KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemkab: Festival Bahari jadi wadah tingkatkan layanan pariwisata

Published September 19, 2026 · Updated September 19, 2026 · By Jennifer Martinez - kabarlintas.com

Foto : Jennifer Martinez - kabarlintas.com

Festival Bahari 2026 Dorong Layanan Wisata dan Pemulihan Kunjungan di Kepulauan Seribu

Kabarlintas.com – Pemkab - Pulau Kelapa dan Pulau Harapan di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara akan menjadi lokasi Festival Bahari 2026 pada 19–20 September 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai penguatan sektor wisata bahari, sekaligus membantu menghidupkan kembali arus kunjungan wisatawan setelah wilayah tersebut terdampak aktivitas vulkanik dan gempa pada pekan sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menempatkan festival ini tidak hanya sebagai agenda hiburan. Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk membuka ruang bagi warga, pelaku usaha kecil, komunitas, serta generasi muda agar terlibat langsung dalam pengembangan potensi pulau-pulau di Kepulauan Seribu.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan pariwisata bahari sekaligus mendorong pemulihan kunjungan wisatawan setelah terdampak aktivitas vulkanik dan gempa,” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Sabtu.

Ruang Kreativitas Generasi Muda

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Fahmi Ardi Ramlan, menilai Festival Bahari dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan standar pelayanan wisata, terutama pada bidang hospitality. Pelayanan yang baik menjadi salah satu unsur penting dalam pengalaman wisatawan, mulai dari penerimaan tamu hingga interaksi mereka dengan masyarakat di lokasi tujuan.

Festival tersebut juga memberi kesempatan bagi generasi muda untuk memperlihatkan karya kreatif, seni, dan kebudayaan lokal. Kehadiran unsur budaya dinilai penting karena wisata bahari tidak hanya bertumpu pada pemandangan laut, pantai, atau aktivitas air, tetapi juga pada cerita serta identitas masyarakat yang tinggal di pulau-pulau tersebut.

“Program Festival Bahari menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas generasi muda, memperkenalkan seni dan budaya Kepulauan Seribu, serta meningkatkan pelayanan pariwisata,” ujar Fahmi.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan festival, warga muda dapat mengambil peran sebagai penggerak kegiatan budaya, pendamping acara, pelaku pertunjukan, maupun bagian dari layanan wisata. Pola seperti ini membuat manfaat kegiatan tidak berhenti pada penyelenggaraan selama dua hari, tetapi turut memperkuat kapasitas masyarakat dalam menyambut wisatawan pada waktu berikutnya.

Sport Tourism dan Partisipasi Warga

Salah satu karakter utama Festival Bahari 2026 adalah perpaduan kegiatan masyarakat dengan konsep sport tourism. Lomba balap kapal akan melibatkan warga setempat dan menjadi bagian dari atraksi yang menampilkan kehidupan maritim Kepulauan Seribu.

“Di sini kita akan lihat sport tourism, di mana masyarakat berpartisipasi melaksanakan lomba balap kapal,” kata Fahmi.

Partisipasi masyarakat dalam balap kapal membuat kegiatan tersebut lebih dari sekadar tontonan. Ajang ini memperlihatkan hubungan warga dengan laut sebagai bagian dari keseharian dan sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih dekat bagi pengunjung. Wisata olahraga dapat menghadirkan alasan tambahan bagi wisatawan untuk datang, terutama ketika dipadukan dengan kekayaan alam dan budaya setempat.

Festival juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari Pulau Kelapa serta Pulau Harapan. Keterlibatan UMKM membuka peluang bagi produk dan jasa lokal untuk diperkenalkan kepada pengunjung. Dalam konteks wisata pulau, perputaran ekonomi di tingkat warga menjadi bagian penting karena kegiatan wisata tidak hanya bergantung pada jumlah tamu, melainkan juga pada sejauh mana masyarakat dapat mengambil manfaat dari kunjungan tersebut.

Keberlanjutan Menjadi Bagian Acara

Aspek lingkungan turut dimasukkan ke dalam rancangan Festival Bahari 2026 melalui program Sustainable Island: Restore the Planet, Restore the Future. Program ini mencakup aksi pembersihan pantai dan penanaman mangrove.

Kegiatan bersih pantai memiliki arti langsung bagi kawasan wisata bahari karena kebersihan pesisir memengaruhi kenyamanan pengunjung dan kondisi lingkungan laut. Sementara itu, penanaman mangrove memperlihatkan perhatian terhadap ekosistem pesisir yang menjadi bagian dari karakter pulau-pulau di Kepulauan Seribu.

“Kami juga mengedepankan aspek keberlanjutan yang menjadi bagian penting dalam Festival Bahari, yaitu program kerja Abang None Jakarta Kepulauan Seribu yang berkolaborasi dengan seluruh UKPD di Kabupaten Kepulauan Seribu,” tutur Fahmi.

Kolaborasi tersebut melibatkan program kerja Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu. Dalam rangkaian festival, organisasi itu menghadirkan sejumlah kegiatan, termasuk Gema Seribu dan Excellence Host Program. Kedua program tersebut melengkapi arah festival yang menekankan promosi daerah, peningkatan layanan, serta keterlibatan generasi muda.

Perhatian terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan memberi pesan bahwa pengembangan wisata perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan kawasan. Pulau-pulau wisata membutuhkan dukungan bersama agar daya tarik alamnya tetap terjaga, termasuk melalui kebiasaan menjaga pantai dan pesisir dari sampah.

Budaya Lokal Meramaikan Malam Festival

Suasana malam Festival Bahari 2026 akan dimeriahkan oleh pertunjukan teater Si Pitung yang dibawakan Abang None Kepulauan Seribu. Penampilan ini menambah unsur seni pertunjukan dalam agenda yang sebelumnya telah memadukan olahraga, kegiatan ekonomi warga, dan aksi lingkungan.

Penggabungan berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan potensi Kepulauan Seribu sebagai kawasan yang memiliki lebih dari satu daya tarik. Wisatawan dapat mengenal sisi bahari melalui lomba kapal dan aktivitas pesisir, menyaksikan ekspresi seni daerah, serta berinteraksi dengan produk UMKM lokal.

“Sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda,” kata Fahmi mengenai harapannya terhadap Festival Bahari 2026.

Dengan penyelenggaraan di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Festival Bahari 2026 diharapkan memperluas pengenalan terhadap kekayaan bahari, kebudayaan, dan ekonomi kreatif Kepulauan Seribu. Agenda ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat dan pelaku wisata bersama-sama menjaga kualitas layanan, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta merawat lingkungan pesisir sebagai fondasi wisata yang berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemkab?

Pemkab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkab matter?

Pemkab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.