaraan asing. Pada September, pembelian tiket oleh penumpang Malaysia rata-rata mencapai 1.150 tiket setiap hari.

“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva.

Memudahkan Perjalanan Jakarta dan Bandung

Bagi pelancong, perjalanan antara Jakarta dan Bandung bukan semata perpindahan dari satu kota ke kota lain. Rute tersebut sering menjadi bagian dari rangkaian kunjungan yang memadukan wisata perkotaan, belanja, kuliner, hingga tujuan alam di Jawa Barat. Kehadiran Whoosh memberi pilihan perjalanan yang membantu wisatawan menyusun jadwal lebih ringkas ketika waktu liburan terbatas.

Pola perjalanan wisatawan Malaysia umumnya mencakup dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, atau urutan sebaliknya. Lama kunjungan yang banyak dijalani berada pada kisaran empat hari tiga malam sampai lima hari empat malam. Dengan jadwal tersebut, kereta cepat menjadi penghubung praktis untuk menggabungkan beberapa agenda dalam satu perjalanan ke Indonesia.

Jakarta menarik perhatian wisatawan melalui pengalaman urban dan aktivitas berbelanja. Sementara itu, Bandung kerap dipilih untuk wisata kuliner. Sejumlah tujuan di Jawa Barat, termasuk Lembang dan Ciwidey, turut melengkapi rencana perjalanan wisatawan yang ingin menikmati kawasan alam setelah mengunjungi dua kota utama tersebut.

Whoosh pun berkembang menjadi salah satu pengalaman yang ingin dicoba, bukan hanya alat transportasi. Banyak penumpang Malaysia membagikan pengalaman mereka di media sosial, dengan perhatian pada kenyamanan perjalanan, harga tiket yang dinilai terjangkau, serta ketepatan waktu layanan.

Kerja Sama Paket Wisata Diperluas

Minat yang meningkat dari pasar Malaysia turut didorong oleh kerja sama biro perjalanan di Malaysia dengan mitra perjalanan di Jakarta dan Bandung. KCIC membuka ruang kolaborasi agar paket wisata dapat menyatukan perjalanan Whoosh dengan destinasi, akomodasi, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Paket perjalanan semacam ini relevan bagi wisatawan yang menginginkan susunan agenda lebih sederhana, terutama keluarga, kelompok kecil, dan pelancong individu. Interaksi KCIC dengan calon pengguna di Malaysia menunjukkan ketiga kelompok tersebut menjadi segmen yang dominan. Sebagian wisatawan mengatur perjalanan sendiri, sedangkan lainnya memilih paket yang telah dirancang oleh agen perjalanan.

Untuk memperkuat hubungan dengan pasar Malaysia, KCIC hadir dalam MATTA Fair di Kuala Lumpur serta menggelar sales mission di Penang. Kegiatan itu digunakan untuk memperkenalkan layanan Whoosh, pilihan pembelian tiket, konektivitas antara Jakarta dan Bandung, serta peluang penyusunan produk perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.

Upaya tersebut juga memberi kesempatan bagi calon penumpang untuk memahami tahapan perjalanan sebelum tiba di Indonesia. Informasi mengenai stasiun, pilihan kanal penjualan, dan penyusunan waktu perjalanan penting bagi wisatawan yang hendak menggabungkan penerbangan, perjalanan darat, serta kunjungan ke beberapa destinasi dalam satu liburan.

Pembelian Tiket dan Perencanaan Perjalanan

Meski penggunaan aplikasi dan layanan digital terus didorong, sebagian wisatawan Malaysia masih membeli tiket secara langsung atau dengan pola go show. Pertimbangan utama mereka berkaitan dengan kemungkinan perubahan jadwal penerbangan dan kondisi lalu lintas dalam perjalanan dari bandara.

KCIC mengarahkan wisatawan untuk merencanakan perjalanan melalui kanal resmi agar pilihan jadwal dapat dipersiapkan lebih awal. Tiket Whoosh tersedia melalui aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, loket stasiun, dan Ticket Vending Machine. Penumpang juga dapat menggunakan Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, serta Trip.com.

Bagi wisatawan yang memiliki jadwal kunjungan padat, pembelian tiket lebih awal dapat membantu menyelaraskan waktu keberangkatan dengan agenda hotel, tur, atau perjalanan lanjutan. Sementara itu, pembelian langsung tetap menjadi pilihan bagi penumpang yang memerlukan fleksibilitas setelah mendarat atau menyelesaikan kegiatan di Jakarta maupun Bandung.

Konektivitas perjalanan menjadi salah satu unsur penting dalam pengalaman wisata lintas kota. Ketika transportasi dapat diintegrasikan dengan akomodasi, destinasi, dan jadwal kegiatan, wisatawan memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan waktu kunjungan secara efektif tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.

Target Memperkuat Pengalaman Wisata Terintegrasi

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menilai tingginya penggunaan Whoosh oleh wisatawan Malaysia memperlihatkan bahwa layanan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan mereka saat berada di Indonesia. Perpaduan agenda Jakarta, Bandung, dan berbagai tujuan di Jawa Barat dapat dijalankan dalam satu rangkaian kunjungan.

“KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tutup Eva.

Dengan jumlah perjalanan yang terus menonjol dari pasar Malaysia, Whoosh memiliki peran lebih luas dalam mendukung mobilitas wisatawan mancanegara. Layanan ini menghubungkan dua kota dengan karakter wisata berbeda, sekaligus membuka akses yang lebih terencana menuju beragam pilihan perjalanan di Jawa Barat.

Frequently Asked Questions

What is Penumpang Whoosh asal Malaysia capai 1 150?

Penumpang Whoosh asal Malaysia capai 1 150 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penumpang Whoosh asal Malaysia capai 1 150 matter?

Penumpang Whoosh asal Malaysia capai 1 150 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *