Lenggang Jakarta

Pramono sebut 31 RSUD dan 336 puskesmas Dinkes DKI ramah disabilitas

IMG_20261010_155620

Kabarlintas.com – Pramono sebut 31 RSUD dan 336 puskesmas di bawah pengelolaan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kini telah ramah disabilitas. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema “Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures” di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu.

Komitmen ini menegaskan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif. Fasilitas kesehatan yang ramah disabilitas diharapkan membantu penyandang disabilitas memperoleh pemeriksaan, perawatan, serta pendampingan kesehatan dengan akses yang lebih layak dan mudah dijangkau.

31 RSUD dan 336 puskesmas ramah disabilitas di Jakarta

Dalam keterangannya, Pramono merinci bahwa fasilitas kesehatan tersebut mencakup 31 rumah sakit umum daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Jika digabungkan, jumlahnya mencapai 336 puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama yang berada dalam naungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Di Jakarta ini ada 44 puskesmas, 31 rumah sakit, 292 pembantu puskesmas yang semuanya sekarang sudah ramah disabilitas,” kata Pramono.

Pramono sebut 31 RSUD dan 336 puskesmas sebagai bagian dari fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan untuk memberi pelayanan lebih inklusif kepada warga. Menurut dia, Jakarta termasuk salah satu provinsi yang memiliki seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan dengan status ramah disabilitas.

Ia menilai belum banyak provinsi yang memberikan layanan kesehatan secara penuh bagi penyandang disabilitas. Karena itu, ketersediaan layanan di RSUD, puskesmas, dan puskesmas pembantu menjadi langkah penting agar kebutuhan kesehatan kelompok rentan dapat ditangani lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

Pasukan Putih untuk lansia, disabilitas, dan anak berkebutuhan khusus

Selain menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan, Pramono juga menyampaikan keberadaan program “Pasukan Putih”. Program ini memberikan pelayanan bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan dukungan kesehatan.

Pasukan Putih berjumlah 584 personel dan bertugas mendatangi wilayah-wilayah permukiman. Kehadiran mereka ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk dalam memperoleh akses ambulans, dokter, dan tenaga kesehatan.

“Jumlahnya adalah 584 pasukan putih, yang tugasnya adalah keluar masuk dari kampung ke kampung memberikan pelayanan,” ujar Pramono.

Melalui pendekatan layanan yang menjangkau kampung-kampung, warga yang memiliki hambatan mobilitas diharapkan tidak harus selalu datang sendiri ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh perhatian awal. Pramono menekankan bahwa masyarakat yang membutuhkan ambulans, dokter, maupun bentuk layanan kesehatan lainnya dapat memanfaatkan program tersebut.

Kolaborasi untuk kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung. Ia menilai langkah Jakarta dapat menjadi proyek percontohan dalam menyediakan akses yang lebih inklusif bagi anak-anak.

Arifatul berharap kerja sama antara Kementerian PPPA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan penyelenggara SPEKIX tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurut dia, kolaborasi tersebut perlu berlanjut melalui pemetaan data serta penentuan langkah strategis yang dapat menjawab kebutuhan anak-anak di lapangan.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada para orang tua yang membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus. Arifatul menekankan bahwa pendampingan bagi anak membutuhkan kerja bersama dari keluarga, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak terkait.

FAQ layanan kesehatan ramah disabilitas di DKI Jakarta

Apa arti Pramono sebut 31 RSUD dan 336 puskesmas ramah disabilitas?

Pernyataan tersebut merujuk pada 31 RSUD serta jaringan 44 puskesmas dan 292 puskesmas pembantu di bawah Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang telah berstatus ramah disabilitas.

Siapa yang dapat memperoleh bantuan dari Pasukan Putih?

Pasukan Putih ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus. Layanan ini membantu warga memperoleh akses yang lebih mudah terhadap ambulans, dokter, serta tenaga kesehatan.

Mengapa layanan kesehatan inklusif penting?

Layanan kesehatan inklusif penting agar penyandang disabilitas dan kelompok yang membutuhkan pendampingan dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara lebih setara. Ketersediaan fasilitas ramah disabilitas juga mendukung akses warga terhadap layanan di RSUD, puskesmas, dan puskesmas pembantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *