BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan ekstremisme digital
BNPT dan Kemendikdasmen Perkuat Perlindungan Pelajar di Ruang Digital
Kabarlintas.com – Upaya melindungi pelajar dari risiko ekstremisme berbasis kekerasan kini semakin diarahkan ke ruang digital, tempat anak dan remaja berinteraksi dengan beragam informasi setiap hari. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kerja sama untuk membangun ketahanan peserta didik melalui pendidikan, literasi digital, penguatan karakter, dan lingkungan belajar yang aman.
Fokus tersebut menjadi penting karena paparan konten berisiko tidak selalu hadir secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial dan permainan daring dapat menjadi ruang interaksi yang perlu dihadapi anak dengan pemahaman, pendampingan, serta kemampuan menyaring informasi secara kritis.
Ratusan Anak Terdampak Paparan Digital
Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan bahwa fenomena paparan terhadap anak di bawah umur di dunia digital telah menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Mitigasi dilakukan BNPT bersama Densus 88 dan Komdigi untuk merespons risiko tersebut.
“Saat ini terdapat fenomena risiko terhadap anak-anak di bawah umur di ruang digital. Kami sudah melakukan mitigasi dengan Densus 88 dan Komdigi, kurang lebih dua tahun terakhir ini ada ratusan anak yang terpapar baik itu melalui sosial media maupun game online,” kata Eddy.
Penguatan daya tahan pelajar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenali konten yang patut dicurigai. Pendidikan juga memiliki peran membentuk sikap toleran, kemampuan berdialog, penghargaan terhadap perbedaan, serta kecakapan mengambil keputusan saat menghadapi informasi yang mengandung ajakan kebencian atau kekerasan.
Dalam konteks digital, literasi menjadi bagian penting dari pencegahan. Peserta didik perlu dibantu untuk memahami bahwa tidak seluruh konten yang menarik perhatian atau ramai dibagikan memiliki informasi yang benar dan aman. Pendampingan dari orang dewasa dapat membantu anak membedakan hiburan, informasi, opini, dan materi yang berpotensi memengaruhi mereka secara negatif.
Pelaksanaan RAN PE 2026–2029
Sinergi BNPT dan Kemendikdasmen berada dalam kerangka Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme atau RAN PE 2026–2029. Kerangka kebijakan nasional itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.
Pembahasan kerja sama kedua lembaga berlangsung dalam audiensi di Jakarta pada Senin, 31 Agustus. Eddy menjelaskan bahwa pelaksanaan RAN PE memerlukan keterlibatan kementerian dan lembaga sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Sektor pendidikan dinilai memiliki posisi strategis karena sekolah menjadi salah satu ruang utama pembentukan karakter dan perkembangan sosial peserta didik.
RAN PE 2026–2029 memuat sembilan tema. Salah satunya adalah pendidikan, keterampilan masyarakat, dan fasilitasi lapangan kerja. Dalam kerja sama dengan Kemendikdasmen, perhatian khusus diberikan pada tema pendidikan sebagai jalur penguatan ketahanan anak dan remaja.
“Pelaksanaannya kami lakukan secara kolaboratif dengan kementerian dan lembaga, serta dalam konteks dengan Kemendikdasmen terdapat tema ketiga, yaitu pendidikan,” kata Eddy.
Ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan toleran menjadi sasaran penting dari kolaborasi ini. Lingkungan semacam itu tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga memberi ruang bagi peserta didik untuk berkembang tanpa tekanan, diskriminasi, atau pengaruh yang mendorong kekerasan.
Peran Keluarga dan Satuan Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pencegahan ekstremisme di dunia pendidikan tidak dapat dipikul oleh satu lembaga saja. Keluarga, sekolah, masyarakat, serta pemerintah perlu bergerak dalam arah yang sama, terutama ketika anak berhadapan dengan arus informasi digital yang sangat besar.
“Secara kelembagaan kami mulai melakukan sosialisasi dengan adanya pengaruh media sosial yang memang cukup besar,” kata Abdul Mu’ti.
Keluarga memiliki posisi dekat dalam kehidupan anak, termasuk saat mereka menggunakan gawai, bermain gim, atau mengakses media sosial. Komunikasi yang terbuka dapat menjadi bagian dari pendampingan, sehingga anak merasa memiliki ruang aman untuk bertanya ketika menemukan konten yang membingungkan, mengganggu, atau mengarah pada kekerasan.
Sementara itu, satuan pendidikan dapat memperkuat suasana belajar yang menghargai perbedaan dan mendorong penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Peran guru dan tenaga kependidikan tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran, melainkan juga menciptakan relasi yang sehat serta perhatian terhadap perkembangan peserta didik.
Deklarasi Bersama untuk Lingkungan Pendidikan Aman
Ke depan, kerja sama BNPT dan Kemendikdasmen akan dikembangkan melalui berbagai langkah dalam pelaksanaan RAN PE 2026–2029. Pelibatan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, serta masyarakat menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif yang dirancang.
Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah deklarasi bersama bagi ekosistem pendidikan. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan komite sekolah, pendidik, peserta didik, dan unsur terkait lainnya. Deklarasi diharapkan menjadi titik awal bagi komitmen yang dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing.
BNPT menginginkan agar agenda tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Tujuannya adalah membangun kesadaran bersama untuk memperkuat sekolah dan ruang belajar sebagai tempat yang aman, terbuka, ramah bagi perbedaan, serta mampu mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan.
Penguatan benteng pelajar pada akhirnya membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pendidikan karakter, kecakapan digital, keterlibatan keluarga, dan dukungan masyarakat dapat saling melengkapi agar anak-anak memiliki kemampuan menghadapi risiko di ruang digital tanpa kehilangan rasa aman untuk belajar, bertumbuh, dan berinteraksi secara positif.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan?BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan matter?BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.