CEO Xbox tegaskan divisi gim Microsoft tidak akan dijual
Kabarlintas.com – CEO Xbox tegaskan divisi gim Microsoft tidak akan dijual di tengah rangkaian restrukturisasi yang memengaruhi bisnis permainan Microsoft. Asha Sharma mengatakan Xbox tetap menjadi bagian dari perusahaan teknologi tersebut, meski Microsoft menghadapi tekanan untuk memperbaiki kinerja divisi gimnya setelah sejumlah langkah efisiensi, pemutusan hubungan kerja, penutupan studio, dan pembatalan proyek dalam beberapa tahun terakhir.
“Xbox tidak untuk dijual,” kata Asha, seperti dikutip dari laporan Gadgets 360 pada Kamis (1/10) waktu setempat. Ia menyampaikan bahwa Microsoft bersedia mengambil langkah yang diperlukan agar bisnis Xbox kembali tumbuh. Langkah itu dapat mencakup pencarian kemitraan yang sesuai, penyesuaian model operasional, serta perubahan lain yang dipandang penting bagi masa depan bisnis tersebut.
“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempersiapkan perusahaan menuju kesuksesan, dan kami akan melihat kemitraan yang tepat, model operasional yang tepat, dan segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai hal tersebut,” ujar Asha.
Restrukturisasi tidak berarti Xbox akan dilepas
Pernyataan CEO Xbox tegaskan divisi gim Microsoft ini muncul setelah beredar laporan mengenai sejumlah opsi yang dipertimbangkan Microsoft untuk menangani penurunan kinerja Xbox. Salah satu kemungkinan yang dibicarakan adalah pemisahan unit tersebut atau pembentukan anak perusahaan yang tetap sepenuhnya dimiliki Microsoft. Namun, penegasan Asha menunjukkan bahwa opsi penjualan divisi gim bukanlah arah yang diambil perusahaan.
Tekanan terhadap bisnis Xbox meningkat setelah Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard pada 2023. Setelah akuisisi itu, perusahaan melakukan sejumlah perubahan besar dalam organisasi gimnya. Microsoft menutup beberapa studio, menghentikan sejumlah proyek pengembangan, dan melakukan PHK terhadap ribuan pekerja di divisi gim.
Restrukturisasi terbaru juga mencakup pengurangan tenaga kerja serta perubahan pada sejumlah studio di bawah naungan Xbox. Compulsion Games, Double Fine, dan Undead Labs disebut telah berpisah dari Xbox dan kini berjalan secara independen atau berada di bawah kepemilikan baru. Perubahan ini menggambarkan upaya Microsoft untuk menata kembali portofolio studio dan sumber daya yang dimilikinya.
Nasib Ninja Theory dan Arkane masih dibahas
Di tengah perubahan tersebut, Microsoft masih berkonsultasi dengan karyawan Ninja Theory mengenai kemungkinan penutupan studio pengembang gim Hellblade itu. Perusahaan juga berdiskusi dengan Arkane di Prancis mengenai beberapa opsi strategis, termasuk kemungkinan penjualan atau pemisahan studio. Pembahasan itu berkaitan dengan studio tertentu dan tidak mengubah posisi Xbox sebagai bagian dari Microsoft.
Asha menekankan bahwa perusahaan akan melihat masa depan Xbox dalam perspektif jangka panjang. Menurutnya, perjalanan bisnis ini masih berlanjut bersama Microsoft. Fokusnya adalah membangun kembali pertumbuhan melalui kombinasi perangkat keras, konten, layanan, kemitraan, dan struktur operasional yang lebih tepat.
Ia sebelumnya mengakui bahwa Xbox menghadapi tantangan bisnis yang besar. Asha menyebut divisi itu hanya memiliki sekitar tiga persen dari accountability margin, metrik internal Microsoft yang digunakan untuk mengukur keuntungan suatu divisi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Microsoft perlu meninjau kembali cara bisnis Xbox dijalankan.
Tekanan pendapatan dan rencana pemulihan bisnis
Pendapatan Xbox disebut turun hampir 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,9 triliun dalam lima tahun terakhir. Dalam situasi tersebut, Microsoft menjalankan salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah Xbox, termasuk rencana PHK terhadap 3.200 pekerja hingga akhir tahun fiskal. Langkah ini menandai besarnya tantangan yang dihadapi perusahaan untuk menyeimbangkan investasi dan profitabilitas bisnis gim.
Meski demikian, CEO Xbox tegaskan divisi gim Microsoft tetap berada di bawah Microsoft. Perusahaan tidak hanya menilai kondisi saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk perkembangan jangka panjang. Kemitraan baru dan model operasional yang lebih efisien menjadi bagian dari strategi yang disebut Asha untuk memulihkan bisnis tersebut.
FAQ
Apakah Microsoft akan menjual Xbox?
Tidak. Asha Sharma menyatakan bahwa Xbox tidak untuk dijual dan tetap menjadi bagian dari Microsoft.
Mengapa Microsoft melakukan restrukturisasi di bisnis gim?
Restrukturisasi dilakukan di tengah tekanan kinerja bisnis Xbox, termasuk penurunan pendapatan, perubahan organisasi studio, serta kebutuhan untuk menyesuaikan biaya dan model operasional.
Apakah seluruh studio Xbox akan ditutup?
Tidak ada pernyataan bahwa seluruh studio akan ditutup. Namun, beberapa studio mengalami perubahan status, sementara Microsoft masih membahas opsi strategis untuk Ninja Theory dan Arkane.
Apa fokus Microsoft untuk masa depan Xbox?
Microsoft berfokus pada pemulihan pertumbuhan Xbox melalui perubahan di bidang perangkat keras, konten, layanan, kemitraan, dan model operasional dengan pendekatan jangka panjang.

