KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPBD Banyuwangi: Karhutla TWA Ijen merembet ke Pos 4 jalur pendakian

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By Barbara Thomas - kabarlintas.com

Foto : Barbara Thomas - kabarlintas.com

Api di Lereng Kawah Ijen Tembus Pos 4, Wisatawan Dilarang Masuk Sementara

Kabarlintas.com – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, telah menjalar hingga Pos 4 jalur pendakian per Jumat sore. Peristiwa ini memicu penutupan sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, tanpa batas waktu pembukaan kembali yang jelas.

Kawah Ijen sendiri merupakan salah satu destinasi alam paling ikonik di Pulau Jawa, dikenal karena danau kawah berwarna biru kehijauan serta fenomena api biru (blue fire) yang hanya muncul pada jam-jam tertentu. Jalur pendakian menuju puncak kawah terbagi dalam sejumlah pos penanda, dan Pos 4 berada di titik yang cukup tinggi di lereng gunung, sehingga kebakaran yang mencapai posisi tersebut menandakan api telah menembus area yang relatif sulit dijangkau oleh peralatan pemadam konvensional.

Upaya Pemadaman Terkendala Medan Ekstrem

Partana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi, menjelaskan bahwa puluhan petugas gabungan bersama relawan dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api sejak kebakaran pertama kali terdeteksi. Meski demikian, operasi pemadaman menghadapi hambatan serius berupa medan yang sangat ekstrem, keterbatasan pasokan air, serta akses kendaraan yang tidak memadai menuju titik-titik kebakaran di dalam kawasan TWA.

"Namun para petugas terkendala medan yang cukup ekstrem dan keterbatasan suplai air serta akses kendaraan menuju lokasi kebakaran di kawasan TWA Ijen."

Sebagai langkah adaptif, BPBD Banyuwangi mengatur dua unit truk tangki untuk mengambil posisi sedekat mungkin dari titik yang masih bisa dijangkau oleh suplai air. Dari posisi tersebut, air dipompa ke empat unit mobil double cabin yang kemudian membawa air lebih jauh ke area kebakaran. Skema ini menjadi satu-satunya opsi realistis mengingat jalan setapak di lereng Gunung Ijen tidak memungkinkan kendaraan berat beroperasi langsung di dekat api.

"Kami tetap mengupayakan truk tangki mengambil posisi terdekat yang bisa kami jangkau untuk menyuplai air mobil double cabin."

Faktor Pemicu dan Percepatan Api

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran di kawasan TWA Kawah Ijen berlangsung cukup parah. Material kering yang melimpah di lereng gunung—terutama rumput alang-alang, semak belukar, serta sisa-sisa vegetasi kering lainnya—menjadi bahan bakar yang mempercepat laju api secara signifikan. Kondisi angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada hari kejadian turut memperluas jangkauan kobaran ke area yang lebih luas di sepanjang lereng.

Secara klimatologis, periode kemarau di Jawa Timur kerap meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan pegunungan yang ditumbuhi vegetasi kering. Gunung Ijen, yang menjulang di antara dua kabupaten, memiliki lereng curam dengan tutupan vegetasi yang sangat mudah terbakar saat musim kering. Kombinasi angin, kemiringan lereng, dan akumulasi bahan kering menciptakan kondisi yang membuat api sulit dikendalikan tanpa dukungan peralatan berat dan pasokan air dalam jumlah besar.

Penutupan Sementara dan Dampak bagi Wisatawan

BBKSDA Jawa Timur mengambil keputusan untuk menutup sementara seluruh kunjungan wisata ke kawasan TWA Kawah Ijen mulai Jumat hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini mencakup jalur pendakian, area danau kawah, serta seluruh titik wisata di dalam kawasan. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus memberi ruang bagi petugas pemadam untuk bekerja tanpa gangguan lalu lintas wisatawan.

Bagi masyarakat dan wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke Kawah Ijen, penutupan ini berarti seluruh aktivitas pendakian dan wisata alam di kawasan tersebut dihentikan total. Informasi mengenai pembukaan kembali kawasan akan diumumkan oleh pihak BBKSDA Jawa Timur setelah kondisi dinyatakan aman dan api sepenuhnya padam. Wisatawan disarankan memantau pengumuman resmi dari otoritas konservasi sebelum merencanakan perjalanan.

Kejadian ini juga menggarisbawahi kerentanan kawasan konservasi di Jawa Timur terhadap kebakaran selama musim kemarau. Koordinasi antarinstansi—mulai dari BPBD, BBKSDA, hingga relawan lokal—menjadi kunci dalam memitigasi dampak kebakaran, terutama di lokasi-lokasi yang secara geografis sulit dijangkau oleh armada pemadam standar. Sementara api masih berkobar di lereng Gunung Ijen, seluruh perhatian kini tertuju pada upaya memastikan kobaran tidak meluas ke area yang lebih luas sebelum kondisi cuaca berubah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BPBD Banyuwangi?

BPBD Banyuwangi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPBD Banyuwangi matter?

BPBD Banyuwangi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.