KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Satgas Safe Santri hingga dakwah digital jadi prioritas Kemenag

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Anthony Gonzalez - kabarlintas.com

Foto : Anthony Gonzalez - kabarlintas.com

Lima Program Pesantren Disiapkan Kemenag pada Hari Santri 2026

Kabarlintas.com – Kementerian Agama menetapkan lima fokus baru untuk memperkuat pesantren, mulai dari perlindungan santri hingga pengembangan dakwah di ruang digital. Arah kerja tersebut diperkenalkan Direktorat Jenderal Pesantren dalam peringatan Hari Santri 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin upacara di Kantor Kementerian Agama Jakarta dan menegaskan bahwa pesantren perlu terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan masa kini. Program yang disiapkan ditujukan untuk menopang pendidikan santri, kualitas kelembagaan, keselamatan peserta didik, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan sosial.

“Untuk menjawab tantangan zaman dan memastikan pesantren semakin kuat di dalam menyiapkan masa depan santri, Direktorat Jenderal Pesantren menginisiasi lima program prioritas,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Perlindungan santri menjadi perhatian utama

Program pertama adalah pembentukan Satuan Tugas Safe Santri. Kehadiran satgas ini diarahkan untuk memastikan pesantren menjadi lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang aman. Perlindungan tersebut mencakup pencegahan kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Fokus terhadap keamanan santri menempatkan perlindungan sebagai bagian penting dari mutu pendidikan pesantren. Orang tua yang memilih pondok pesantren untuk pendidikan anak juga perlu memperhatikan kualitas lembaga, pola pengasuhan yang diterapkan, serta adanya jaminan perlindungan bagi para santri.

Penguatan tata kelola dan perlindungan peserta didik dipandang penting agar pesantren dapat menjalankan perannya sebagai ruang belajar yang aman. Selain mendalami pendidikan agama, santri membutuhkan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter, rasa aman, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Pengakuan ijazah dan peluang masa depan lulusan

Prioritas kedua berkaitan dengan penguatan rekognisi ijazah pesantren. Langkah ini ditujukan untuk memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan maupun membangun karier bagi lulusan pesantren. Rekognisi merupakan pengakuan resmi negara atas mutu, kompetensi, serta kesetaraan lulusan dan tenaga pengajar dari satuan pendidikan pesantren.

Pengakuan yang semakin kuat diharapkan memberi kepastian lebih luas bagi santri setelah menyelesaikan pendidikan. Pesantren tidak hanya berperan sebagai tempat pembelajaran keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional yang menyiapkan generasi dengan kemampuan akademik, keterampilan, dan karakter.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran serta pembenahan pengelolaan lembaga. Penguatan status dan pengakuan lulusan perlu berjalan seiring dengan mutu pendidikan yang terus dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap pesantren semakin kokoh.

Pesantren adaptif, mandiri, dan menguasai teknologi

Program ketiga mendorong pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus semakin mandiri secara ekonomi. Perubahan zaman menuntut santri untuk memiliki bekal lebih luas, tanpa meninggalkan fondasi ilmu agama yang menjadi ciri utama pendidikan pesantren.

Penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan bagi santri masa kini. Kemampuan tersebut dapat membantu mereka memahami perkembangan dunia, berkomunikasi secara efektif, serta mengambil peran yang relevan di tengah masyarakat yang semakin terhubung secara digital.

Kemandirian ekonomi juga menjadi unsur penting dalam arah penguatan pesantren. Dengan kapasitas kelembagaan yang lebih mandiri, pesantren diharapkan memiliki daya tahan lebih baik dalam mengembangkan pendidikan dan membina para santrinya.

Santri 5.0 dan dakwah kreatif di ruang digital

Fokus keempat diberi nama Santri 5.0. Program ini diarahkan bagi santri yang memiliki keahlian dalam ilmu agama sekaligus keterampilan yang mendukung kehidupan modern. Gagasan tersebut menekankan bahwa pemahaman keagamaan yang kuat dapat berjalan bersama dengan kecakapan praktis dan kemampuan beradaptasi.

“Keempat, Santri 5.0, untuk santri yang ahli ilmu agama dan terampil. Serta yang kelima, dakwah digital, yakni dakwah pesantren hadir secara kreatif dan relevan di ruang digital,” ujar Menag.

Prioritas kelima adalah dakwah digital. Pesantren didorong untuk menghadirkan pesan-pesan keagamaan secara kreatif dan tetap relevan melalui ruang digital. Perkembangan media digital membuka kesempatan bagi pesantren untuk menjangkau masyarakat dengan cara komunikasi yang sesuai dengan kebiasaan audiens saat ini.

Dakwah di kanal digital tetap membutuhkan isi yang bertanggung jawab, mudah dipahami, dan selaras dengan nilai keagamaan. Bagi santri, kemampuan memanfaatkan media digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pengetahuan agama sekaligus menunjukkan peran pesantren dalam merespons perkembangan zaman.

Momentum memperkuat peran pesantren

Pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, Nasaruddin menyampaikan selamat kepada seluruh santri dan mengajak mereka meningkatkan prestasi. Ia juga menekankan pentingnya kebanggaan terhadap kontribusi pondok pesantren bagi Indonesia.

“Selamat Hari Santri kepada anak-anakku semuanya. Mari kita berbahagia dan berbangga dengan prestasi yang dicapai oleh pondok pesantren,” ujar Nasaruddin.

Pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang kuat dalam pemahaman agama, unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter baik, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi titik penting untuk mempertegas peran pesantren dalam pendidikan nasional.

Meski demikian, penguatan kelembagaan perlu diikuti perbaikan mutu pendidikan, tata kelola yang semakin baik, serta perlindungan nyata bagi santri. Lima program prioritas ini menempatkan pesantren sebagai lembaga yang tidak hanya menjaga tradisi pendidikan Islam, tetapi juga mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang terampil, aman, dan siap menghadapi tantangan era baru.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Satgas Safe Santri hingga dakwah digital?

Satgas Safe Santri hingga dakwah digital is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Satgas Safe Santri hingga dakwah digital matter?

Satgas Safe Santri hingga dakwah digital matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.