Zheng bangkit singkirkan Swiatek, Gauff ke perempat final US Open
US Open 2026: Zheng Qinwen Tulis Sejarah dari Sisi Gelap Turnamen
Kabarlintas.com – New York, Selasa WIB — Babak 16 besar US Open 2026 menghadirkan salah satu momen paling dramatis dalam sejarah turnamen Grand Slam modern. Zheng Qinwen, petenis China yang menembus turnamen utama lewat jalur kualifikasi, membalikkan defisit lima gim di set pembuka untuk menumbangkan unggulan kedelapan Iga Swiatek dengan skor 7-5, 6-3. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkannya ke perempat final, tetapi juga mengukir catatan sejarah baru di arena tenis elit dunia.
Dari Ketiadaan ke Kejayaan: Anatomi Comeback
Swiatek membuka laga dengan dominasi yang nyaris tanpa celah. Mantan petenis nomor satu dunia itu merebut delapan dari sembilan poin pertama dan langsung unggul 2-0. Setelah mempertahankan servis tanpa kehilangan satu poin pun, ia memperlebar jarak menjadi 5-0. Pada titik tersebut, pertandingan tampak sudah berjalan ke arah yang tak terhindangkan bagi petenis Polandia tersebut.
Alih-alih menyerah, Zheng justru menemukan ritme terbaiknya. Dari posisi 1-5, ia merebut empat gim beruntun dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Momentum berbalik sepenuhnya ketika Zheng mematahkan servis Swiatek untuk memimpin 6-5, sebelum menutup set pembuka dengan servis penutup.
Set kedua tidak berjalan mulus bagi Zheng. Ketika skor menunjukkan 3-2 untuk Swiatek, petenis Polandia itu memegang dua peluang break. Zheng berhasil menyelamatkan keduanya dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Tekanan kemudian berbalik arah: pada gim ketujuh, Zheng memanfaatkan kesempatan emas dengan pukulan backhand winner menyusur garis untuk mematahkan servis Swiatek. Dari situ, ia tidak pernah lagi kehilangan kendali atas pertandingan.
Swiatek sempat menunjukkan ketangguhan mental dengan menyelamatkan tiga match point. Namun, dua kesalahan backhand beruntun pada poin-poin krusial mengakhiri drama tersebut dan memastikan Zheng melaju ke babak berikutnya.
Mentalitas yang Membangun Diri Sendiri
Ini bukan pertama kalinya Zheng bangkit dari posisi 0-5 dalam tiga hari terakhir. Pada babak sebelumnya melawan Madison Keys, ia melakukan hal serupa di set penentuan. Pola tersebut menunjukkan konsistensi mental yang jarang ditemukan di level tertinggi tenis.
"Secara psikologis, sangat sulit untuk menerimanya. Saya pernah berada di 10 besar, menjadi juara Olimpiade, dan sejak awal sudah bermain di stadion-stadion besar. Saya harus tetap positif setiap hari, mengatakan kepada diri sendiri, terus bekerja, dan kita lihat kapan hasilnya akan datang."
Pernyataan tersebut, yang disampaikan Zheng melalui kanal resmi WTA, menggambarkan filosofi kerja yang melampaui hasil satu pertandingan. Bagi petenis yang pernah menduduki peringkat sepuluh besar dunia dan meraih emas Olimpiade, setiap kekalahan bukan akhir — melainkan bahan bakar untuk siklus berikutnya.
Rekor dan Implikasi Historis
Kemenangan ini memperbaiki catatan head-to-head Zheng atas Swiatek menjadi 2-7. Lebih penting lagi, Zheng menjadi petenis berstatus kualifikasi atau lucky loser pertama yang mampu mengalahkan Swiatek di turnamen Grand Slam. Dalam konteks di mana Swiatek telah mendominasi kalender tenis selama beberapa musim, pencapaian tersebut membawa bobot statistik yang signifikan.
Dimensi historis lainnya: Zheng tercatat sebagai petenis kualifikasi pertama yang menembus perempat final tunggal putri US Open sejak Emma Raducanu pada 2021. Jeda lima tahun itu menegaskan betapa langkanya jalur dari turnamen kualifikasi menuju babak delapan besar di New York.
Gauff Melaju, Rentang Kemenangan Terus Memanjang
Dalam pertandingan lain di babak 16 besar, juara US Open 2023 Coco Gauff memastikan tempat di perempat final setelah menundukkan sesama petenis Amerika Serikat Iva Jovic dengan skor 6-1, 6-4 dalam durasi satu jam 33 menit. Kemenangan tersebut memperpanjang rentetan kemenangan Gauff menjadi sepuluh pertandingan beruntun dan membawanya ke perempat final Grand Slam ke-12 dalam kariernya.
Yang lebih mencolok adalah statistik set: Gauff telah memenangi 20 set secara beruntun, sebuah angka yang mencerminkan dominasi total atas lawan-lawan yang dihadapinya belakangan ini. Di perempat final, ia dijadwalkan berhadapan dengan Mirra Andreeva. Catatan pertemuan keduanya sejauh ini sepenuhnya berpihak pada Gauff, yang belum pernah kalah dalam lima pertemuan sebelumnya.
Dengan Zheng dan Gauff kini berada di babak delapan besar, US Open 2026 memasuki fase di mana ketegangan kompetitif mencapai puncaknya. Bagi Zheng, setiap langkah selanjutnya berarti menghadapi petenis-petenis yang secara peringkat dan pengalaman jauh di atasnya. Bagi Gauff, mempertahankan momentum di tengah tekanan kandang sendiri di New York akan menjadi ujian tersendiri. Kedua nama tersebut kini menjadi sorotan utama dalam narasi turnamen yang masih menyisakan tiga babak lagi menuju gelar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Zheng bangkit singkirkan Swiatek Gauff ke perempat?Zheng bangkit singkirkan Swiatek Gauff ke perempat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Zheng bangkit singkirkan Swiatek Gauff ke perempat matter?Zheng bangkit singkirkan Swiatek Gauff ke perempat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.