Menhut upayakan karhutla hutan lindung Liang Anggang cepat terkendali
Penanganan Karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Diperkuat dari Darat dan Udara
Kabarlintas.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus diperkuat agar api segera dapat dikendalikan dan tidak menjalar ke area yang lebih luas. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara maksimal melalui kerja satuan tugas di lapangan, dengan dukungan operasi udara untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Kawasan yang terdampak kebakaran mencapai 167 hektare dan tersebar di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan terpadu karena area hutan lindung memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekitar, termasuk tata air dan kelembapan lahan. Pengendalian api tidak hanya berfokus pada pemadaman titik yang terbakar, tetapi juga pada pencegahan munculnya kebakaran baru.
“Saat ini Manggala Agni siaga 1x24 jam dibantu TNI-Polri serta relawan barisan pemadam kebakaran,” kata Raja Juli Antoni di Banjarbaru, Senin.
Personel Gabungan Disiagakan di Sejumlah Posko
Petugas Manggala Agni bekerja bersama unsur TNI, Polri, serta relawan pemadam kebakaran dalam operasi penanganan di lapangan. Kesiapsiagaan selama 24 jam diperlukan untuk memastikan respons dapat segera dilakukan apabila ditemukan asap maupun titik api baru di sekitar kawasan hutan lindung.
Dari unsur pemerintah daerah, Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan juga mengerahkan 150 personel gabungan. Mereka menjalankan patroli dan ditempatkan pada beberapa posko di sekitar area terdampak. Penempatan personel di posko membantu mempercepat koordinasi, pemantauan kondisi lapangan, serta mobilisasi apabila kebakaran kembali muncul di lokasi lain.
Operasi darat menjadi bagian penting dalam pemadaman karena petugas perlu mencapai langsung area terbakar, melakukan penyiraman, dan memastikan bara tidak kembali menyala. Dalam penanganan karhutla, api yang tampak padam belum selalu berarti ancaman telah berakhir. Material organik di lahan dapat menyimpan panas, sehingga pengawasan dan pembasahan berkelanjutan menjadi langkah yang diperlukan.
Helikopter Water Bombing Menjangkau Area Sulit
Selain kekuatan di darat, dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana beroperasi setiap hari. Pesawat tersebut melakukan penyiraman dari udara ke titik-titik kebakaran yang tidak mudah dicapai oleh personel darat. Dukungan udara membantu menekan api lebih cepat, terutama ketika akses menuju lokasi terhambat kondisi medan.
Penggunaan helikopter water bombing melengkapi kerja petugas lapangan, bukan menggantikannya. Setelah penyiraman dari udara dilakukan, tim darat tetap perlu memeriksa area tersebut untuk mengurangi kemungkinan api kembali muncul. Kombinasi kedua metode ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkecil risiko perluasan kebakaran di dalam maupun sekitar Hutan Lindung Liang Anggang.
Raja Juli Antoni juga mengapresiasi langkah pembasahan lahan melalui jaringan kanal. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus mengurangi peluang terbentuknya titik panas baru. Air yang tersedia dimanfaatkan dengan cara dipompa dan dialirkan menuju saluran irigasi serta kanal di sekitar kawasan hutan lindung.
Pembasahan Lahan Menjadi Langkah Pencegahan
Pembasahan kanal dan lahan merupakan upaya pencegahan yang berjalan seiring dengan pemadaman. Ketika kondisi lahan tetap lembap, risiko api menyebar atau muncul kembali dapat ditekan. Karena itu, pengaliran air ke jaringan di sekitar kawasan tidak hanya ditujukan untuk menghadapi kebakaran yang sedang berlangsung, tetapi juga untuk menjaga area yang belum terdampak.
Langkah tersebut penting mengingat Hutan Lindung Liang Anggang memiliki luasan 2.250 hektare. Kawasan ini terbagi dalam dua blok, yakni 960 hektare di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, serta 1.290 hektare di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Luas area itu menunjukkan perlunya pengawasan yang konsisten dan pembagian tugas yang terkoordinasi di setiap bagian kawasan.
Dengan personel gabungan, patroli lapangan, pemadaman dari darat, penyiraman melalui helikopter, dan pembasahan kanal, pemerintah berupaya menjaga kebakaran agar tidak berkembang menjadi lebih besar. Menteri Kehutanan menyatakan optimisme bahwa karhutla dapat dikendalikan melalui seluruh langkah yang telah dijalankan.
Bagi masyarakat di sekitar kawasan, pengendalian karhutla yang cepat penting untuk mengurangi dampak yang dapat dirasakan secara langsung, seperti munculnya asap dan terganggunya aktivitas harian. Dukungan terhadap petugas dapat dilakukan dengan tidak melakukan kegiatan yang berisiko memicu api di sekitar lahan serta segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran.
Penanganan di Liang Anggang memperlihatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan memerlukan kerja bersama dari berbagai unsur. Keberadaan petugas di lapangan, dukungan alat dari udara, serta pengelolaan air di kanal menjadi rangkaian langkah yang saling berkaitan untuk melindungi kawasan hutan lindung dan mencegah dampak kebakaran meluas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menhut upayakan karhutla hutan lindung Liang?Menhut upayakan karhutla hutan lindung Liang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menhut upayakan karhutla hutan lindung Liang matter?Menhut upayakan karhutla hutan lindung Liang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.