KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Survei ASI: Publik setuju program MBG dilanjutkan

Published September 6, 2026 · Updated September 6, 2026 · By David Gonzalez - kabarlintas.com

Foto : David Gonzalez - kabarlintas.com

Dukungan Publik terhadap Makan Bergizi Gratis Masih Mendominasi, Meski Celah Ketidaksetujuan Makin Terlihat

Kabarlintas.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan sebagai salah satu pilar kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih mendapat restu mayoritas warga negara. Hasil riset nasional yang dirilis oleh lembaga riset Arus Survei Indonesia (ASI) memperlihatkan bahwa lebih dari separuh responden memilih agar program tersebut tetap berjalan, meskipun jarak antara kelompok pendukung dan penolak semakin menyempit.

Temuan ini menjadi sorotan penting di tengah perdebatan publik mengenai efektivitas, cakupan, dan keberlanjutan anggaran program yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah serta kelompok rentan lainnya. Dengan skala implementasi yang menyentuh puluhan juta penerima manfaat, setiap pergeseran sentimen masyarakat terhadap MBG berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal dan sosial pemerintah ke depan.

Angka-angka di Balik Sentimen Publik

Dari total responden yang diwawancarai, 51,5 persen menyatakan persetujuan agar MBG diteruskan. Rincian angka tersebut mencakup 12,3 persen yang memilih kategori "sangat setuju" dan 39,2 persen yang memilih "cukup setuju." Di sisi sebaliknya, 45,4 persen responden menolak kelanjutan program, terdiri atas 29,6 persen yang merasa "kurang puas" dan 15,8 persen yang "sangat tidak setuju." Sisanya, yakni 3,3 persen, tidak memberikan jawaban atau menyatakan tidak tahu.

Perbedaan sekitar enam poin persentase antara kedua kubu menunjukkan bahwa, meski mayoritas masih berpihak pada keberlanjutan program, terdapat segmen masyarakat yang cukup besar dan tidak dapat diabaikan. Proporsi ketidaksetujuan yang mendekati separuh total responden ini menandai fase di mana program memasuki wilayah pengawasan publik yang lebih ketat.

Penilaian Eksekutif ASI terhadap Hasil Survei

Ali Rif'an, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, menyampaikan interpretasi lembaga risetnya atas data tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Minggu. Ia menegaskan bahwa dukungan mayoritas tetap berada di atas angka penolakan, meskipun jarak keduanya tidak lagi selebar pada tahap awal implementasi program.

"Kalau melihat hasil survei, mayoritas masyarakat masih menyatakan setuju apabila program Makan Bergizi Gratis dilanjutkan. Angkanya memang tidak terlalu jauh, tetapi dukungan publik masih berada di atas angka ketidaksetujuan."

Ali menambahkan bahwa temuan ini mengindikasikan MBG masih dipandang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam konteks pemenuhan hak gizi dasar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa proporsi penolakan yang signifikan harus dibaca sebagai sinyal bagi pemerintah untuk memperketat mekanisme evaluasi dan perbaikan secara berkala.

"Di satu sisi ada dukungan mayoritas, tetapi di sisi lain angka yang tidak setuju juga cukup signifikan. Ini tentu menjadi catatan bahwa keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat."

Ia menekankan bahwa legitimasi publik terhadap program pemerintah pada akhirnya ditentukan oleh pengalaman langsung warga dalam menerima manfaatnya, bukan semata oleh niat baik di balik desain kebijakan.

"Yang penting bukan hanya programnya dilanjutkan, tetapi bagaimana kualitas pelaksanaannya. Ketika masyarakat merasakan manfaat secara nyata, tentu dukungan terhadap program akan semakin kuat."

Konteks Program dan Implikasi Kebijakan

Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan yang diprioritaskan sejak awal masa jabatan pemerintahan Prabowo-Gibran. Program ini dirancang untuk menyediakan asupan gizi harian bagi peserta didik di jenjang pendidikan dasar dan menengah, sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang rentan terhadap kekurangan gizi. Skala implementasinya yang masif—melibatkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan mitra swasta—membuat setiap persoalan operasional, mulai dari distribusi logistik hingga standar kualitas pangan, langsung berdampak pada persepsi publik.

Celah ketidaksetujuan yang tercatat dalam survei ini kemungkinan besar mencerminkan keluhan operasional di lapangan: ketidakkonsistenan jadwal distribusi, variasi kualitas menu antarwilayah, serta pertanyaan mengenai transparansi penggunaan anggaran. Bagi pembuat kebijakan, data semacam ini berfungsi sebagai umpan balik korektif yang menentukan apakah program akan diperluas, diperbaiki, atau direstrukturisasi pada siklus anggaran berikutnya.

Partisipasi Akademisi dalam Diskusi Evaluasi

Selain pemaparan hasil survei, agenda tersebut juga menghadirkan Prof. Trubus Rahardiansah, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, yang turut memberikan perspektif akademis dalam diskusi evaluasi program prioritas pemerintah. Kehadiran akademisi dalam forum semacam ini memperkuat dimensi analitis dari sekadar pembacaan angka statistik, dengan menyoroti kerangka tata kelola, akuntabilitas, dan dampak jangka panjang kebijakan.

Metodologi dan Cakupan Survei

Rilis ASI ini merupakan bagian dari riset nasional bertema "Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran." Pengumpulan data dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Total sampel yang digunakan berjumlah 1.200 responden, ditarik menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error (MoE) yang berlaku adalah ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, yang berarti hasil survei memiliki presisi statistik yang memadai untuk menggambarkan sentimen nasional secara agregat.

Dengan cakupan geografis yang luas dan ukuran sampel yang representatif, temuan survei ini dapat dijadikan rujukan awal bagi pemerintah dalam menyusun strategi komunikasi publik, perbaikan teknis implementasi, serta penyesuaian prioritas anggaran terkait program gizi nasional pada periode berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Survei ASI?

Survei ASI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Survei ASI matter?

Survei ASI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.