KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Palestina sambut baik Deklarasi New Delhi

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Jennifer Martinez - kabarlintas.com

Foto : Jennifer Martinez - kabarlintas.com

Palestina Apresiasi Penegasan Dukungan BRICS di New Delhi

Kabarlintas.com – Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan menyambut positif Deklarasi New Delhi yang dihasilkan dalam KTT BRICS ke-18 di India pada 12–13 September. Dokumen tersebut kembali menegaskan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta sejumlah prinsip yang selama ini menjadi pokok tuntutan Palestina di forum internasional.

Respons itu disampaikan dari Ramallah pada Sabtu (12/9). Palestina menilai isi deklarasi mencerminkan dukungan terhadap penegakan hukum internasional dan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berkaitan dengan isu Palestina.

Penolakan pengusiran paksa dan dukungan negara Palestina

Salah satu poin yang mendapat perhatian khusus adalah penolakan terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka, termasuk dari Yerusalem. Bagi Palestina, penegasan tersebut penting karena perlindungan warga sipil dan hak untuk tetap tinggal di tanah asalnya menjadi bagian mendasar dari penyelesaian konflik.

Kementerian juga mengapresiasi seruan untuk mengakhiri pendudukan Israel. Deklarasi New Delhi turut menyatakan dukungan bagi solusi dua negara, keanggotaan penuh Palestina di PBB, serta pembentukan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan layak.

Negara Palestina yang didukung dalam deklarasi itu mengacu pada garis perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Penegasan mengenai perbatasan dan status Yerusalem dipandang Palestina sebagai unsur penting dalam menjaga kerangka politik bagi penyelesaian yang adil.

Dukungan terhadap solusi dua negara bukan sekadar pernyataan diplomatik. Dalam pandangan Palestina, hal tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan hak nasional rakyat Palestina, termasuk hak menentukan nasib sendiri dan membangun kehidupan politik di tanah mereka sendiri.

Perlindungan warga sipil dan akses bantuan Gaza

Palestina juga menyambut dukungan BRICS terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA beserta mandatnya. Keberadaan lembaga ini memiliki arti penting dalam penanganan kebutuhan dasar pengungsi Palestina, termasuk layanan yang berkaitan dengan kemanusiaan.

Selain itu, deklarasi tersebut memuat seruan untuk menjaga tempat-tempat suci di Yerusalem dan memastikan akses terhadapnya. Isu ini memiliki arti sensitif karena Yerusalem memegang kedudukan religius, historis, dan politik yang sangat penting bagi rakyat Palestina.

Kementerian Luar Negeri Palestina turut menyoroti pentingnya perlindungan bagi warga Palestina serta kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Akses bantuan yang aman dan berkelanjutan dinilai penting untuk menjawab kebutuhan penduduk sipil di wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan kemanusiaan tidak hanya menyangkut pengiriman kebutuhan pokok, tetapi juga kepastian bahwa bantuan dapat mencapai masyarakat yang memerlukannya tanpa hambatan. Karena itu, seruan internasional mengenai akses kemanusiaan dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab melindungi warga sipil.

Desakan agar dukungan diwujudkan dalam tindakan

Palestina menekankan bahwa pernyataan dalam Deklarasi New Delhi perlu diikuti langkah nyata. Kementerian menginginkan sikap politik dan diplomatik itu diterjemahkan menjadi tindakan praktis serta konkret untuk menegakkan prinsip-prinsip yang telah disepakati.

Masyarakat internasional didorong untuk menjalankan tanggung jawab hukum dan politiknya. Palestina meminta adanya upaya yang lebih kuat untuk menerapkan dan menegakkan resolusi yang telah memperoleh legitimasi internasional.

Dalam seruannya, kementerian menekankan perlunya menghentikan pelanggaran dan kejahatan yang dikaitkan dengan pendudukan Israel. Palestina juga meminta diakhirinya semua bentuk pengusiran paksa, pembangunan permukiman, serta aneksasi.

Permintaan tersebut berhubungan dengan perlindungan hak-hak nasional rakyat Palestina. Kementerian menegaskan bahwa hak menentukan masa depan sendiri harus dipenuhi, termasuk hak untuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat.

Deklarasi Dipandang sebagai Dorongan Diplomatik

Bagi Palestina, dukungan yang ditegaskan dalam forum BRICS di India memberikan dorongan diplomatik bagi upaya memperjuangkan pengakuan dan perlindungan hak-hak rakyat Palestina. Meski demikian, Palestina menilai hasil yang paling penting adalah pelaksanaan nyata dari komitmen yang telah dituangkan dalam deklarasi.

Implementasi penegasan tersebut, demikian ditekankan kementerian, harus mengarah pada berakhirnya pendudukan Israel dan terpenuhinya hak-hak rakyat Palestina. Tujuan akhirnya adalah berdirinya negara Palestina yang merdeka serta berdaulat di tanahnya sendiri, dengan Yerusalem sebagai ibu kota.

Deklarasi New Delhi menempatkan isu Palestina dalam agenda internasional yang lebih luas melalui penekanan pada penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan, dan penyelesaian politik. Palestina berharap prinsip-prinsip itu tidak berhenti sebagai rumusan, melainkan menjadi dasar bagi langkah yang dapat menghasilkan perubahan nyata.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Palestina sambut baik Deklarasi New Delhi?

Palestina sambut baik Deklarasi New Delhi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Palestina sambut baik Deklarasi New Delhi matter?

Palestina sambut baik Deklarasi New Delhi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.