KabarLintas
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mimpi sang ibu terwujud, Malana tuntas lakukan kickflip terbaiknya

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Karen Johnson - kabarlintas.com

Foto : Karen Johnson - kabarlintas.com

Kickflip di Final Asian Games Jadi Momen Berharga bagi Ni Wayan Malana Fairbrother

Kabarlintas.com – Skateboarder Indonesia Ni Wayan Malana Fairbrother menorehkan momen penting pada final street putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bertanding di Aichi Sky Expo, Jepang, Minggu, atlet berusia 14 tahun itu sukses mendaratkan kickflip pada percobaan trik keduanya, sebuah pencapaian yang terasa semakin istimewa karena berkaitan dengan mimpi sang ibu.

Malana menutup kompetisi di peringkat keenam dengan nilai keseluruhan 136,97. Ia memang belum membawa pulang medali dari penampilan perdana di Asian Games, tetapi keberhasilannya menyelesaikan kickflip bernilai 75,69 menjadi bukti kemajuan sekaligus modal penting untuk perjalanan berikutnya.

“Ini adalah salah satu perlawanan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mungkin telah melakukan kickflip terbaik yang pernah saya lakukan. Saya tidak pernah melakukan kickflip sebesar itu sebelumnya,” kata Malana setelah lomba.

Mimpi Ibu yang Menjadi Kenyataan

Di balik trik tersebut terdapat kisah yang sangat personal. Sebelum tampil, Malana telah menuliskan rencana untuk memakai kickflip sebagai best trick apabila ia mendapat kesempatan. Menariknya, tanpa mengetahui rencana itu, ibunya justru bermimpi putrinya melakukan kickflip di Asian Games.

“Saya belum bilang apa-apa ke dia mau melakukan trik apa. Tapi saya kemarin sudah menulis mau kickflip. Terus dia tiba-tiba ngomong, ‘Tadi malam aku mimpi kamu kickflip di Asian Games’,” ujar Malana.

Malana lalu memperlihatkan catatan rencana triknya kepada sang ibu. Keduanya menyadari bahwa gambaran dalam mimpi tersebut sama dengan target yang ingin ia eksekusi di arena. Saat kickflip itu akhirnya berhasil didaratkan, momen tersebut menjadi perpaduan antara persiapan, keberanian, dan dukungan keluarga yang terus menyertainya dari jauh.

“Terus saya bilang, ‘Ma, aku mau kickflip untuk best trick kalau bisa masuk.’ Dia bilang, ‘Wah, aku mimpi itu.’ Terus saya landing,” kata Malana.

Ekspresi gembira langsung terlihat setelah ia menyelesaikan trik itu. Nilai 75,69 yang diberikan juri memperlihatkan bahwa percobaan tersebut bukan sekadar simbol perjuangan, melainkan juga eksekusi yang memberi dampak nyata pada posisinya di klasemen akhir.

Perjalanan Nilai di Nomor Street Putri

Final street putri dimulai Malana dengan 8,04 poin pada run pertama. Ia kemudian mampu menaikkan performanya pada run kedua dan mengumpulkan 51,55 poin. Perbaikannya berlanjut pada run ketiga, ketika ia meraih 61,28 poin.

Memasuki sesi trick, percobaan pertama belum berjalan sesuai rencana. Namun Malana tidak berhenti pada kegagalan tersebut. Pada kesempatan kedua, ia berhasil melakukan kickflip besar yang menjadi salah satu sorotan penampilannya. Percobaan trick terakhir belum dapat diselesaikan, sehingga total skornya menetap di angka 136,97.

Hasil itu menempatkan Malana di urutan keenam pada kompetisi yang diikuti para skateboarder terbaik Asia. Medali emas diraih Zhu Yuanling dari China dengan 166,57 poin. Oda Yumeka dari Jepang memperoleh perak setelah mencatat 161,96 poin, sementara perunggu diraih Cui Chenxi, juga dari China, dengan nilai 156,60.

Meski selisih skor dengan para peraih medali masih menjadi tantangan, penampilan Malana menunjukkan bahwa ia mampu menghadapi panggung kompetisi besar. Di usia yang masih sangat muda, pengalaman bertanding dalam final Asian Games memberi pelajaran langsung mengenai tuntutan konsistensi, pilihan tingkat kesulitan trik, dan ketenangan saat menghadapi tekanan.

Tetap Mengejar Medali dan Impian

Malana tidak menyembunyikan keinginannya untuk meraih medali. Namun, ia memilih menjadikan hasil di Nagoya sebagai alasan untuk terus berkembang. Baginya, memberikan usaha penuh adalah dasar untuk melangkah ke target berikutnya.

“Saya benar-benar ingin mendapatkan medali. Tapi, kalau saya sudah memberikan semuanya dan masih tidak cukup, berarti saya harus terus berjalan. Saya harus terus mendorong impian saya,” ujar Malana.

Ia juga menegaskan kepuasannya karena sudah berjuang hingga akhir. Dukungan keluarga, teman, dan tim nasional Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan itu. Walaupun keluarganya tidak hadir langsung di Jepang, mereka tetap mengikuti perjuangannya dari Indonesia.

“Saya memberikan semuanya. Saya sangat senang bisa berada di sini. Meskipun tidak mendapatkan medali, saya sudah melakukan yang terbaik,” kata Malana.

Asian Games Aichi-Nagoya menjadi salah satu tahap awal yang berarti dalam karier internasionalnya. Malana mengaku telah mencoba sejumlah cabang olahraga sejak kecil, termasuk renang, basket, dan sepak bola. Ia masih menjalani aktivitas olahraga lain serta pendidikan, tetapi skateboard menjadi bidang yang ingin ia tekuni untuk mewujudkan cita-cita lebih besar.

“Saya masih surfing, masih bermain basket, masih bermain sepak bola. Saya masih belajar juga. Jadi, saya hanya seorang 14 tahun yang biasa, yang hanya mengejar impian,” ucapnya.

Target terdekat Malana adalah tampil di Paraguay bulan depan. Dalam jangka lebih panjang, ia menatap peluang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Untuk mendekati tujuan tersebut, ia menyadari perlunya meningkatkan kualitas trik, memperluas kombinasi gerakan, dan menjaga kegembiraan saat berproses.

“Saya pikir saya hanya harus mendapatkan trik yang lebih besar, lebih banyak kombinasi, dan saya harus tetap bahagia,” kata Malana.

Kickflip di Nagoya mungkin belum mengantarnya ke podium, tetapi keberhasilan itu memberi gambaran jelas tentang arah perkembangannya. Bagi Malana, satu trik yang berhasil dituntaskan dapat menjadi pengingat bahwa mimpi, latihan, dan keberanian untuk mencoba lagi selalu punya tempat dalam perjalanan seorang atlet muda.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mimpi sang ibu terwujud Malana tuntas?

Mimpi sang ibu terwujud Malana tuntas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mimpi sang ibu terwujud Malana tuntas matter?

Mimpi sang ibu terwujud Malana tuntas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.