Pengangguran 6,49 persen, polisi Banjarmasin siapkan program kerja
Polresta Banjarmasin Perluas Akses Kerja Lewat Program Poliran
Kabarlintas.com – Upaya membantu warga memperoleh pekerjaan menjadi perhatian Polresta Banjarmasin melalui Program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran. Inisiatif ini mempertemukan pencari kerja dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha yang membutuhkan tenaga kerja di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Program tersebut hadir di tengah jumlah pencari kerja yang masih besar. Pemerintah Kota Banjarmasin pada April 2026 menyampaikan terdapat 21.220 pencari kerja di wilayahnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka kota ini pada Agustus 2025 mencapai 6,49 persen.
Angka itu memang lebih rendah daripada 6,56 persen pada tahun sebelumnya. Namun, tingkat pengangguran terbuka Banjarmasin masih berada di atas capaian Kalimantan Selatan yang tercatat 4,16 persen pada periode Agustus 2025.
Kolaborasi Polisi, Pemda, dan Dunia Usaha
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol. Riza Muttaqin menjelaskan bahwa Poliran dirancang sebagai wadah kolaborasi. Kepolisian mengambil peran untuk membuka jalur komunikasi antara masyarakat yang mencari kerja, instansi pemerintah daerah, dan perusahaan.
Pemaparan mengenai program ini dilakukan di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin. Kegiatan tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, perwakilan satuan kerja perangkat daerah, pimpinan hotel dan perusahaan, serta personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas.
“Program Polisi Peduli Pengangguran ini bukan sekadar agenda koordinasi atau kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat yang sedang mencari pekerjaan,” ujar Riza.
Poliran tidak hanya ditujukan sebagai ruang pertemuan antarlembaga. Program ini diarahkan untuk membuat informasi peluang kerja lebih mudah dijangkau warga, sekaligus membuka kesempatan pelatihan bagi mereka yang membutuhkan peningkatan keterampilan.
Pendataan dan Pemetaan Keterampilan
Pelaksanaan Poliran direncanakan mencakup pendataan pencari kerja, pemetaan kemampuan yang dimiliki, penyebaran lowongan yang telah diverifikasi, hingga fasilitasi pertemuan dengan perusahaan. Rangkaian tersebut penting agar informasi yang diterima warga tidak berhenti pada pengumuman lowongan semata.
Melalui pendataan, pihak terkait dapat mengenali kelompok pencari kerja dan kompetensi yang tersedia. Pemetaan ini juga membantu menyesuaikan kemampuan calon tenaga kerja dengan kebutuhan yang dibuka perusahaan. Kesesuaian antara kualifikasi pelamar dan kebutuhan pemberi kerja menjadi salah satu unsur penting agar peluang penempatan kerja lebih nyata.
Keterlibatan dunia usaha memiliki posisi sentral dalam skema tersebut. Perusahaan dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja serta keterampilan yang diperlukan pada tiap bidang. Informasi itu kemudian dapat menjadi acuan bagi pencari kerja ketika menyiapkan diri atau memilih pelatihan yang relevan.
Bagi masyarakat, akses terhadap lowongan yang sudah melalui proses verifikasi dapat membantu mengurangi ketidakpastian saat mencari pekerjaan. Informasi yang lebih terarah juga memungkinkan pencari kerja memahami persyaratan dasar sebelum mengajukan lamaran atau mengikuti proses seleksi.
Peran Bhabinkamtibmas di Tingkat Kelurahan
Personel Bhabinkamtibmas diharapkan ikut mendukung pelaksanaan Poliran hingga tingkat kelurahan. Kehadiran mereka dapat membantu menjangkau warga yang membutuhkan informasi kerja, terutama dalam kegiatan pendataan dan penyampaian peluang yang tersedia.
Jangkauan di lingkungan kelurahan penting karena pencari kerja tidak selalu memiliki akses yang sama terhadap informasi atau kegiatan pelatihan. Dengan komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, data pencari kerja dan penyebaran informasi dapat dilakukan secara lebih luas.
Riza menekankan bahwa hasil program perlu dinilai dari manfaat konkret yang dirasakan warga. Ukurannya mencakup kemudahan memperoleh informasi lowongan, peluang mengikuti pelatihan keterampilan, serta kesempatan mendapatkan pekerjaan.
Fokus tersebut menempatkan Poliran sebagai program yang perlu berjalan berkelanjutan. Kerja sama antara Polresta Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan pelaku usaha diharapkan tidak berhenti pada tahap koordinasi awal, melainkan terus memberi akses bagi masyarakat yang tengah mencari penghidupan.
Harapan terhadap Program Berkelanjutan
Penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 6,49 persen menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah pencari kerja yang mencapai puluhan ribu orang memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap akses informasi, pelatihan, dan koneksi dengan perusahaan masih besar.
Melalui Poliran, setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi. Pemerintah daerah dapat mendukung kebutuhan program dan pelatihan, perusahaan menyampaikan kebutuhan tenaga kerja, kepolisian memfasilitasi komunikasi, sementara masyarakat dapat memanfaatkan informasi serta kesempatan yang dibuka.
Keberlanjutan kerja sama akan menjadi unsur penentu agar program ini menghasilkan dampak yang dapat dirasakan. Bagi warga Banjarmasin yang sedang mencari pekerjaan, keberadaan kanal informasi yang lebih terhubung dengan kebutuhan perusahaan dapat menjadi langkah awal untuk menemukan peluang kerja yang sesuai.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pengangguran 6 49 persen polisi Banjarmasin?Pengangguran 6 49 persen polisi Banjarmasin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pengangguran 6 49 persen polisi Banjarmasin matter?Pengangguran 6 49 persen polisi Banjarmasin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.