Lintas Kota

PPKUKM dan Sudindik Jaksel latih siswa SMK jadi wirausaha muda

1001074825

Pelatihan Gen Z Academy Dorong Siswa SMK Jaksel Merintis Usaha

Kabarlintas.com – Sebanyak 25 siswa terpilih dari SMK Wisata Indonesia di Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendapat pembekalan kewirausahaan melalui program Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Gen Z Academy. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk melihat masa depan setelah lulus tidak semata-mata sebagai pencari pekerjaan, melainkan juga sebagai calon pembuka peluang kerja.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan dengan Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan. Yayasan International Creative Action (ICE) turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang digelar di SMK Wisata Indonesia, Jakarta, pada Senin.

Bagi siswa sekolah kejuruan, kemampuan teknis yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi pijakan untuk membangun usaha. Namun, keterampilan membuat produk atau memberikan layanan perlu dilengkapi dengan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta keberanian mengambil inisiatif. Pelatihan ini diarahkan untuk menghubungkan seluruh kemampuan tersebut dengan praktik bisnis yang nyata.

Tiga Tahap Pengembangan Peserta

Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, menjelaskan bahwa TKK Gen Z Academy disusun untuk memperluas pola pikir generasi Z. Peserta diharapkan mampu menangkap peluang yang tumbuh di tengah perkembangan ekonomi kreatif dan mengubah keterampilan pribadi menjadi nilai ekonomi.

“Pelatihan ini bertujuan membekali anak muda dengan kemandirian finansial dan mengubah pola pikir konvensional sebagai pekerja. Kami ingin menyiapkan mereka menjadi wirausahawan yang tangguh dan mandiri,” kata Djaharuddin.

Pelaksanaan program mencakup pelatihan bersama trainer, coaching, mentoring, matching, serta kurasi produk. Rangkaian tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi di kelas. Peserta juga diajak mengenali potensi yang mereka miliki dan memikirkan bentuk produk maupun jasa yang dapat dikembangkan secara lebih terarah.

Tahap pertama adalah penggalian potensi. Pada fase ini, siswa didorong mengenali minat, bakat, dan keahlian dasar secara personal sejak awal. Pengenalan tersebut penting karena pilihan usaha yang sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan cenderung lebih mudah dipelajari secara konsisten.

“Pada tahap penggalian potensi, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi minat, bakat, dan keahlian dasar masing-masing secara personal sejak dini. Selanjutnya, potensi tersebut diasah menjadi keterampilan praktis yang memiliki daya guna tinggi,” ucapnya.

Setelah itu, peserta memasuki tahap pengasahan keterampilan. Kemampuan dasar tidak hanya ditempatkan sebagai bekal untuk bekerja, tetapi dipelajari sebagai modal yang dapat menghasilkan produk atau layanan. Di tahap berikutnya, inkubasi kewirausahaan mendorong siswa menerapkan keterampilan tersebut dalam gagasan usaha yang lebih konkret.

Melalui inkubasi, peserta diharapkan mampu melihat hubungan antara kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar. Produk atau jasa yang dibuat dapat menjadi awal dari peluang bisnis baru apabila dikelola dengan perencanaan, kreativitas, dan kerja sama yang baik.

“Pelatihan ini berfokus pada transformasi keterampilan dasar, baik hard skill maupun soft skill, menjadi instrumen bisnis yang berkelanjutan. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga difasilitasi wadah kreatif untuk berkolaborasi dan merintis ekosistem UMKM,” katanya.

Relevan bagi Jurusan Perhotelan dan Kuliner

Kepala SMK Wisata Indonesia, Muhammad Taufiqurrahman, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini selaras dengan kebutuhan siswa, terutama bagi mereka yang belajar di jurusan Perhotelan dan Kuliner. Bidang-bidang tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan layanan, produk makanan dan minuman, serta kreativitas dalam menghadirkan pengalaman bagi konsumen.

“Kami sangat berterima kasih. Kolaborasi ini mengubah niat anak-anak yang tadinya hanya berfokus mencari kerja setelah lulus menjadi terdorong untuk membangun kemampuan, karakter, dan jiwa berwirausaha,” kata Taufiqurrahman.

Persaingan untuk memperoleh pekerjaan di industri perhotelan dan restoran menjadi alasan pentingnya siswa memiliki pilihan pengembangan karier yang lebih luas. Kewirausahaan tidak harus langsung dimaknai sebagai usaha besar. Bagi pelajar, prosesnya dapat dimulai dari kemampuan mengenali keunggulan produk, mengembangkan ide, bekerja dalam tim, serta memahami bahwa keterampilan yang dipelajari dapat memiliki nilai jual.

Dalam kegiatan TKK, siswa tidak hanya diarahkan pada pembuatan makanan atau minuman. Mereka juga diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari tas, kerajinan, hingga produk perawatan diri. Ragam pilihan ini memperlihatkan bahwa peluang usaha dapat lahir dari banyak jenis keterampilan, selama dikembangkan dengan ketekunan dan pemahaman atas kebutuhan calon pelanggan.

Pendekatan seperti ini juga memberi siswa pengalaman untuk menilai gagasan secara lebih realistis. Kurasi produk, pendampingan, dan sesi coaching dapat membantu mereka memperbaiki konsep, menyusun produk yang lebih sesuai, serta belajar menerima masukan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter wirausaha, termasuk kemampuan beradaptasi dan tidak mudah menyerah.

“Harapan saya, setelah mengikuti pelatihan ini tumbuh semangat berwirausaha, sehingga lulusan kami tidak berkecil hati saat menghadapi persaingan kerja,” ucapnya.

Dengan adanya TKK Gen Z Academy, para peserta memperoleh kesempatan untuk memadukan pembelajaran sekolah dengan praktik pengembangan usaha. Program ini menempatkan kemandirian finansial, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang sebagai bagian dari bekal siswa untuk menghadapi pilihan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan kejuruan.

Frequently Asked Questions

What is PPKUKM dan Sudindik Jaksel latih siswa?

PPKUKM dan Sudindik Jaksel latih siswa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PPKUKM dan Sudindik Jaksel latih siswa matter?

PPKUKM dan Sudindik Jaksel latih siswa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *