KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menlu Afsel: BRICS yang diperluas tawarkan peluang perkuat konsensus

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Barbara Thomas - kabarlintas.com

Foto : Barbara Thomas - kabarlintas.com

Perluasan BRICS Dinilai Perkuat Suara Negara Berkembang

Kabarlintas.com – Keanggotaan BRICS yang semakin luas dipandang dapat membuka ruang baru bagi negara-negara berkembang untuk memperbesar pengaruh bersama dalam pembahasan isu global. Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan Ronald Lamola menilai perluasan tersebut dapat membantu kelompok ini memperjuangkan agenda yang menjadi kepentingan kolektif anggotanya.

Pandangan itu disampaikan Lamola menjelang Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 yang berlangsung di New Delhi, India, pada Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9). Pertemuan tingkat tinggi tersebut mengangkat tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”, atau membangun ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

Bagi Lamola, bertambahnya jumlah anggota memang dapat membuat proses penyelarasan pandangan menjadi lebih rumit. Namun, kondisi tersebut juga membawa keuntungan karena semakin banyak negara dapat terlibat dalam pembentukan arah dan pesan politik BRICS di panggung internasional.

“Selalu ada tantangan ketika kelompok ini semakin besar, tetapi hal itu juga dapat menjadi peluang karena berarti lebih banyak negara memiliki suara dan dapat membantu memajukan pesan yang kami usung,” kata Lamola.

Agenda reformasi global

BRICS selama ini menjadi salah satu forum penting bagi negara-negara berkembang untuk membahas tata kelola dunia yang lebih representatif. Lamola menyatakan bahwa cakupan anggota yang lebih besar dapat memperkuat dorongan kelompok tersebut terhadap pembaruan berbagai lembaga global serta isu yang dinilai penting secara bersama-sama.

Sejumlah prioritas utama telah memiliki titik temu yang cukup luas di antara anggota BRICS. Di antaranya adalah pembaruan arsitektur keuangan global, reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta penguatan langkah adaptasi terhadap perubahan iklim.

Reformasi arsitektur keuangan global menjadi perhatian karena sistem keuangan internasional memiliki dampak langsung terhadap ruang kebijakan ekonomi setiap negara. Dalam konteks negara berkembang, pembahasan ini berkaitan dengan aspirasi agar suara dan kebutuhan mereka memiliki tempat yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan global.

Sementara itu, pembaruan Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan representasi kawasan dan negara di dalam forum yang memiliki peran besar terhadap keamanan internasional. Dukungan terhadap reformasi tersebut mencerminkan keinginan agar struktur kelembagaan global dapat lebih sejalan dengan perkembangan dunia saat ini.

Adaptasi perubahan iklim juga tetap menjadi agenda penting. Dampak perubahan iklim tidak hanya menyentuh persoalan lingkungan, tetapi juga ketahanan pangan, ketersediaan air, kondisi ekonomi, serta kehidupan masyarakat. Kerja sama di antara negara BRICS dinilai dapat membantu memperluas pembicaraan tentang kebutuhan adaptasi yang relevan bagi negara berkembang.

Ruang dialog di tengah perbedaan

Lamola mengakui bahwa belum terdapat kesepakatan di antara anggota BRICS mengenai konflik Israel-Iran. Meski demikian, ia melihat KTT di New Delhi dapat menjadi ruang untuk menguatkan dukungan terhadap prinsip-prinsip yang telah lama dijunjung dalam hukum internasional.

Prinsip tersebut mencakup penghormatan terhadap kedaulatan negara, integritas wilayah, dan penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog. Nilai-nilai itu juga sejalan dengan Piagam PBB, yang menjadi salah satu rujukan utama dalam hubungan antarnegara.

“Saya yakin pertemuan ini dapat mencapai tujuan tersebut. Bahkan dalam pertemuan para menteri luar negeri, terdapat kesepakatan luas mengenai isu-isu itu,” katanya.

Pernyataan Lamola menunjukkan bahwa perbedaan sikap pada satu konflik tidak serta-merta menutup kemungkinan kerja sama pada isu lain. Forum multilateral seperti BRICS dapat berfungsi sebagai tempat untuk mencari kesamaan kepentingan, terutama ketika negara-negara anggotanya menghadapi tantangan global yang saling berkaitan.

Dengan anggota yang lebih banyak, BRICS menghadapi kebutuhan lebih besar untuk membangun konsensus. Perbedaan kepentingan nasional, kondisi ekonomi, serta posisi diplomatik tiap negara dapat membuat proses perumusan sikap bersama menjadi lebih kompleks. Namun, keberagaman itu juga dapat memperluas jangkauan perspektif yang dibawa ke dalam pembahasan internasional.

Arti KTT New Delhi

KTT BRICS ke-18 di New Delhi menjadi kesempatan bagi para pemimpin untuk menegaskan prioritas kerja sama di tengah perubahan cepat dalam ekonomi, geopolitik, teknologi, dan iklim. Tema pertemuan menempatkan ketahanan, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan sebagai unsur yang saling berkaitan.

Ketahanan dapat dimaknai sebagai kemampuan negara menghadapi tekanan ekonomi, krisis, dan perubahan global. Inovasi berkaitan dengan kebutuhan mencari solusi baru, sedangkan kerja sama menjadi unsur penting ketika persoalan yang dihadapi melampaui batas negara. Keberlanjutan menekankan bahwa pertumbuhan dan kebijakan masa depan perlu memperhatikan dampak jangka panjang.

Bagi negara-negara berkembang, penguatan suara kolektif dalam forum internasional memiliki arti strategis. Aspirasi mengenai pembiayaan, pembangunan, perubahan iklim, keamanan, dan pembaruan lembaga global dapat memperoleh bobot lebih besar ketika disampaikan melalui kerja sama yang terorganisasi.

Lamola menilai perluasan BRICS bukan sekadar penambahan jumlah anggota. Perubahan itu juga berpotensi menjadi sarana untuk memperkuat konsensus atas agenda yang telah memiliki dukungan luas, sekaligus menjaga dialog terbuka pada persoalan yang masih memunculkan perbedaan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menlu Afsel?

Menlu Afsel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menlu Afsel matter?

Menlu Afsel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.