KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wihaji: PIK-R hadir di Sekolah Rakyat bantu konseling teman sebaya

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Elizabeth Moore - kabarlintas.com

Foto : Elizabeth Moore - kabarlintas.com

PIK-R Akan Diperluas ke Sekolah Rakyat untuk Mendampingi Kesehatan Mental Siswa

Kabarlintas.com – Wihaji - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mendorong kehadiran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia. Program tersebut dipersiapkan sebagai ruang pendampingan sebaya bagi para pelajar, terutama dalam menjaga kesehatan mental dan memperkuat pemahaman mereka mengenai kesehatan reproduksi.

Komitmen itu disampaikan Wihaji saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat pada Rabu. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kebutuhan siswa yang tinggal dan belajar dalam lingkungan sekolah berasrama.

“Hari ini memang saya sengaja meninjau Sekolah Rakyat karena ada beberapa hal yang perlu disinergikan. Saya juga sudah meminta izin kepada Menteri Sosial agar program PIK-R dapat masuk ke seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia,” kata Wihaji.

PIK-R dirancang sebagai wadah informasi dan konseling yang dekat dengan kehidupan remaja. Kehadirannya di Sekolah Rakyat diharapkan membantu siswa memiliki teman sebaya yang dapat menjadi tempat berbagi, sekaligus membuka akses pendampingan ketika mereka menghadapi persoalan pribadi, tekanan belajar, relasi sosial, maupun perubahan emosional pada masa remaja.

Ruang aman bagi pelajar

Dalam dialog bersama siswa, Wihaji mengingatkan bahwa pendidikan seharusnya menjadi ruang yang membangun semangat, bukan sumber beban yang membuat anak takut belajar. Ia menyinggung pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya memberi kesempatan kepada anak-anak untuk bersekolah dengan perasaan lebih tenang dan percaya diri.

“Pelajaran yang sulit tidak perlu ditakuti. Anak-anak harus tetap bersemangat, rajin belajar, dan berdoa,” ujar Wihaji kepada para siswa.

Pesan tersebut relevan bagi pelajar yang tengah beradaptasi dengan ritme pendidikan, kehidupan asrama, serta tuntutan untuk berkembang secara akademik dan sosial. Dukungan dari guru, pengasuh, keluarga, serta sesama siswa dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih sehat.

Wihaji juga meninjau kondisi asrama SRMP 11 Bandung Barat. Perhatian diberikan pada kelayakan fasilitas agar siswa memperoleh lingkungan tinggal yang aman, nyaman, dan bersih. Dalam peninjauan itu, aspek kesehatan reproduksi turut menjadi perhatian, bersamaan dengan edukasi mengenai kondisi psikologis remaja.

Ia menyampaikan bahwa persoalan kesehatan mental perlu ditangani secara serius. Sekitar 25 persen remaja disebut mengalami masalah mental. Karena itu, PIK-R dipandang sebagai salah satu jalur yang dapat mendukung pencegahan dan pendampingan awal di lingkungan sekolah.

“PIK-R menjadi salah satu solusi. Selain itu, perlu pula pengawasan untuk mengurangi kebiasaan scrolling media sosial,” paparnya.

Pendampingan sebaya dan penggunaan media sosial

Konseling teman sebaya dapat memberi nilai tambah karena remaja sering kali merasa lebih nyaman berbicara dengan orang yang berada pada rentang usia dan pengalaman yang serupa. Meski demikian, peran tersebut tetap perlu berjalan dalam ekosistem sekolah yang melibatkan pendidik dan pendamping agar siswa dapat diarahkan ke bantuan yang tepat apabila menghadapi persoalan yang lebih berat.

Perhatian terhadap penggunaan media sosial juga menjadi bagian penting dari pendekatan ini. Kebiasaan menelusuri konten secara berlebihan dapat mengurangi waktu istirahat, belajar, maupun interaksi langsung. Edukasi yang seimbang dibutuhkan agar teknologi tetap dapat digunakan secara bijak tanpa mengganggu kesehatan mental dan rutinitas harian siswa.

Bagi Sekolah Rakyat, penguatan PIK-R dapat melengkapi upaya pendidikan yang tidak hanya menekankan capaian pelajaran. Pembentukan karakter, kemampuan berkomunikasi, kepedulian terhadap teman, dan keberanian mencari pertolongan merupakan bekal yang sama pentingnya dalam perjalanan tumbuh kembang anak.

SRMP 11 Bandung Barat menampung siswa dari 16 kecamatan

Kepala SRMP 11 Bandung Barat, Neneng Nurjanah, menyampaikan bahwa sekolah tersebut memiliki sekitar 87 siswa. Para peserta didik berasal dari 16 kecamatan di wilayah sekitar Kabupaten Bandung Barat.

Ia menilai kunjungan Wihaji memberikan dorongan bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi para siswa.

“Kehadiran Bapak Menteri menjadi motivasi bagi keluarga besar SRMP 11 Bandung Barat untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas, membangun generasi berkarakter, dan mewujudkan masa depan anak bangsa yang lebih baik,” ucap Neneng.

Selain meninjau sekolah dan menyampaikan rencana penguatan PIK-R, Wihaji memberikan bantuan perbaikan rumah kepada dua siswi kelas 8 SRMP 11 Bandung Barat. Bantuan tersebut ditujukan kepada Risma dan Raisa Putri.

Risma merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ia tinggal bersama nenek serta kedua orang tuanya dalam satu rumah di Kampung Bojongsuren, Kecamatan Padalarang. Bantuan perbaikan rumah diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga tersebut.

Bantuan serupa juga diterima Raisa Putri. Rumah yang sebelumnya pernah digunakan sebagai lokasi pemilahan sampah itu kini menjadi tempat tinggal Raisa bersama ayahnya. Dukungan terhadap kondisi hunian keluarga siswa menjadi bagian dari perhatian yang menyertai upaya menjaga keberlanjutan pendidikan mereka.

Rencana menghadirkan PIK-R di Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa kebutuhan siswa tidak berhenti pada ruang kelas dan materi pelajaran. Lingkungan belajar yang aman, tempat tinggal yang layak, edukasi kesehatan, serta dukungan emosional saling berkaitan dalam membantu anak bertahan, berkembang, dan menatap masa depan dengan lebih baik.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Wihaji?

Wihaji is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wihaji matter?

Wihaji matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.