BI dorong perlindungan hak cipta motif tenun NTT
Perlindungan Motif Tenun Didorong untuk Memperkuat Ekonomi NTT
Kabarlintas.com – Penguatan hak cipta atas motif dan karya tenun menjadi perhatian dalam upaya mengembangkan produk unggulan Nusa Tenggara Timur. Perlindungan tersebut dipandang penting agar para penenun memperoleh pengakuan yang layak atas karya mereka, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi produk lokal.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan dorongan itu saat Flobamorata Creative Expo 2026 di Kupang, NTT, Sabtu (3/10/2026). Pameran tersebut menghadirkan beragam produk daerah, dengan fokus pada tenun, kuliner, serta kopi.
Tenun memiliki posisi penting dalam kekayaan kreatif NTT karena motif, proses pengerjaan, dan hasil akhirnya lekat dengan identitas lokal. Namun, nilai budaya sebuah karya akan lebih kuat manfaatnya bagi masyarakat apabila penciptanya juga memiliki perlindungan atas hak kekayaan intelektual yang melekat pada produk tersebut.
Hak cipta sebagai penguat nilai karya lokal
Destry menekankan bahwa perlindungan hak kekayaan intelektual dapat membantu memastikan karya tenun tidak berhenti sebagai warisan budaya semata. Dengan perlindungan yang lebih kuat, karya lokal diharapkan mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat yang membuatnya dan memiliki kesempatan menjangkau pasar lebih luas.
Langkah ini juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi daerah. NTT memiliki ragam produk yang dapat dikembangkan, mulai dari kain tenun hingga kopi dan aneka kuliner. Keberagaman tersebut perlu dikelola secara optimal agar menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat setempat.
Bagi penenun dan usaha kecil, perlindungan terhadap motif dapat menjadi bagian dari upaya menjaga nilai orisinalitas. Ketika sebuah produk memiliki identitas yang jelas, proses pengembangannya tidak hanya bertumpu pada kapasitas produksi, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan pasar terhadap kualitas dan karakter produk.
Pengembangan tenun juga memerlukan perhatian terhadap hubungan antara karya kreatif dan pasar. Produk yang memiliki nilai budaya dapat semakin menarik ketika disertai kualitas yang konsisten, informasi produk yang baik, serta akses kepada calon pembeli. Karena itu, perlindungan karya dan perluasan akses pasar dapat berjalan saling melengkapi.
UMKM perlu terhubung dengan kebutuhan pasar
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana menilai peningkatan kemampuan produksi UMKM harus disertai pemahaman terhadap kebutuhan konsumen. Pelaku usaha juga perlu mampu memenuhi standar mutu serta membangun relasi yang berkelanjutan dengan pembeli dan mitra bisnis.
Kita ingin UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk yang berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Untuk itu, akses pasar harus menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM,
Pernyataan tersebut menempatkan akses pasar sebagai bagian penting dari penguatan UMKM. Produksi yang meningkat belum otomatis menghasilkan pertumbuhan usaha apabila barang yang dibuat belum memiliki jalur penjualan yang memadai atau belum sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Reghi menyoroti pentingnya terbukanya hubungan dengan pembeli, pembiayaan, pasar ekspor, dan rantai pasok. Elemen-elemen itu dibutuhkan agar peningkatan mutu produk tidak berhenti pada proses produksi, melainkan dapat berlanjut menjadi transaksi dan perkembangan usaha.
Dalam konteks produk tenun, kebutuhan pasar dapat mencakup konsistensi kualitas, kemampuan memenuhi pesanan, serta hubungan yang baik dengan mitra usaha. Hal serupa berlaku bagi produk kopi dan kuliner NTT yang turut diperkenalkan dalam pameran. Setiap produk memerlukan jalur yang memungkinkan pelaku UMKM bertemu dengan pasar yang tepat.
Kolaborasi untuk memperluas daya saing
Penguatan UMKM NTT membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lain memiliki peran dalam menciptakan ekosistem yang mendukung kualitas produk, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.
Melalui kolaborasi tersebut, Kementerian UMKM berharap lebih banyak produk dari NTT dapat memenuhi standar serta kebutuhan konsumen. Targetnya bukan hanya memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga mendorong produk UMKM masuk ke rantai pasok yang lebih luas dan meningkatkan daya saingnya di pasar nasional maupun global.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha di NTT, perhatian terhadap hak cipta motif tenun menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif dapat dimulai dari perlindungan atas karya yang sudah tumbuh di daerah. Saat nilai budaya, kualitas produk, akses pasar, dan kemitraan usaha bergerak bersama, tenun, kopi, serta kuliner lokal memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang.
Flobamorata Creative Expo 2026 menjadi ruang untuk memperlihatkan potensi tersebut. Pameran ini tidak hanya menampilkan produk lokal, tetapi juga menggarisbawahi kebutuhan akan strategi yang menghubungkan kreativitas masyarakat dengan perlindungan karya dan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BI dorong perlindungan hak cipta motif?BI dorong perlindungan hak cipta motif is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BI dorong perlindungan hak cipta motif matter?BI dorong perlindungan hak cipta motif matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.