ESDM: Bursa Mineral perkuat RI dalam perdagangan mineral strategis
ESDM Siapkan Bursa Mineral untuk Memperkuat Posisi Indonesia
Kabarlintas.com – ESDM menyiapkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) nasional sebagai langkah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan produk mineral strategis. Inisiatif tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi harga sekaligus memperbesar peran Indonesia di tengah kebutuhan global terhadap mineral yang mendukung industri masa depan.
Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Yan Abrar, menyampaikan hal itu dalam Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) di Sanur, Denpasar, Bali. Forum tersebut juga menjadi ruang dialog dengan investor Korea Selatan mengenai arah kebijakan pertambangan dan peluang kemitraan di sektor mineral.
“Indonesia sedang menyiapkan landasan bagi pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nasional. Tujuannya adalah meningkatkan transparansi harga dan memperkuat peran Indonesia dalam perdagangan produk mineral strategis,” ujar Yan.
Menurut Yan, kejelasan regulasi merupakan salah satu kebutuhan utama bagi investor. Karena itu, ESDM terus menyampaikan bahwa arah kebijakan hilirisasi mineral Indonesia dijalankan secara konsisten. Kebijakan tersebut telah berkembang selama lebih dari 15 tahun dan menjadi bagian dari upaya membangun nilai tambah sumber daya di dalam negeri.
Hilirisasi dan Tata Kelola Minerba Menjadi Fondasi
Dasar kebijakan pengolahan mineral di dalam negeri antara lain terdapat dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Mandat tersebut mendorong pengolahan hasil tambang agar tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan ikut mendukung penguatan industri nasional.
Dalam perkembangannya, kebijakan pertambangan juga diarahkan untuk memperbaiki tata kelola sektor minerba. Yan menjelaskan bahwa persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan, penerapan harga berdasarkan tolok ukur, serta pengendalian produksi melalui pemangkasan kuota produksi menjadi bagian dari langkah menjaga keberlanjutan sumber daya dan meningkatkan disiplin pasar.
Melalui pendekatan itu, ESDM ingin menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi, pengelolaan sumber daya nasional yang bertanggung jawab, dan kepastian bagi pelaku usaha. Transparansi harga yang diharapkan dari bursa mineral juga dapat menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan mineral strategis.
Pengawasan Digital melalui Minerba One dan SIMBARA
Pemerintah turut meningkatkan pengawasan secara digital melalui Minerba One yang terhubung dengan Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga atau SIMBARA. Keterhubungan sistem tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan dan tata kelola aktivitas mineral dan batu bara.
Pesan utama yang disampaikan kepada investor, kata Yan, adalah Indonesia terus berupaya memperbaiki iklim investasi sambil tetap mempertahankan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Pengembangan bursa mineral, kebijakan hilirisasi, dan pengawasan digital dipandang saling berkaitan dalam membangun sektor pertambangan yang lebih tertata.
Indonesia dan Korea Selatan Memiliki Kekuatan yang Saling Melengkapi
Dalam forum yang sama, Manager International Cooperation Team Critical Mineral Department Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation (KOMIR), Eul Roh, menilai Indonesia dan Korea Selatan mempunyai keunggulan yang dapat saling melengkapi. Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, kemampuan pengolahan hasil tambang, serta tujuan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.
Di sisi lain, Korea Selatan memiliki pasar dan teknologi baterai, pengalaman dalam daur ulang dan reklamasi tambang, serta sistem yang menghubungkan informasi, teknologi, dan keuangan. Potensi tersebut membuka ruang bagi kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan rantai pasok mineral dan baterai.
“Kemitraan Korea Selatan dan Indonesia bergerak dari batu bara ke baterai,” ucap Eul Roh.
Ia berharap standar kerja sama kedua negara dapat terus ditingkatkan. Beberapa aspek yang dinilai penting meliputi penggunaan energi bersih, pengelolaan air dan limbah, perizinan yang dapat diprediksi, kepercayaan masyarakat, serta akses ke pasar baterai global.
Eul Roh menekankan bahwa tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan diperlukan agar pengembangan mineral strategis, hilirisasi, teknologi baterai, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dapat berjalan bersama.
FAQ tentang Bursa Mineral dan Kebijakan ESDM
Apa tujuan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis?
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis disiapkan untuk meningkatkan transparansi harga serta memperkuat peran Indonesia dalam perdagangan produk mineral strategis.
Mengapa hilirisasi mineral penting bagi Indonesia?
Hilirisasi bertujuan mendorong pengolahan hasil tambang di dalam negeri. Arah kebijakan ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Bagaimana ESDM memperkuat pengawasan sektor minerba?
ESDM meningkatkan pengawasan digital melalui Minerba One yang terhubung dengan SIMBARA, sekaligus menjalankan pengaturan RKAB, tolok ukur harga, dan pengendalian produksi.
Apa peluang kerja sama Indonesia dan Korea Selatan?
Indonesia menawarkan sumber daya mineral, pengolahan hasil tambang, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Korea Selatan memiliki teknologi baterai, pasar, pengalaman daur ulang serta reklamasi tambang, dan dukungan sistem informasi, teknologi, serta keuangan.