Anggota DPR dorong transaksi QRIS jadi basis analisis pembiayaan UMKM
Data QRIS Dinilai Bisa Membuka Jalan Baru bagi Pembiayaan UMKM
Kabarlintas.com – Riwayat transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dinilai dapat menjadi informasi penting untuk memperluas kesempatan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Anggota Komisi XI DPR RI Fathi mendorong Bank Indonesia untuk membangun mekanisme yang memungkinkan aktivitas transaksi QRIS digunakan sebagai salah satu pertimbangan perbankan saat menilai kapasitas usaha pelaku UMKM.
Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan banyak usaha kecil untuk memperoleh akses layanan keuangan formal. Selama ini, pelaku UMKM yang belum memiliki hubungan kuat dengan bank dapat menghadapi keterbatasan saat mengajukan pembiayaan. Catatan transaksi digital berpotensi memperlihatkan pola penjualan, intensitas kegiatan usaha, serta gambaran skala ekonomi yang dijalankan.
Fathi melihat QRIS dapat berperan lebih luas daripada sekadar sarana menerima pembayaran non-tunai. Penggunaan yang konsisten dapat membantu usaha membentuk jejak transaksi yang relevan bagi proses pengenalan profil bisnis oleh lembaga keuangan.
“Saya ingin memberikan catatan terkait dengan QRIS. Kita sangat yakin bahwa QRIS ini bisa membantu UMKM untuk lebih cepat tumbuh dan berkembang, khususnya dalam rangka koneksi kepada sistem perbankan,” ujar Fathi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Rekam Digital untuk Melihat Potensi Usaha
Usulan yang disampaikan Fathi adalah penyusunan mekanisme oleh Bank Indonesia agar historical transaction QRIS dapat masuk dalam bahan analisis perbankan. Dengan pendekatan itu, informasi transaksi dapat melengkapi penilaian yang selama ini digunakan bank dalam melihat kemampuan dan prospek calon penerima pembiayaan.
Bagi UMKM, keberadaan rekam transaksi digital dapat memberi nilai praktis. Aktivitas usaha yang sebelumnya banyak berlangsung secara tunai sering kali tidak terdokumentasi secara sistematis. Ketika pembayaran tercatat lewat QRIS, pelaku usaha memiliki jejak aktivitas yang bisa menggambarkan adanya transaksi dengan pelanggan secara berkelanjutan.
Hal ini tidak berarti riwayat QRIS menjadi satu-satunya penentu dalam keputusan kredit. Penyaluran pembiayaan tetap membutuhkan penilaian yang cermat, termasuk kemampuan memenuhi kewajiban dan berbagai pertimbangan manajemen risiko. Namun, data tersebut dapat menjadi unsur tambahan yang membantu perbankan mengenali usaha dengan potensi baik yang belum memperoleh layanan secara optimal.
“Sehingga UMKM ini akan lebih semangat untuk menggunakan QRIS dan perbankan mengetahui potensi daripada UMKM-UMKM yang mungkin belum tersentuh oleh fasilitas maupun pelayanan perbankan,” katanya.
Dorongan penggunaan QRIS juga dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan usaha sehari-hari. Pelaku UMKM dapat lebih mudah memperhatikan arus transaksi yang masuk, memahami kebiasaan pembayaran pelanggan, dan membangun kebiasaan pencatatan yang lebih tertib. Dalam jangka panjang, keterhubungan dengan sistem keuangan digital berpeluang mendukung kesiapan usaha untuk berkembang.
Akses Pembiayaan untuk Naik Kelas
Perluasan pembiayaan dipandang penting agar UMKM memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas usaha. Pembiayaan yang terjangkau dan sesuai kebutuhan dapat membantu pelaku usaha menjalankan kegiatan produktif, meski penggunaannya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing bisnis.
Fathi menilai akses terhadap layanan perbankan merupakan salah satu unsur yang dapat mendukung perjalanan UMKM menuju skala usaha yang lebih kuat. Karena itu, pemanfaatan transaksi QRIS sebagai sumber informasi tambahan dipandang dapat menghubungkan semakin banyak usaha kecil dengan ekosistem keuangan formal.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Bank Indonesia dalam menjaga kondisi moneter domestik saat perekonomian global menghadapi berbagai tekanan eksternal.
“Tentu kita mengapresiasi, di saat kondisi eksternal yang terjadi di dunia akhir-akhir ini, Bank Indonesia mampu untuk tetap membawa stabilitas bagi sistem moneter kita,” ujar Fathi.
Stabilitas sistem moneter memiliki arti penting bagi dunia usaha, termasuk pelaku UMKM. Kondisi ekonomi yang terjaga membantu menciptakan lingkungan yang lebih pasti bagi aktivitas produksi, penjualan, dan pengambilan keputusan bisnis. Dalam konteks itu, digitalisasi pembayaran dapat menjadi bagian dari upaya memperluas keterhubungan antara pelaku usaha dan layanan keuangan.
Jangkauan QRIS Terus Meluas
Hingga Juni 2026, QRIS telah dipakai oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen dari merchant tersebut merupakan UMKM. Angka ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjangkau basis usaha kecil yang sangat luas di berbagai kegiatan ekonomi.
Bank Indonesia memandang perluasan QRIS bukan semata-mata soal kemudahan membayar. Sistem ini juga mendorong UMKM untuk semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Bagi pembeli, QRIS menawarkan pilihan pembayaran yang praktis. Bagi penjual, penerimaan pembayaran digital dapat mendukung pembentukan catatan transaksi serta memperluas kesiapan usaha menghadapi perubahan perilaku konsumen.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa fungsi QRIS kini telah berkembang melampaui alat pembayaran digital. Karakteristiknya yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal menjadikannya sarana penting untuk membawa pelaku usaha memasuki ekosistem keuangan digital.
Dengan penggunaan yang semakin luas, pembahasan mengenai pemanfaatan data transaksi QRIS untuk analisis pembiayaan menjadi relevan. Tantangannya adalah membangun mekanisme yang dapat memberi manfaat bagi UMKM dan perbankan sekaligus tetap menjaga proses penilaian yang sehat. Jika dirancang secara tepat, jejak transaksi digital dapat membantu lebih banyak usaha kecil terlihat, dikenali potensinya, dan memiliki peluang lebih besar mengakses layanan keuangan yang dibutuhkan untuk bertumbuh.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggota DPR dorong transaksi QRIS jadi?Anggota DPR dorong transaksi QRIS jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggota DPR dorong transaksi QRIS jadi matter?Anggota DPR dorong transaksi QRIS jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.