KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo terima kartu anggota NU di penutupan Muktamar ke-35 NU

Published Agustus 31, 2026 · Updated Agustus 31, 2026 · By Thomas Davis - kabarlintas.com

Foto : Thomas Davis - kabarlintas.com

Presiden Prabowo Resmi Bergabung dengan Nahdlatul Ulama di Jombang

Kabarlintas.com – Sebuah momen yang jarang terjadi dalam lanskap politik Indonesia berlangsung pada Senin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto menerima kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) secara langsung dari pimpinan tertinggi organisasi Islam terbesar di negeri ini. Penerimaan kartu tersebut menjadi penanda resmi keanggotaan kepala negara dalam tubuh Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi yang telah berdiri sejak 1926 dan menaungi ratusan juta warga Indonesia.

Upacara penyerahan kartu berlangsung di tengah penutupan Muktamar ke-35 NU, forum tertinggi organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali untuk memilih kepemimpinan baru serta merumuskan arah kebijakan keagamaan dan sosial. Dalam prosesi itu, Kiai Haji Miftahul Akhyar, yang baru saja ditetapkan sebagai Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, bersama K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum PBNU periode yang sama, menyerahkan kartu secara simbolis kepada Presiden Prabowo.

Kehormatan yang Diucapkan di Depan Ribuan Peserta

Setelah menerima kartu, Presiden Prabowo menyampaikan sambutan singkat sebelum menutup rangkaian Muktamar. Ia menyebut pengalaman hadir di acara tersebut sebagai sesuatu yang sangat berarti baginya secara personal.

"Ini kehormatan besar bagi saya untuk diundang kedua kali," ujar Presiden Prabowo saat membuka sambutan penutupan Muktamar ke-35 NU.

Pernyataan itu merujuk pada kehadirannya yang pertama di pembukaan Muktamar pada Jumat (27/8), ketika ia juga hadir di lingkungan pesantren yang sama. Kehadiran dua kali dalam satu pekan oleh seorang presiden di forum internal organisasi keagamaan merupakan hal yang tidak lazim dan menunjukkan perhatian khusus terhadap dinamika internal Nahdlatul Ulama.

Minta Kartu Sejak Pekan Sebelumnya

Sebelum momen penyerahan kartu terjadi, Presiden Prabowo telah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi anggota NU sejak menghadiri pembukaan Muktamar pada Jumat. Ia menyebut telah lama meminta kartu tersebut kepada Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU periode sebelumnya yang masih aktif dalam transisi kepemimpinan. Dengan nada bercanda di hadapan peserta, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ia akan kembali hadir pada penutupan Muktamar tanggal 31 Agustus apabila kartu sudah tersedia.

"Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi, masih utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah. Kalau penutupan tanggal 31, benar ya? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," kata Prabowo seraya tersenyum.

Seloroh tersebut disambut tawa peserta dan menjadi salah satu momen paling diperbincangkan dari seluruh rangkaian Muktamar. Bagi pengamat politik, gestur seorang presiden yang secara terbuka meminta keanggotaan dalam organisasi keagamaan besar bukan sekadar simbolis; ia mengirim sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga hubungan harmonis dengan basis sosial-keagamaan yang sangat luas di masyarakat.

Perjalanan Menuju Jombang dan Rombongan Terbatas

Pada Senin pagi, Presiden Prabowo bertolak dari Jakarta menuju Jawa Timur. Rombongan terbatas dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi Muktamar di Tambakberas. Jarak antara Sidoarjo dan Jombang sekitar 40 kilometer, sehingga waktu tempuh relatif singkat memungkinkan Presiden tiba tepat waktu untuk prosesi penutupan.

Beberapa pejabat tinggi mendampingi Presiden dalam perjalanan tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran sejumlah menteri sekaligus menunjukkan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa dimensi kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor pangan, energi, dan hubungan luar negeri yang relevan dengan agenda nasional.

Konteks Politik dan Sosial Muktamar ke-35

Muktamar ke-35 NU merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam kalender organisasi keagamaan Indonesia. Ribuan kiai, ulama, dan aktivis dari seluruh penjuru negeri berkumpul di Jombang untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU baru—K.H. Miftahul Akhyar dan K.H. Abdul Hakim Mahfudz—menandai pergantian kepemimpinan yang membawa ekspektasi tinggi dari jutaan anggota di tingkat akar rumput.

Keanggotaan Presiden Prabowo dalam Nahdlatul Ulama menambah dimensi baru pada hubungan antara eksekutif dan organisasi keagamaan. Nahdlatul Ulama, dengan jaringan pesantren dan lembaga sosial yang tersebar di seluruh Indonesia, memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan opini publik, terutama di kalangan masyarakat Jawa dan Madura. Langkah seorang kepala negara untuk secara formal menjadi bagian dari organisasi tersebut dapat dibaca sebagai upaya mempererat ikatan antara negara dan masyarakat madani keagamaan, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan pemerintah akan mempertimbangkan nilai-nilai yang dijunjung oleh komunitas NU.

Penutupan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas dengan demikian tidak hanya menjadi akhir dari sebuah forum internal organisasi, tetapi juga panggung di mana simbolisme politik, keagamaan, dan sosial bertemu dalam satu ruang yang sama.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo terima kartu anggota NU di penutupan?

Prabowo terima kartu anggota NU di penutupan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo terima kartu anggota NU di penutupan matter?

Prabowo terima kartu anggota NU di penutupan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.