KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menhub: Erupsi GAK berdampak pada 2.961 penerbangan hingga Senin

Published September 8, 2026 · Updated September 8, 2026 · By Nancy Martinez - kabarlintas.com

Foto : Nancy Martinez - kabarlintas.com

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Ribuan Penerbangan, Tujuh Bandara Masih Tutup

Kabarlintas.com – Menhub - Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memukul keras sektor penerbangan Indonesia. Hingga Senin (7/9) sore, total 2.961 jadwal penerbangan—baik rute domestik maupun internasional—mengalami gangguan operasional akibat penutupan sementara sejumlah bandara yang berada di sekitar jalur sebaran abu. Dari jumlah tersebut, 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional tercatat terdampak dalam bentuk pembatalan, penundaan, atau pengalihan rute. Sekitar 341.000 penumpang menjadi pihak yang merasakan langsung konsekuensi dari situasi ini.

Perpanjangan Penutupan Tujuh Bandara

Kementerian Perhubungan memutuskan memperpanjang status penutupan operasional tujuh bandara hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB. Keputusan ini diambil sebagai langkah konservatif guna menjamin keselamatan seluruh aktivitas penerbangan di wilayah terdampak. Tujuh bandara yang masih dalam status tutup meliputi:

Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Budiarto di Banten, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Pondok Cabe di Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat.

Mengapa Pendekatan Konservatif Dipilih

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa dinamika arah angin membuat prediksi sebaran abu menjadi sangat tidak menentu. Kondisi ini menuntut otoritas penerbangan untuk tidak mengambil risiko membuka bandara sebelum benar-benar yakin bahwa partikel vulkanik telah menjauh dari area operasional.

"Kenapa kami bersikap konservatif, karena arah angin sangat dinamis. Kita ingin memastikan betul bahwa debu vulkanik ini menjauh dari lokasi bandara yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau."

Pendekatan semacam ini bukan tanpa preseden. Dalam sejarah penerbangan global, insiden seperti kecelakaan Boeing 747 British Airways di atas Atlantik pada 1982—yang dipicu masuknya abu vulkanik ke mesin—menjadi pengingat bahwa partikel vulkanik berukuran mikroskopik pun mampu merusak komponen mesin jet dan mengganggu navigasi. Oleh karena itu, standar keselamatan internasional mengharuskan otoritas bandara menunggu konfirmasi resmi sebelum mengizinkan kembali aktivitas penerbangan.

Protokol Keselamatan Sebelum Bandara Dibuka Kembali

Hasil uji paper test yang dilakukan di beberapa bandara terdampak telah menunjukkan hasil negatif, artinya tidak terdeteksi partikel abu vulkanik pada permukaan yang diuji. Meski demikian, pembukaan operasional tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh pengelola bandara. Keputusan akhir tetap menunggu rekomendasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, yang berkedudukan sebagai pusat rujukan resmi untuk advisori sebaran abu vulkanik di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik Barat.

Perpanjangan penutupan juga memberi ruang waktu bagi dua pihak utama untuk menjalankan prosedur keselamatan. Pengelola bandara wajib melakukan pemeriksaan menyeluruh serta pembersihan fasilitas sisi udara, mencakup runway, taxiway, dan apron. Di sisi lain, maskapai penerbangan memerlukan waktu untuk memeriksa dan membersihkan setiap pesawat dari kemungkinan residu debu vulkanik yang menempel pada badan pesawat, permukaan sayap, atau area intake mesin sebelum armada kembali dioperasikan.

"Kami memastikan semua berjalan dengan baik dan kita tidak ingin mengesampingkan aspek keselamatan."

Pemantauan Berkelanjutan dan Pertimbangan Utama

Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan melanjutkan pemantauan kondisi sebaran debu vulkanik secara berkelanjutan. Hasil advisori dari VAAC Darwin menjadi bahan acuan utama sekaligus dasar evaluasi untuk setiap langkah operasional bandara berikutnya. Setiap keputusan pembukaan atau perpanjangan penutupan akan dievaluasi ulang berdasarkan data terkini.

Dudy menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan terkait operasional penerbangan. Dalam konteks erupsi GAK yang masih berlangsung, prinsip kehati-hatian akan tetap menjadi landasan kebijakan hingga kondisi atmosfer benar-benar aman dan seluruh protokol pembersihan serta inspeksi selesai dilaksanakan tanpa celah.

Bagi penumpang yang terdampak, maskapai dan pengelola bandara diwajibkan memberikan informasi terkini mengenai status penerbangan, opsi pengalihan, serta kebijakan pengembalian tiket atau penjadwalan ulang. Situasi ini mengingatkan kembali bahwa aktivitas vulkanik di perairan Selat Sunda—yang secara historis telah beberapa kali mengganggu lalu lintas udara di kawasan barat Indonesia—tetap menjadi variabel yang harus diantisipasi dalam perencanaan operasional penerbangan nasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menhub?

Menhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menhub matter?

Menhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.