KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PBSI antisipasi pergeseran peta persaingan sistem 15 poin

Published Oktober 7, 2026 · Updated Oktober 7, 2026 · By David Gonzalez - kabarlintas.com

Foto : David Gonzalez - kabarlintas.com

PBSI Siapkan Adaptasi Menjelang Sistem 15 Poin Berlaku

Kabarlintas.com – PP PBSI mulai menyusun langkah antisipatif menghadapi format pertandingan bulu tangkis baru yang akan diterapkan pada 4 Januari 2027. Perubahan dari sistem 21 poin menjadi tiga gim hingga 15 poin diyakini dapat mengubah ritme laga, pendekatan taktik, serta peta kekuatan antarnegara pada masa awal penerapannya.

Perhatian utama PBSI tertuju pada masa transisi. Saat seluruh pemain, pelatih, dan federasi nasional masih mencari pola paling efektif, hasil pertandingan berpotensi menjadi lebih sulit diperkirakan. Kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi negara yang mampu beradaptasi lebih cepat untuk tampil menonjol dalam persaingan internasional.

Setiap Poin Menjadi Lebih Menentukan

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian melihat pengalaman perubahan sistem penghitungan angka di masa lalu sebagai bahan penting untuk mempersiapkan langkah berikutnya. Pergantian format dapat memunculkan pergeseran kekuatan, khususnya ketika pola bermain lama belum sepenuhnya menyesuaikan tuntutan baru.

“Kalau berdasarkan perubahan sistem sebelumnya, dari 15 poin ke 21 poin, peta persaingan itu bergeser di awal. Ini yang kami antisipasi,” kata Eng Hian di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

BWF telah menetapkan format tiga gim dengan target 15 poin per gim sebagai pengganti sistem 21 poin. Dengan angka kemenangan gim yang lebih pendek, peluang untuk memperbaiki kesalahan juga akan semakin terbatas. Pemain tidak lagi memiliki banyak ruang untuk memulihkan ketertinggalan apabila awal pertandingan berjalan kurang baik.

Dalam format tersebut, reli-reli penting pada fase pembuka akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap hasil akhir. Keunggulan kecil dapat berkembang menjadi tekanan psikologis bagi lawan, sementara kesalahan sederhana dapat langsung memengaruhi arah permainan. Karena itu, kesiapan sejak servis pertama diperkirakan menjadi unsur yang semakin krusial.

Program Latihan Akan Disesuaikan per Sektor

PBSI belum menganggap kebutuhan adaptasi setiap nomor pertandingan akan sama. Tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran memiliki karakter permainan, pola reli, serta kebutuhan fisik dan teknis yang berbeda. Pendekatan latihan pun perlu dirancang secara lebih spesifik.

“Tentunya kami harus bisa beradaptasi. Bagaimana kami mengadaptasi dengan sistem 15 poin ini? Apa yang harus lebih difokuskan? Kami juga sama-sama belum tahu karena tiap sektor pasti berbeda-beda kebutuhannya,” ujar Eng Hian.

Penyesuaian tersebut tidak semata-mata menyangkut peningkatan tempo bermain. Pelatih juga perlu mengukur kembali strategi pembukaan gim, pengelolaan momentum, variasi servis, serta pilihan pukulan saat berada dalam tekanan. Pada pertandingan yang lebih singkat, keputusan taktis yang terlambat bisa membuat pemain kehilangan kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Evaluasi terhadap kebiasaan bertanding juga akan menjadi bagian penting. Dalam sistem 21 poin, pemain mungkin masih dapat mencoba membangun ritme secara bertahap. Namun, format 15 poin menuntut kesiapan yang lebih instan. Pemain perlu mampu membaca lawan lebih cepat dan menjaga fokus tanpa memberi terlalu banyak poin gratis.

Akurasi Pukulan Jadi Perhatian Utama

Eng Hian menilai durasi laga yang lebih singkat akan meningkatkan nilai dari setiap reli. Akurasi pukulan, pemilihan arah serangan, dan kemampuan menghindari kesalahan sendiri akan mendapat porsi perhatian lebih besar dalam pembinaan.

“Kalau dilihat secara global, sistem 15 poin tentu akan lebih cepat. Kemudian akurasi pukulan harus lebih ditingkatkan lagi. Karena pada saat terjadi kesalahan atau mati, perolehan poin akan semakin pendek,” katanya.

Artinya, pemain tidak hanya dituntut agresif, tetapi juga harus efisien. Serangan yang terburu-buru dapat berujung pada kesalahan, sedangkan permainan terlalu pasif berisiko memberi lawan kendali atas reli. Keseimbangan antara keberanian mengambil inisiatif dan ketelitian menjaga bola tetap hidup akan menjadi salah satu aspek yang perlu diasah.

Bagi pasangan ganda, komunikasi dan konsistensi rotasi dapat menjadi semakin penting karena perubahan skor mengurangi toleransi terhadap kekeliruan dalam koordinasi. Sementara itu, sektor tunggal akan membutuhkan kemampuan mengatur tempo secara cermat agar energi tidak habis terlalu awal, tanpa kehilangan urgensi untuk merebut poin sejak awal.

Masa Transisi Menuju Kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028

PP PBSI memandang periode awal penerapan sistem baru sebagai waktu untuk terus menguji dan menyempurnakan program latihan. Persaingan global diperkirakan belum langsung menemukan pola yang stabil karena tiap negara akan menjalani proses penyesuaian dengan kecepatan berbeda.

Ketidakpastian tersebut menjadi alasan PBSI untuk tidak berhenti pada satu formulasi latihan. Hasil kompetisi, respons pemain, dan perkembangan gaya bermain lawan akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan yang efektif pada satu sektor belum tentu dapat diterapkan secara sama pada sektor lain.

Target yang lebih besar berada di depan, yakni periode menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Oleh sebab itu, adaptasi terhadap sistem 15 poin bukan hanya persoalan teknis menghadapi perubahan regulasi, melainkan bagian dari persiapan jangka menengah untuk menjaga daya saing Indonesia di panggung bulu tangkis dunia.

Dengan perubahan yang dimulai pada Januari 2027, PBSI memiliki waktu untuk memetakan kebutuhan atlet dan pelatih sebelum format baru menjadi bagian penuh dari kalender pertandingan. Fokusnya adalah memastikan pemain Indonesia mampu memasuki era baru tersebut dengan strategi yang matang, pukulan yang lebih presisi, serta kesiapan mental untuk menghadapi laga yang bergerak lebih cepat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is PBSI antisipasi pergeseran peta persaingan sistem 15?

PBSI antisipasi pergeseran peta persaingan sistem 15 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PBSI antisipasi pergeseran peta persaingan sistem 15 matter?

PBSI antisipasi pergeseran peta persaingan sistem 15 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.