KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jenazah dua warga Kudus korban KM Virgo tiba di rumah

Published September 29, 2026 · Updated September 29, 2026 · By Nancy Martinez - kabarlintas.com

Foto : Nancy Martinez - kabarlintas.com

Dua Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Kudus

Kabarlintas.com – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setelah dua warga yang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 berhasil ditemukan dan dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing pada Selasa. Keduanya merupakan bagian dari empat warga Kudus yang teridentifikasi berada dalam peristiwa tersebut.

Korban pertama, M. Adam Assegaf (20), warga Desa Demangan, Kecamatan Kota, tiba di kediaman keluarganya sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak lama berselang, jenazah Rizki Ananta Agusena (23), warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, juga tiba di rumah duka pada pukul 09.15 WIB.

“Hingga saat ini baru dua orang yang ditemukan dari empat orang warga Kudus yang teridentifikasi menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kedua korban tiba di rumah masing-masing pukul 09.00 WIB dan pukul 09.15 WIB,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus Ahmad Munaji.

Pemakaman Dilaksanakan di Lokasi Berbeda

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Rizki Ananta Agusena langsung dibawa ke pemakaman umum Desa Honggosoco. Sebelum dimakamkan, keluarga dan warga setempat menggelar doa serta salat jenazah. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, pemakaman M. Adam Assegaf dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB di Pemakaman Ploso. Keluarga berencana memakamkan Adam di sisi makam ayahnya yang telah lebih dahulu meninggal dunia.

Kedatangan kedua jenazah tersebut menjadi saat yang berat bagi keluarga, tetapi juga membawa kepastian setelah pencarian dilakukan pascainsiden kapal. Pemulangan jenazah memungkinkan keluarga menjalankan prosesi terakhir di kampung halaman bersama kerabat dan warga sekitar.

Perjalanan dari Banjarmasin ke Kudus

Jenazah kedua korban diterbangkan dari Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor di Banjarmasin menuju Semarang. Dari kota tersebut, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Kudus.

Keluarga M. Adam Assegaf menyebut penerbangan menuju Semarang mendarat di Bandara Ahmad Yani sekitar pukul 07.30 hingga 08.00 WIB. Setelah proses penjemputan selesai, ambulans melanjutkan perjalanan ke Kudus agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga.

Informasi mengenai keberangkatan jenazah diperoleh keluarga melalui koordinasi dengan Tim Disaster Victim Identification atau DVI. Proses identifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan identitas korban sebelum pemulangan dilakukan kepada keluarga yang menunggu.

Dua Warga Kudus Masih Dicari

Meski dua korban telah ditemukan, pencarian terhadap dua warga Kudus lainnya masih menjadi harapan utama keluarga. Mereka adalah Kumaedi, warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, serta Yusuf Fachrizal (37), kakak kandung M. Adam Assegaf.

Yusuf dan Adam diketahui berangkat bersama ke Banjarmasin untuk bekerja di bidang jasa ekspedisi barang ke luar Jawa. Keluarga kini masih menanti kabar mengenai Yusuf dan berharap proses pencarian serta identifikasi dapat memberikan kepastian secepat mungkin.

Muhammad Rifa’i (30), kakak Adam dan Yusuf, segera berangkat menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9) setelah memperoleh kabar kapal yang ditumpangi kedua adiknya mengalami musibah. Sebelum menuju Banjarmasin, keluarga sempat melakukan perjalanan melalui Surabaya.

“Pihaknya juga berdoa semoga kakaknya, Yusuf Fachrizal (37) juga ditemukan, karena keduanya berangkat bersama ke Banjarmasin sebagai jasa ekspedisi barang ke luar jawa,” ungkap Muhammad Rifa’i.

Bagi keluarga, ditemukannya Adam menjadi kabar yang patut disyukuri di tengah kesedihan yang mendalam. Namun, kabar tersebut belum mengakhiri penantian karena Yusuf dan Kumaedi belum ditemukan. Keluarga berharap seluruh korban yang masih dicari dapat segera teridentifikasi.

Rencana Pernikahan Adam Tahun Depan

Rifa’i mengenang bahwa Adam berpamitan untuk bekerja seperti biasanya sebelum keberangkatan. Tidak ada tanda yang membuat keluarga menduga perjalanan tersebut akan berakhir dengan musibah.

Adam juga disebut memiliki rencana menikah dengan kekasihnya, Risma, warga Getas, pada tahun depan. Rencana tersebut kini menjadi bagian dari kenangan yang menyertai duka keluarga saat mengantarkan Adam ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kepergian seorang anggota keluarga tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga menghentikan rencana-rencana yang telah dipersiapkan. Dalam situasi seperti ini, kehadiran keluarga besar, tetangga, dan masyarakat di sekitar rumah duka menjadi dukungan penting bagi mereka yang ditinggalkan.

Keluarga Menunggu Informasi Penanganan Insiden

Selain menunggu perkembangan pencarian dua korban lainnya, keluarga menyampaikan bahwa hingga saat itu belum menerima informasi resmi lebih lanjut dari pengelola kapal terkait penanganan insiden maupun santunan bagi korban.

Kepastian mengenai langkah penanganan menjadi hal yang dinantikan keluarga, terutama setelah proses pemulangan dua jenazah selesai dilakukan. Bagi keluarga korban yang masih belum ditemukan, informasi yang jelas dan berkelanjutan diperlukan untuk membantu mereka mengikuti perkembangan pencarian.

Peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka bagi warga Kudus, khususnya keluarga empat korban. Saat dua korban telah kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan, doa dan harapan masih diarahkan kepada Kumaedi serta Yusuf Fachrizal agar segera ditemukan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jenazah dua warga Kudus korban KM Virgo?

Jenazah dua warga Kudus korban KM Virgo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jenazah dua warga Kudus korban KM Virgo matter?

Jenazah dua warga Kudus korban KM Virgo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.