GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel
Pengurus Baru GEKRAFS Sulsel Resmi Dilantik, Targetkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Lokal
Kabarlintas.com – Sebuah kapal phinisi yang berlabuh di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar, menjadi panggung bersejarah bagi dunia ekonomi kreatif Sulawesi Selatan pada Jumat (4/9). Di atas lambung kapal ikonik tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEKRAFS Sulawesi Selatan periode 2026–2029 resmi dilantik, menandai dimulainya babak baru bagi organisasi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku kreatif di provinsi kepulauan itu. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan sinyal bahwa sektor ekonomi kreatif Sulsel akan mendapat dorongan terstruktur dari sebuah wadah nasional yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Visi Nasional untuk Kekuatan Lokal
Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa setiap wilayah di Indonesia menyimpan karakter ekonomi kreatif yang unik dan tidak dapat disamakan satu sama lain. Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, ia menekankan bahwa tugas utama pengurus baru di Sulsel adalah mengidentifikasi kekuatan khas daerah lalu menjembatannya ke pasar yang lebih luas.
"Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif dengan karakter yang berbeda dan GEKRAFS Sulsel diharapkan mampu mengangkat kekuatan lokal dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas."
Lukistian menambahkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki kapasitas ekonomi yang sangat besar, namun realisasi potensi tersebut masih bergantung pada bagaimana kebijakan dan program konkret mampu mengonversinya menjadi kekuatan ekonomi yang terukur. Ia menggambarkan GEKRAFS sebagai "rumah bersama" tempat para pelaku kreatif dapat berkarya, berkembang, dan mengakses peluang yang sebelumnya sulit dijangkau secara individual.
"Kita ingin GEKRAFS menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, berkembang, dan membuka akses yang lebih luas."
Dimensi Kolaboratif dan Multi-Pemangku Kepentingan
Yang membedakan pendekatan GEKRAFS dari sekadar asosiasi profesi adalah orientasinya yang lintas-sektor. Kepengurusan baru di Sulsel diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas seni dan budaya, generasi muda, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya bukan hanya menciptakan inovasi produk, tetapi juga membuka jalur ekonomi baru yang sebelumnya tidak terpetakan dalam peta pembangunan daerah.
Bagi Sulawesi Selatan, yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan timur Indonesia, integrasi ekonomi kreatif ke dalam arus utama pembangunan masih relatif terbatas. Banyak pengrajin, desainer, musisi, dan pelaku konten digital di Makassar serta kota-kota sekitarnya beroperasi secara sporadis tanpa dukungan kelembagaan yang memadai. Kehadiran struktur organisasi seperti DPW GEKRAFS Sulsel berpotensi mengubah pola tersebut dengan menyediakan kerangka kerja bersama, akses pendampingan, dan kanal distribusi yang lebih formal.
Konsolidasi Internal dan Kekuatan Keberagaman
Ketua OKK DPP GEKRAFS, Arifin Ihsan Rismansyah, mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu figur saja, melainkan oleh kemampuan seluruh jajaran untuk bergerak sebagai satu kesatuan. Ia menilai keberagaman latar belakang para pengurus—yang mencakup berbagai disiplin ilmu dan pengalaman industri—justru menjadi aset strategis untuk melahirkan gagasan-gagasan segar.
"Teman-teman di Sulsel punya banyak potensi dan kreativitas, tinggal bagaimana kita satukan dalam satu gerakan sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif."
Pesan konsolidasi ini penting mengingat organisasi ekonomi kreatif kerap menghadapi tantangan fragmentasi: masing-masing komunitas bekerja dalam silo sendiri tanpa koordinasi lintas-sektor. Dengan menyatukan energi tersebut ke dalam satu gerakan terarah, dampak ekonomi yang dihasilkan dapat diperluas secara eksponensial.
Pemimpin Baru: Andi Rahmat Manggabarani
Andi Rahmat Manggabarani, yang kini memimpin DPW GEKRAFS Sulawesi Selatan, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah yang berlangsung di Makassar pada 25 Mei 2026. Proses pemilihan tanpa kontestasi ini mencerminkan konsensus internal organisasi terhadap visi dan kapasitas kepemimpinan yang ditawarkan. Dalam pernyataannya pasca-pelantikan, Andi Rahmat menegaskan bahwa memperbesar peran GEKRAFS di Sulsel bukanlah tugas seorang ketua semata.
"Kami menilai keberadaan pengurus dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam menjadi modal penting untuk menjadikan GEKRAFS sebagai wadah yang mampu melahirkan gagasan serta program konkret bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan."
Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kemampuan seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara kolektif, masing-masing membawa keahlian dan perspektif yang berbeda. Pendekatan ini menempatkan GEKRAFS bukan sebagai entitas top-down, melainkan sebagai platform horizontal di mana setiap anggota berkontribusi sesuai kompetensinya.
Implikasi Jangka Panjang bagi Ekonomi Kreatif Sulsel
Kepemimpinan baru periode 2026–2029 ini diharapkan memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas kreatif, pemerintah daerah, hingga berbagai sektor ekonomi kreatif lainnya. Dalam konteks pembangunan Sulawesi Selatan yang terus bertransformasi dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis pengetahuan dan kreativitas, keberadaan lembaga seperti GEKRAFS Sulsel dapat menjadi katalis percepatan. Program pendampingan UMKM kreatif, fasilitasi akses pasar digital, inkubasi startup berbasis konten, serta penguatan kapasitas generasi muda dalam industri kreatif merupakan beberapa area di mana organisasi semacam ini dapat memberikan dampak langsung.
Dengan infrastruktur organisasi yang kini telah terbentuk secara resmi, tantangan terbesar ke depan bukan lagi soal eksistensi kelembagaan, melainkan soal eksekusi program di lapangan. Apakah pengurus baru mampu menerjemahkan visi menjadi aksi nyata yang terukur, menjadi pertanyaan yang akan dijawab oleh waktu dan hasil konkret di lapangan ekonomi kreatif Sulawesi Selatan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi?GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matter?GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.