KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Inter Milan naik ke posisi pertama seusai hajar Parma 3-0

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By Elizabeth Davis - kabarlintas.com

Foto : Elizabeth Davis - kabarlintas.com

Inter Milan Kuasai Puncak Klasemen Usai Menang Tiga Gol Tanpa Balas atas Parma

Kabarlintas.com – Inter Milan tampil meyakinkan di hadapan pendukungnya sendiri dengan menundukkan Parma 3-0 pada pekan keenam Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Sabtu waktu setempat. Hasil tersebut mengangkat Nerazzurri ke urutan teratas klasemen sementara setelah mengoleksi 16 poin dari enam laga.

Tiga angka dari pertandingan ini memberi Inter keunggulan tiga poin atas AS Roma yang menempati peringkat kedua. Sementara itu, Parma harus menerima dampak besar dari kekalahan tersebut. Tim tamu kini berada di posisi ke-17 dengan empat poin dari enam pertandingan dan hanya memiliki keunggulan selisih gol dari area degradasi.

Gol Cepat Membuka Jalan Inter

Sejak pertandingan dimulai, Inter langsung berusaha mengendalikan permainan. Tekanan awal tuan rumah menghasilkan peluang melalui Federico Dimarco, yang melepaskan tendangan voli. Namun, Edoardo Corvi masih mampu mengamankan gawang Parma dari ancaman pertama tersebut.

Parma tidak sepenuhnya pasif dan sempat membalas lewat percobaan El Bilal Toure. Tembakannya mengarah ke gawang Inter, tetapi bola melewati mistar dengan selisih tipis. Momen itu menjadi salah satu ancaman penting Parma sebelum Inter mulai memperlebar kendali atas jalannya laga.

Keunggulan Inter tercipta pada menit ke-13. Kesalahan di lini belakang Parma berhasil dimanfaatkan Petar Sucic untuk membobol gawang Corvi. Gol tersebut membuat Inter unggul 1-0 dan memberi tuan rumah dorongan besar untuk terus menekan.

Enam menit kemudian, Inter mendapat kesempatan menambah skor dari titik putih. Hakan Calhanoglu menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-19. Penalti sang gelandang tidak mampu dihentikan Corvi, sehingga kedudukan berubah menjadi 2-0 untuk Inter.

Thuram Lengkapi Dominasi Babak Pertama

Inter tidak memilih mengurangi intensitas permainan setelah memimpin dua gol. Dimarco kembali menciptakan situasi berbahaya, tetapi Corvi melakukan penyelamatan untuk mencegah Parma kebobolan lebih cepat.

Meski demikian, pertahanan Parma kembali tak mampu menahan serangan berikutnya. Marcus Thuram akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-31. Gol penyerang Inter itu membawa tuan rumah unggul 3-0 sebelum jeda dan menempatkan Parma dalam posisi yang semakin sulit.

Keunggulan tiga gol pada babak pertama memperlihatkan efisiensi Inter dalam memanfaatkan momen. Mereka mampu mengubah tekanan awal menjadi gol, lalu menjaga Parma tetap berada di bawah tekanan. Bagi tim tamu, kebobolan tiga kali dalam 31 menit membuat upaya membangun kembali pertandingan menjadi sangat berat.

Parma Bertahan, Inter Tetap Menyerang

Setelah turun minum, Inter tetap menunjukkan keinginan untuk menyerang. Francesco Pio Esposito mendapat peluang melalui sepakan yang mengarah ke sasaran, tetapi Corvi kembali tampil sigap. Kiper Parma itu menjadi salah satu pemain yang paling sering terlibat dalam meredam gelombang serangan tuan rumah.

Henrikh Mkhitaryan juga memperoleh kesempatan untuk menambah gol Inter. Namun, tendangan gelandang asal Armenia tersebut belum menemui target. Inter terus menekan dan mempertahankan dominasi penguasaan permainan, meski tidak lagi menambah angka hingga peluit akhir.

Parma berusaha bertahan agar kekalahan tidak semakin besar, sedangkan Inter menjaga tempo tanpa kehilangan fokus. Skor 3-0 tetap bertahan sampai pertandingan selesai, sekaligus menegaskan keberhasilan Inter mengamankan kemenangan bersih di kandang.

Arti Penting Kemenangan bagi Klasemen

Hasil ini membuat Inter memimpin persaingan awal Liga Italia dengan 16 poin dari enam penampilan. Selisih tiga poin dari AS Roma memberi mereka posisi yang menguntungkan, meski kompetisi masih berada pada tahap awal dan banyak pertandingan masih harus dimainkan.

Bagi Inter, kemenangan atas Parma bukan hanya soal tambahan tiga poin, melainkan juga tentang kemampuan menyelesaikan laga dengan kendali penuh. Sucic, Calhanoglu, dan Thuram masing-masing memberi kontribusi gol, sementara lini pertahanan mampu menutup pertandingan tanpa kebobolan.

Di sisi lain, Parma perlu segera menemukan hasil positif untuk menjauh dari tekanan di papan bawah. Dengan empat poin dari enam laga, mereka berada sangat dekat dengan zona degradasi. Selisih gol menjadi pembeda yang membuat posisi mereka masih berada di atas garis tersebut untuk sementara.

Pertandingan di Giuseppe Meazza memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim pada fase-fase penting. Inter mampu menghukum kesalahan lawan, memaksimalkan penalti, serta menjaga intensitas serangan sampai pertandingan berakhir. Parma sempat memberi ancaman, tetapi tidak mampu mengubah peluang menjadi gol.

Dengan kemenangan 3-0 ini, Inter mengirim pesan kuat dalam perebutan posisi puncak. Parma, sebaliknya, meninggalkan Milan dengan pekerjaan rumah besar setelah kembali gagal menambah poin dalam persaingan Liga Italia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Inter Milan naik ke posisi pertama?

Inter Milan naik ke posisi pertama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Inter Milan naik ke posisi pertama matter?

Inter Milan naik ke posisi pertama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.