Bulog Medan optimalkan serapan gabah meski target tahunan terlampaui
Bulog Medan Perkuat Cadangan Pangan Lewat Serapan Gabah Berkelanjutan
Kabarlintas.com – Perum Bulog Kantor Cabang Medan terus membeli gabah kering panen dari petani di Sumatera Utara meskipun pencapaian penyerapan tahunannya sudah melampaui sasaran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok pangan pemerintah sekaligus memberi ruang pemasaran bagi hasil panen petani di wilayah kerja Bulog Medan.
Hingga 17 Oktober 2026, realisasi serapan gabah telah mencapai 34.696 ton. Jumlah tersebut setara dengan 17.348 ton beras setelah melalui proses konversi. Capaian itu berada pada angka 112 persen dibandingkan target awal, yakni 31.000 ton gabah atau setara 15.500 ton beras.
“Kami tetap melakukan penyerapan gabah dari petani di wilayah kerja walaupun sudah mencapai target tahunan,” ujar Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan Lutfillah Barus di Medan, Senin.
Panen Masih Berlangsung di Sejumlah Daerah
Aktivitas pembelian gabah tidak dihentikan karena masa panen masih berjalan di beberapa kawasan. Kabupaten Langkat dan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk daerah yang masih memiliki potensi pasokan gabah hingga penghujung tahun.
Bulog Medan memperkirakan tambahan serapan dari dua wilayah tersebut dapat berada pada kisaran 3.000 hingga 4.000 ton sampai Desember 2026. Tambahan gabah itu diharapkan semakin memperkokoh persediaan pangan yang dikelola pemerintah.
“Estimasi penyerapan gabah di daerah tersebut bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 ton lagi sampai Desember 2026, sebagai upaya dalam memperkuat stok pangan,” ucap Lutfillah.
Keberlanjutan serapan menjadi penting ketika petani masih memanen hasil produksi. Dengan adanya pembelian yang tetap dibuka, gabah yang dihasilkan dapat terserap dalam rantai pasok pangan, lalu diproses menjadi beras untuk kebutuhan cadangan pemerintah.
Gabah Diolah untuk Program Pangan Pemerintah
Gabah yang telah dibeli Bulog tidak berhenti pada tahap pengadaan. Komoditas tersebut akan diolah menjadi beras dan dimasukkan ke dalam cadangan pangan pemerintah. Ketersediaan beras itu digunakan untuk mendukung beberapa program pangan, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.
Program SPHP memiliki peran dalam menjaga pasokan serta harga pangan agar tetap lebih terkendali bagi masyarakat. Selain itu, beras hasil pengadaan juga disiapkan untuk penyaluran bantuan pangan kepada penerima manfaat. Karena itu, serapan gabah dari tingkat petani berkaitan langsung dengan kesiapan stok yang dapat digunakan dalam program pemerintah.
Cadangan pangan yang memadai membantu memastikan pemerintah memiliki persediaan ketika diperlukan untuk intervensi pasar maupun penyaluran bantuan. Proses pengadaan dari sentra panen juga menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan stok beras dalam skala yang lebih luas.
Harga Pembelian Pemerintah Tetap Menjadi Acuan
Dalam menjalankan penugasan di bidang pangan, Bulog membeli gabah dari petani menggunakan Harga Pembelian Pemerintah atau HPP sebesar Rp6.500 per kilogram. Ketentuan harga tersebut menjadi acuan dalam proses penyerapan gabah yang dilakukan di wilayah kerja Bulog Medan.
Pembelian pada harga yang telah ditetapkan pemerintah memberi kejelasan bagi petani yang sedang memasuki masa panen. Di sisi lain, Bulog memperoleh bahan baku yang akan diproses menjadi beras cadangan pangan pemerintah.
Serapan yang telah melewati target tahunan menunjukkan bahwa kebutuhan penguatan stok masih tetap diprioritaskan selama pasokan dari petani tersedia. Pencapaian target bukan menjadi alasan untuk menghentikan pengadaan, terutama ketika panen di beberapa daerah masih berlangsung dan gabah masih dapat masuk ke jalur penyerapan resmi.
Kolaborasi Diperluas hingga Akhir Tahun
Untuk memaksimalkan pembelian gabah hingga Desember 2026, Bulog Medan melanjutkan kegiatan sosialisasi kepada petani dan pihak terkait. Upaya tersebut dibarengi dengan penguatan kerja sama bersama gabungan kelompok tani atau gapoktan, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di sektor pangan.
Kerja sama ini diperlukan agar informasi mengenai panen, potensi volume gabah, serta mekanisme penyerapan dapat tersampaikan dengan lebih baik. Koordinasi yang berjalan efektif juga membantu Bulog menjangkau daerah yang masih memasuki periode panen.
Bagi petani, keterhubungan dengan gapoktan dan pihak daerah dapat memudahkan penyampaian informasi terkait peluang penjualan gabah. Sementara bagi Bulog, kolaborasi tersebut mendukung pemetaan pasokan dan kelancaran pengadaan di lapangan.
Dengan realisasi 34.696 ton gabah hingga pertengahan Oktober dan potensi tambahan dari Langkat serta Serdang Bedagai, Bulog Medan tetap melanjutkan pengadaan sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan. Fokusnya tidak hanya pada pencapaian angka target, melainkan juga pada kesinambungan pasokan beras untuk program pangan pemerintah dan penyerapan hasil panen petani.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bulog Medan optimalkan serapan gabah meski?Bulog Medan optimalkan serapan gabah meski is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bulog Medan optimalkan serapan gabah meski matter?Bulog Medan optimalkan serapan gabah meski matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.