KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

China tegaskan semua negara setara terlepas ukurannya

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Elizabeth Davis - kabarlintas.com

Foto : Elizabeth Davis - kabarlintas.com

China Tegaskan Semua Negara Setara dalam Forum PBB

Kabarlintas.com – China tegaskan semua negara setara, tanpa memandang luas wilayah, jumlah penduduk, maupun kekuatan ekonominya. Penegasan itu disampaikan Wakil Presiden China Han Zheng dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Sabtu (26/9). Menurut Han, setiap negara memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari komunitas internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB, yang menjadi forum bagi negara-negara anggota untuk membahas persoalan internasional. Han menekankan bahwa isu global seharusnya tidak ditentukan oleh kepentingan segelintir pihak, melainkan diselesaikan melalui konsultasi dan penghormatan terhadap aturan internasional.

“China meyakini seluruh negara, terlepas dari ukuran, merupakan anggota setara dalam komunitas internasional, dan urusan global harus diselesaikan melalui konsultasi serta penghormatan universal terhadap hukum internasional, keadilan, dan ketidakberpihakan,” kata Han.

PBB sebagai ruang dialog multilateral

China tegaskan semua negara setara juga melalui dukungannya terhadap peran PBB sebagai wadah dialog multilateral. Organisasi tersebut dipandang penting karena memberikan ruang bagi negara dengan kapasitas, kondisi ekonomi, dan kepentingan yang berbeda untuk menyampaikan pandangan mereka.

Dalam konteks hubungan internasional, forum multilateral memungkinkan negara-negara membicarakan persoalan bersama melalui perundingan. Pendekatan ini menempatkan konsultasi sebagai jalan untuk mencari titik temu ketika muncul perbedaan mengenai perdamaian, pembangunan, maupun isu lintas batas lainnya.

Han mengajak komunitas internasional untuk menjaga dan memperkuat PBB. Seruan itu menunjukkan pandangan China bahwa lembaga internasional tetap diperlukan untuk membangun komunikasi, mengurangi ketegangan, dan memperluas kerja sama antarnegara.

Bagi negara-negara dengan ukuran atau pengaruh yang lebih kecil, prinsip kesetaraan dalam forum internasional memiliki arti penting. Kesetaraan memberi dasar bahwa pandangan dan kebutuhan setiap negara tetap layak didengar dalam pembahasan urusan global.

Penghormatan terhadap pilihan setiap negara

Selain membahas kesetaraan antarnegara, Han menyerukan agar prasangka ideologis tidak menjadi penghalang dalam hubungan internasional. Ia menilai setiap masyarakat berhak menentukan jalur pembangunan serta sistem sosialnya secara mandiri.

“Kita harus menepis prasangka ideologis, menghormati jalur pembangunan dan sistem sosial yang dipilih secara mandiri oleh rakyat setiap negara, memperdalam pertukaran pengalaman tata kelola, serta bersama-sama mencari solusi atas tantangan global,” ujar Han.

Pandangan tersebut menekankan bahwa kondisi sejarah, sosial, ekonomi, dan budaya tiap negara tidak selalu sama. Karena itu, pengalaman tata kelola dari suatu negara dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pihak lain, tanpa harus diposisikan sebagai satu-satunya model yang berlaku secara universal.

China tegaskan semua negara setara dalam kerangka penghormatan terhadap pilihan domestik masing-masing. Dalam pandangan ini, kerja sama internasional dapat dibangun dengan menerima perbedaan sistem dan arah pembangunan, sambil tetap membuka ruang pertukaran pengalaman.

Rangkaian Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB

Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB resmi dimulai di New York pada 8 September 2026. Pertemuan tahunan tersebut merupakan salah satu agenda diplomatik penting karena mempertemukan perwakilan dari berbagai negara dalam satu forum internasional.

Pekan tingkat tinggi menjadi bagian dari rangkaian sidang tersebut. Pada masa ini, para pemimpin dan pejabat tinggi negara menyampaikan pandangan mengenai kerja sama internasional, perdamaian, pembangunan, serta tantangan yang dihadapi bersama.

Debat Umum PBB tahun ini berlangsung pada 22 hingga 26 September dan berlanjut pada 28 September. Pidato Han pada 26 September menjadi bagian dari rangkaian pembahasan selama pekan tingkat tinggi.

Melalui penekanan pada konsultasi, keadilan, ketidakberpihakan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, China menyampaikan pandangannya mengenai cara mengelola urusan dunia. Pesan tersebut menempatkan kerja sama kolektif sebagai unsur penting dalam menghadapi persoalan global.

FAQ tentang Pernyataan China di PBB

Apa inti pernyataan Wakil Presiden China Han Zheng?

Han Zheng menyatakan bahwa semua negara merupakan anggota setara dalam komunitas internasional, terlepas dari ukuran wilayah, jumlah penduduk, atau kekuatan ekonominya.

Di mana pernyataan tersebut disampaikan?

Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York.

Bagaimana China menilai penyelesaian isu global?

China menilai urusan global perlu diselesaikan melalui konsultasi, penghormatan universal terhadap hukum internasional, keadilan, dan ketidakberpihakan.

Apa yang diserukan China terkait perbedaan sistem sosial?

China menyerukan penghormatan terhadap jalur pembangunan dan sistem sosial yang dipilih secara mandiri oleh rakyat di setiap negara, serta mendorong pertukaran pengalaman tata kelola.

Related Reading